Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pelatih Singapura Heran Timnya Kalah 0-6 dari Malaysia

Kab. Bandung
5 min read
Pelatih Singapura Heran Timnya Kalah 0-6 dari Malaysia
Timnas Singapura Fifa Asean Cup. Dok FIfa
  • Malaysia mengalahkan Singapura 6-0 di laga terakhir FIFA ASEAN Cup, tetapi gagal ke final setelah Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh.

  • Pelatih Singapura Gavin Lee menilai timnya memulai laga cukup baik, namun ruang pertahanan terbuka saat mengejar gol dimanfaatkan Malaysia yang sangat termotivasi.

  • Kekalahan ini menjadi yang terbesar dari Malaysia sejak 1978; Gavin meminta tim dan suporter tetap bersatu menjelang Piala Asia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Malaysia berhasil unggul besar atas Singapura dengan skor 6-0 dalam laga pamungkas FIFA ASEAN Cup yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kamis (1/10/2026) malam. Meski menang telak, Malaysia tetap gagal ke final karena dalam laga lain Indonesia menang dengan skor meyakinkan 9-2 atas Bangladesh.

Usai laga tersebut, pelatih Singapura Gavin Lee heran timnya bisa tumbang dengan sangat memalukan meski ini hanya penyisihan grup. Masih punya kans untuk lolos ke babak final, Singapura justru harus menelan pil pahit atas negara tetangganya sendiri.

"Sekali lagi saya pikir ini terasa bukan seperti pertandingan 6-0 jika harus jujur. Tapi kami tidak berbuat cukup untuk bisa lolos dan itu sangat memalukan bagi kami. Itu adalah sesuatu yang perlu kami refleksikan dan menyadari level kompetisi yang ingin kami ikuti, lalu terus mencoba mengambil langkah maju berikutnya," kata Gavin dalam konferensi pers usai laga.

  1. 1. Tak pernah anggap lawan tim lemah

    WhatsApp Image 2026-10-02 at 8.29.48 AM (1).jpeg
    Timnas Malaysia pada Fifa Asean Cup. Dok FIfa

    Gavin mengatakan Singapura sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup baik. Bahkan, setelah Malaysia mendapatkan penalti pada awal laga, Singapura mampu bangkit dan tetap berusaha memberikan tekanan kepada pertahanan lawan.

    Namun, Malaysia kemudian mampu memanfaatkan peluang yang didapat. Sementara itu, Singapura yang terus berupaya mencetak gol justru meninggalkan ruang di lini belakang.

    "Ya, seperti yang saya katakan, jujur saya pikir meskipun kita memulai pertandingan dengan baik, maksud saya kita bangkit dengan baik dari penalti di awal itu. Lalu gol lainnya yang tercipta dari, saya pikir, salah satu dari sedikit sekali peluang mereka, sementara kita terus mengetuk pintu pertahanan mereka," ujar Gavin.

    Menurutnya, Singapura bahkan lebih sering masuk ke area penalti Malaysia dibandingkan saat menghadapi Bangladesh. Namun, kondisi pertandingan membuat Malaysia tampil sangat termotivasi karena membutuhkan banyak gol untuk mengejar selisih gol.

    "Lucunya, saya pikir hari ini kita masuk ke area penalti jauh lebih banyak daripada saat melawan Bangladesh, Anda tahu. Tapi sekali lagi, hari ini kita menghadapi tim yang sangat termotivasi berdasarkan selisih gol, jadi kita tahu apa yang mencoba mereka lakukan," katanya.

    Gavin mengakui Singapura tetap berusaha mengejar gol meski sudah tertinggal. Menurutnya, saat tertinggal 2-0 atau 3-0, Singapura masih memiliki peluang untuk kembali ke pertandingan apabila mampu mencetak satu gol.

    "Di saat yang sama kita tidak akan menyerah, jadi kita terus mencoba mengetuk pintu pertahanan mereka dan kita meninggalkan ruang di belakang. Ketika Anda memberikan ruang kepada tim yang termotivasi dan ingin mencetak gol, ya, kita dihukum dalam beberapa hal," ujarnya.

    "Tapi itu adalah usaha kita untuk mencoba mencetak gol balasan, karena kita tahu bahkan saat tertinggal 2-0 atau 3-0, jika kita bisa mencetak satu gol balasan, kita masih ada di dalam permainan. Itu adalah pola pikir dan mentalitas kita. Namun sayangnya, kita meninggalkan pintu belakang terlalu terbuka dan kita dihukum dalam hal itu," katanya..

