Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gemuruh Si Jalak Harupat yang Menggerakkan Perekonomian Rakyat

Kab. Bandung
Gemuruh Si Jalak Harupat yang Menggerakkan Perekonomian Rakyat
Piala Presiden 2026 hadirkan 100 UMKM di dua kota, Bandung dan Surabaya. IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya Sih

Keberadaan para pedagang yang berjualan di sekitar stadion memberikan kemudahan penonton yang ingin mengisi perut sebelum menyaksikan pertandingan. Salah satunya Joko Sutomo (50) yang datang bersama sang istri, Dewi (43), serta kedua anaknya Azkia (11) dan Saufa (13).

Duduk di meja makan yang disediakan samping tenant UMKM, Joko dan keluarga menyantap berbagai makanan dan minuman yang telah dibeli. Sesekali mereka melakukan swafoto untuk mengabadikan keseruan menonton Persib bersama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Peluit panjang babak pertama belum lama berbunyi ketika riuh Stadion Si Jalak Harupat (SJH) tak juga mereda. Puluhan ribu Bobotoh terus menyanyikan dukungan untuk Persib Bandung yang tengah meladeni perlawanan Arema FC pada laga kedua Piala Presiden 2026, Sabtu (25/7/2026). Tak ingin kalah, ratusan Aremania yang hadir juga terus menyanyikan yel-yel beri dukungan untuk tim kesayangannya.

Di dalam lapangan, para pemain beradu strategi dan menghibur para penonton yang berada di stadion maupun menonton di layar kaca, lewat permainan penuh tensi. Namun, di luar garis lapangan pertandingan itu sedang memainkan peran lain yang tak kalah penting, menggerakkan denyut ekonomi rakyat. Setiap sorakan yang menggema dari tribun membawa berkah bagi ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Suara katel dari gerobak makanan terus berbunyi, pedagang minuman sibuk melayani antrean pembeli, lapak suvenir dipadati pencari pernak-pernik hingga jersey, sementara warga lain di sekitar stadion menjajakan lahan terbuka di rumahnya menjadi tempat parkir para penonton.

Berkah yang didapat dalam gelaran ini dirasakan Dagus, pedagang mie kocok. Menjadi salah satu dari 50 UMKM mitra yang diajak menjajakan dagangan di Stadion Si Jalak Harupat, awalnya dia sempat ketakutan tidak laku. Sebab, dari siang hingga sore hari hanya sedikit pembeli yang mampir ke tenantnya.

Namun, menjelang pertandingan Persib melawan Arema pengunjung semakin membludak. Dagangannya pun diserbu hingga pembeli harus rela mengantre untuk membeli mi kocok

"Saya ga nyangka juga bisa diajak ikut serta di sini (Piala Presiden 2026). Awalnya was-was dikit yang beli pas siang, tapi tadi udah banyak beli sekarang hari pertama ini saja sebelum pertandingan beres ini sudah 150 porsi terjual," ungkap Dagus.

Dengan nama Mie Kocok Mang Dadeng yang memang sudah punya nama di kalangan masyarakat Bandung, para pembeli pun satu per satu berdiri di depan tenant untuk membeli walau harus mengantre cukup panjang.

Antrean pembelian juga dirasakan Wisno yang menjual Cuanki Serayu. Diajak menjadi salah satu pedagang dia tidak menyangka bahwa dagangannya akan laku keras di acara sepakbola seperti ini. Selama pertandingan pertama hingga babak pertama Persib-Arema berlangsung, Wisno sudah menjual cuanki mencapai 120 porsi dengan harga terjangkau Rp25 ribu per porsi.

"Alhamdulillah dagangannya laku. Saya harap penonton makin banyak di pertandingan selanjutnya jadi dagangan pun laku banyak," paparnya.

Jumlah UMKM di Stadion SJH dalam Gelaran Piala Presiden

Penurunan jumlah pelaku UMKM di dalam stadion karena kurasi yang ketat

2024

2025

2026

300

120

50

Keberadaan para pedagang yang berjualan di sekitar stadion memberikan kemudahan penonton yang ingin mengisi perut sebelum menyaksikan pertandingan. Salah satunya Joko Sutomo (50) yang datang bersama sang istri, Dewi (43), serta kedua anaknya Azkia (11) dan Saufa (13).

Duduk di meja makan yang disediakan samping tenant UMKM, Joko dan keluarga menyantap berbagai makanan dan minuman yang telah dibeli. Sesekali mereka melakukan swa foto untuk mengabadikan keseruan menonton Persib bersama.

"Seneng bisa nonton Persib bareng-bareng keluarga. Biasanya nonton Persib sama teman aja. Sekarang saya bawa anak sama istri jadi emang seru juga. Apalagi tiketnya kan murah cuman Rp50 ribu, jadi saya beli aja buat sekeluarga biar bisa barengan dukung Persib," kata Joko.

WhatsApp Image 2026-07-26 at 11.33.18 AM.jpeg
Joko Sutomo (50) yang datang bersama sang istri, Dewi (43), serta kedua anaknya Azkia (11) dan Saufa (13) melakukan swa foto di area meja makan UMKM Piala Presiden 2026. IDN Times/Debbie Sutrisno

Menurutnya, dengan adanya tempat duduk untuk makan seperti ini dan para pedagang yang berjualan membuat momen menyaksikan sepakbola jadi lebih menyenangkan karena penonton bisa bersantai lebih dulu sebelum memberikan dukungan pada klub tercinta.

"Saya mungkin bukan orang Bandung asli, tapi udah 30 tahun tinggal di Bandung. Anak istri juga sekarang dukung Persib jadi sekeluarga kami dukung," paparnya.

Warga di luar stadion ikut kecipratan

WhatsApp Image 2026-07-26 at 11.34.42 AM.jpeg
Salah satu rumah warga yang menjadi area parkir penonton pertandingan Piala Presiden 2026. IDN Times/Debbie Sutrisno

Piala Presiden 2026 tak hanya menjadi panggung adu prestasi klub sepak bola, tetapi juga menghadirkan peluang rezeki bagi UMKM dan pekerja sektor informal yang menggantungkan penghasilan dari ramainya Stadion Si Jalak Harupat. Di luar stadion, beragam pelaku usaha ikut terdampak perhelatan ini.

Ganjar misalnya, warga sekitar yang membuka lahan rumahnya menjadi area parkir sepeda motor para penonton. Setiap gelaran sepakbola di SJH ini termasuk Piala Presiden, rumah ganjar yang berjarak sekitar 200 meter dari stadion sudah pasti dibuka untuk area parkir.

Dapat menampung 120-140 motor setiap pertandingan, Ganjar mematok sekali parkir Rp10 ribu. Nominal ini dirasa pas karena kendaraan pun terparkir dari siang sampai malam hari.

"Buat keamanan pasti kita jaga karena di rumah sendiri, jadi penonton bisa tenang dukung tim di stadion, biar motornya kita yang amanin." kata Ganjar.

Menurut Ganjar, ketika membuka area parkir ini juga ada warga sekitar yang ikut menjaga. Sehingga uang yang didapat dari lahan parkir ini tidak masuk ke kantongnya sendiri, tapi ada orang lain yang merasakan manfaat keberadaan kegiatan Piala Presiden di Stadion SJH.

Hal senada disampaikan Asep Setiadi yang berjualan jersey dan pernak-pernik Persib di luar stadion. Menurutnya, ribuan Bobotoh akan melintas menggunakan kendaraan pribadi dan menepi ke pinggir jalan membeli berbagai aksesoris untuk dikenakan di dalam stadion.

"Ya lumayan lah mulai ada peningkatan. Walaupun memang angkanya ga bagus juga karena banyak saingan sekarang," kata Ade.

Dari pantauan IDN Times, sepanjang tiga kilometer (km) sebelum masuk ke pintu stadion SJH, puluhan pedagang jersey, pernak pernik sepak bola, hingga pedagang makanan dan minuman tumpah ruah di pinggir jalan. Para suporter Persib yang hendak menonton terlihat membeli berbagai macam aksesoris mulai dari topi, baju, syal, hingga bendera bertuliskan Persib.

Lewat kompetisi seperti ini, pria yang sudah berjualan jersey belasan tahun tersebut sangat berharap tahun depan Persib masih bisa menjalankan banyak pertandingan di kandang dengan kehadiran penonton. Sebab, semakin banyak pertandingan sepak bola maka makin banyak pula masyarakat datang ke stadion dan membeli pakaian dari para penjual seperti dirinya.

Hadirkan pengalaman yang nyaman untuk seluruh penonton

WhatsApp Image 2026-07-26 at 11.33.37 AM.jpeg
Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026 Maruarar Sirait ikut memantau secara langsung kemeriahan para pedagang dan penonton di tenda khusus untuk menikmati setiap jajanan. IDN Times/Debbie Sutrisno

Panitia penyelenggara Piala Presiden 2026 tahun ini melibatkan 100 UMKM di mana 50 ada di Bandung dan 50 ada di Surabaya. Proses kurasi yang semakin ketat dilakukan di mana pelaku usaha yang ikut dibagi menjadi tiga kategori di mana ada UMKM yang sudah dikenal, sedang naik kelas, dan sedang berkembang.

Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026 Maruarar Sirait ikut memantau secara langsung kemeriahan para pedagang dan penonton di tenda khusus untuk menikmati setiap jajanan. Dia menyebut bahwa selama ini UMKM selalu menjadi fokus dalam setiap edisi penyelenggaraan sehingga usaha masyarakat bisa naik kelas lebih dikenal.

"Dan senangnya ramai ya, dan laku. Jadi kita mengenalkan juga UMKM yang memang baru berkembang supaya ada dampaknya dari Piala Presiden ini," kata Ara.

Dia menyebut tingginya antusiasme penonton membuat produk yang dijual para pelaku usaha laku di pasaran. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan turnamen sepak bola dapat menjadi penggerak ekonomi kerakyatan.

Selain menghadirkan pertandingan berkualitas, panitia juga berupaya menciptakan pengalaman yang nyaman bagi penonton melalui penyediaan makanan yang dinilai bersih dan beragam. Dengan harga tiket pertandingan yang dipatok Rp50 ribu juga menjadi salah satu strategi agar masyarakat semakin mudah datang ke stadion. Ketika penonton makin banyak maka peluang transaksi di lapak-lapak UMKM pun ikut meningkat.

"Hari ini kita kasih tiketnya Rp50.000. Saya rasa ini betul-betul hiburan rakyat," ujarnya.

Menurut dia, konsep hiburan rakyat tersebut bukan hanya menghadirkan sepak bola yang menarik, tetapi juga memastikan masyarakat bisa menikmati pertandingan dengan harga terjangkau sembari memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM lokal.

Konsep hiburan ini yang dirasakan ratusan Aremania yang hadir pada pertandingan melawan Persib. Koordinator Aremania Bekasi, Robin, mengapresiasi sambutan yang diberikan Bobotoh, khususnya Viking Persib Club. Menurut dia, atmosfer positif di Stadion Si Jalak Harupat menjadi modal penting untuk menjaga hubungan baik antarsuporter.

Robin mengatakan rombongan Aremania merasa diterima dengan baik selama berada di Bandung untuk menyaksikan pertandingan Persib Bandung melawan Arema FC.

"Terima kasih untuk warga Bandung, suporter Viking sudah menerima kami. Aremania datang ke SJH ini luar biasa. Semoga persahabatan dan pertemanan kita berlanjut," kata Robin.

Menurut dia, hubungan baik yang sudah terjalin diharapkan terus dipertahankan sehingga sepak bola bisa menjadi ajang mempererat silaturahmi antarsuporter. Robin memperkirakan rombongan Aremania dari wilayah Bekasi yang hadir mencapai sekitar 500 hingga 600 orang. Mereka berangkat menggunakan sedikitnya 10 bus menuju Stadion Si Jalak Harupat.

"Yang datang dari Bekasi, prediksi ada 10 bus. Sebagian masih di Kodim untuk tukar tiket. Mungkin sekitar 500-600 orang," ujarnya.

Selain dari Bekasi, dia menyebut Aremania juga datang dari sejumlah wilayah lain, termasuk kawasan Jabodetabek. Melihat antusiasme suporter pada Piala Presiden 2026, Robin berharap seluruh kelompok pendukung dapat terus menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Dia menilai hubungan baik antara Aremania dan Viking harus menjadi contoh positif bagi suporter lain agar pertandingan sepak bola dapat dinikmati tanpa diwarnai konflik.

"Harapannya dengan antusiasme suporter saat ini harusnya bisa menjaga kondusivitas, Arema ketemu Viking atau misal Viking dengan The Jak," katanya.



Jumlah Penonton di Stadion SJH Hari Pertama Piala Presiden

Ada kenaikan signifikan penonton yang menyaksikan secara langsung

2024

2025

2026

9.557

19.771

24.000

Modal penting mendongkrak ekonomi daerah

WhatsApp Image 2026-07-26 at 10.09.08 AM.jpeg
Pertandingan antara Persib Bandung melawan Arema Malang di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2026). IDN Times/Debbie Sutrisno

Hadirnya Piala Presiden yang kembali digelar di Stadion SJH diyakini bisa mendongkrak omzet pelaku UMKM sekaligus mempromosikan potensi pariwisata daerah. Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menilai kehadiran klub-klub dari luar daerah hingga luar negeri berpotensi mendatangkan lebih banyak penonton. Kondisi ini diyakini dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar stadion.