  2. 2. Kekalahan terbesar Singapura dari Malaysia sejak 1978

    Malaysia bantai Singapura
    Malaysia bantai Singapura (Instagram.com/Malaysia_nt)

    Kekalahan 0-6 tersebut menjadi hasil yang berat bagi Singapura. Gavin menyebut pertandingan tersebut sebagai salah satu evaluasi penting bagi timnya, terlebih mereka akan menghadapi Piala Asia dalam beberapa bulan mendatang.

    "Setiap pertandingan selalu menjadi reality check, kawan. Kita tidak pernah menganggap remeh pertandingan apa pun," kata Gavin.

    Menurutnya, kondisi pertandingan melawan Malaysia memang berbeda. Malaysia memiliki motivasi besar untuk terus mencetak gol setelah unggul 3-0 karena membutuhkan selisih gol untuk bersaing mendapatkan tiket ke final.

    "Seperti yang saya katakan, mengingat konteks dan kondisinya, menghadapi tim yang sangat termotivasi untuk mencetak lebih banyak gol setelah unggul 3-0 itu tidak normal, ini bukan pertandingan yang biasa," ujarnya.

    Gavin menegaskan Singapura tidak pernah memandang sebelah mata lawan maupun level kompetisi yang mereka ikuti. Namun, pada pertandingan tersebut, mereka mengakui belum mampu mencapai level yang dibutuhkan.

    "Jadi bagi kami, sekali lagi seperti yang Anda katakan, setiap pertandingan kami realistis. Setiap pertandingan kami memasukinya tanpa pernah meremehkan situasi, tidak pernah meremehkan levelnya. Tapi sayangnya hari ini kita tidak cukup mampu mencapai level tersebut," katanya.

    Meski kalah telak, Gavin menilai tidak adil apabila seluruh penampilan Singapura dianggap buruk hanya berdasarkan skor akhir. Bagi Gavin, hasil tersebut kini menjadi pilihan bagi Singapura untuk menentukan langkah berikutnya.

    "Jika Anda melihat skor akhir dan menilai bahwa seluruh performa kita buruk, saya pikir itu cukup tidak adil. Karena jika Anda melihat cara kita berusaha membangun serangan ke depan, cara kita menghadapi lawan hari ini, saya pikir itu sangat baik," ucapnya.

  3. 3. Gavin minta suporter tetap bersatu

    WhatsApp Image 2026-09-25 at 23.39.42.jpeg
    Skuad Singapura pasca laga lawan Timnas Indonesia. (IDN Times/Sandy Firdaus)

    Gavin juga menyampaikan apresiasi kepada para pendukung Singapura yang datang langsung ke Stadion Si Jalak Harupat. Ia mengakui timnya kecewa karena tidak mampu memberikan hasil yang bisa dirayakan para suporter.

    "Tentu saja para pendukung yang menonton pertandingan ini akan memiliki perasaan dan pemikiran mereka sendiri. Jadi, mungkin Anda bisa memberikan kata-kata untuk para pendukung agar mereka tetap bersatu mendukung skuad ini, mengingat kita masih memiliki beberapa bulan ke depan menuju Piala Asia?" ujar seorang pewarta dalam konferensi pers.

    Gavin kemudian memberikan apresiasi kepada suporter yang hadir langsung di Bandung maupun yang menyaksikan pertandingan dari Singapura.

    "Ya, tentu. Saya pikir sangat luar biasa melihat sekelompok pendukung Singapura di Bandung pada pertandingan tandang ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk mereka. Kami semua sangat kecewa tidak bisa memberikan sesuatu yang bisa mereka soraki dalam perjalanan pulang," katanya.

    Menurut Gavin, hubungan dengan pendukung menjadi bagian penting dalam perjalanan tim nasional Singapura. Ia menegaskan dukungan tersebut tidak pernah dianggap sebagai sesuatu yang sepele.

    "Kami tidak pernah menganggap remeh apa pun, kami bekerja sangat keras untuk meraih kepercayaan dan hubungan itu, jadi itu bukan sesuatu yang kami sepelekan," ujarnya.

    Ia menyadari perjalanan Singapura menuju level yang diinginkan tidak akan selalu berjalan mulus. Kekalahan dari Malaysia disebut sebagai salah satu hambatan yang harus mereka hadapi. Gavin pun berharap seluruh elemen sepak bola Singapura dapat kembali bersatu untuk membantu tim bangkit.

    "Tapi seperti yang saya katakan, bagaimana kita menyembuhkan luka ini bersama sebagai satu tim? Tim nasional bukan hanya para pemain atau staf, semua orang termasuk para pendukung adalah bagian besar dari tim," ucapnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More