Ali optimistis penyelenggaraan Piala Presiden 2026 akan memberikan efek positif terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar Stadion Si Jalak Harupat. Banyaknya masyarakat yang datang untuk menyaksikan pertandingan dinilai menjadi peluang bagi pedagang lokal untuk meningkatkan penjualan selama turnamen berlangsung.

"Kami melihat, masyarakat begitu antusias akan Piala Presiden 2026. Tentu, hal itu merupakan potensi dalam meningkatkan omzet pelaku UMKM," ujar Ali.

Menurut dia, meski para suporter datang untuk menyaksikan pertandingan, mereka juga bisa mengenal berbagai destinasi wisata yang dimiliki Kabupaten Bandung. Harapannya, mereka akan kembali berkunjung untuk berwisata di kemudian hari

"Persib menjadi tuan rumah, di Stadion Si Jalak Harupat. Boleh jadi, pendukung Arema FC maupun dua tim luar negeri, datang ke Stadion Si Jalak Harupat untuk menonton pertandingan. Kami siap turut mempromosikan pariwisata kepada pendukung tim tamu," ungkapnya.

WhatsApp Image 2026-07-26 at 11.33.58 AM.jpeg
Para suporter Aremania bisa datang dan nyaman saat menyaksikan pertandingan di Piala Presiden 2026. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Pasundan Achuviarta mengatakan, turnamen Piala Presiden 2026 dinilai tak hanya menghadirkan hiburan bagi pencinta sepak bola, tetapi juga menjadi peluang besar untuk menggerakkan roda perekonomian daerah. Momentum ini dinilai harus dimanfaatkan secara maksimal agar manfaatnya dirasakan pelaku UMKM, sektor pariwisata, hingga jasa pendukung lainnya.

Menurutnya, dampak ekonomi dari sebuah turnamen sepak bola akan terasa apabila penyelenggara mampu membangun ekosistem yang melibatkan berbagai sektor usaha, bukan sekadar menggelar pertandingan.

"Sebetulnya, ekosistem yang dibangun dalam penyelenggaraan turnamen sepak bola memungkinkan kita belajar dari Piala Dunia maupun liga-liga besar, terutama dalam hal pelibatan UMKM. Peluangnya bukan hanya dari penjualan merchandise, tetapi juga dari berbagai usaha lain seperti kuliner, jasa akomodasi, hingga sektor pendukung lainnya," kata Achuviarta.

Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan olahraga dalam menggerakkan ekonomi sangat bergantung pada bagaimana ruang usaha dibuka bagi masyarakat. Selain menyediakan tempat bagi UMKM, promosi yang masif juga diperlukan agar penonton mengetahui berbagai produk dan layanan yang tersedia di sekitar lokasi pertandingan.

Apalagi, Bandung Raya memiliki basis suporter sepak bola yang besar sehingga potensi pasar sebenarnya sudah terbentuk. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk meningkatkan transaksi ekonomi selama turnamen berlangsung.

"Potensi tersebut bisa memberikan dampak ekonomi yang besar apabila ekosistemnya benar-benar dibangun. Ada penyelenggara, ada ruang bagi pelaku usaha, dan semuanya didukung melalui publikasi yang baik. Bandung Raya memiliki basis pencinta sepak bola yang sangat besar sehingga pasarnya sebenarnya sudah tersedia," ujarnya.

Achuviarta menilai manfaat ekonomi tidak hanya akan dirasakan pedagang di sekitar stadion, tetapi juga sektor pariwisata. Kawasan wisata seperti Ciwidey dan Pangalengan berpotensi menjadi tujuan tambahan bagi penonton dari luar daerah yang datang menyaksikan pertandingan di Kabupaten Bandung.

Pemerintah daerah perlu menangkap peluang tersebut dengan mengintegrasikan promosi wisata bersama penyelenggaraan Piala Presiden. Dengan begitu, lama tinggal wisatawan dapat meningkat dan berdampak pada okupansi penginapan, kuliner, hingga usaha mikro di kawasan wisata.

"Memang di sekitar stadion tidak banyak hotel, tetapi ada kawasan penginapan dan destinasi wisata seperti Ciwidey maupun Pangalengan. Kabupaten Bandung memiliki daya tarik wisata yang sangat baik dan mudah diakses dari Bandung Raya. Magnet pertandingan seperti ini bisa menggerakkan ekosistem bisnis di kawasan tersebut," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More