Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ironi! Atlet Gulat Juara POPDA Jabar Gagal Masuk Sekolah Maung

Ironi! Atlet Gulat Juara POPDA Jabar Gagal Masuk Sekolah Maung
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Seorang atlet gulat juara POPDA Jabar gagal lolos seleksi Sekolah Maung meski nilai memenuhi, membuat orang tuanya meminta penjelasan dan transparansi dari Dinas Pendidikan Jawa Barat.
  • Hendri menemukan adanya penurunan nilai anaknya dari 369 menjadi 297 saat seleksi, sehingga Disdik Jabar melakukan verifikasi ulang karena diduga terjadi kekeliruan sistem penilaian.
  • Disdik Jabar menjelaskan SPMB Sekolah Maung memiliki kuota terbatas dengan persaingan ketat di jalur akademik dan non-akademik, mencakup lebih dari 38 ribu pendaftar untuk 18 ribu kursi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Manusia Unggul (Maung) turut diprotes orang tua murid. Beberapa orang tua mempertanyakan hasil seleksi tersebut dan meminta penjelasan sekaligus tranparansi dari hasil seleksi ini.

Salah satu diantaranya orang tua murid asal Kopo, Kota Bandung, Hendri (42 tahun) yang mana anak perempuannya merupakan atlet gulat dan juara satu pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XIV Jawa Barat tahun 2025.

Prestasi yang mentereng ini ternyata tidak mampu menembus Sekolah Maung di SMAN 3 Bandung. Dia pun meminta kejelasan kepada pihak Disdik Jabar mengapa anaknya tidak lolos. Sementara, untuk skor nilai sudah memenuhi.

"Kalau dari Maung sih emang gugur dari awal. Gugur dari awal, tapi kalau dilihat dari informasi poin terendahnya itu 333, sedangkan anak saya kan 369. Itu harusnya masuk kategori kan? Ternyata gugur, tapi ya sudahlah, daftar lah ke jalur prestasi gitu," ujar Hendri saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat, Jalan Dr. Rajiman, Kota Bandung, Senin (8/6/2026).

1. Poin tiba-tiba menurun drastis

IMG_20260608_153923.jpg
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dengan kondisi itu, Hendri akhirnya mendaftarkan anaknya ke jalur prestasi non akademik di SMAN 4 Kota Bandung. Meski begitu, dia masih merasa belum lega dan mempertanyakan mengapa nilai anaknya menyusut saat ikut SPMB Sekolah Maung.

"Kendalanya ya itu, penurunan poin. Perhitungan sendiri sama dari pas daftar Maung kan hasilnya udah ada 369. Perhitungan sendiri pun sama 369. Nah dari jalur ini jadi 297, gitu penurunan poinnya tuh," kata dia.

Herdi pun sudah menemui langsung pihak Disdik Jabar dan dipastikan akan dilakukan verifikasi ulang di mana hasilnya akan diumumkan pada malam hari ini.

"Karena ada selisih nilai, jadi saya datang ke sini atas rekomendasi dari sekolah. Nah, setelah itu barulah ada kesepakatan untuk menguji lagi atau verifikasi ulang. Nanti ditunggu hasilnya malam ini," jelas dia.

2. Alasan penurunan poin karena sistem

IMG_20250610_110909.jpg
SMAN 3 Kota Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Disdik Jabar, kata Hendri turut mengatakan kendala penyusutan nilai anaknya tersebut karena adanya kekeliruan sistem. Namun, dia berharap pada malam hari ini keputusan hasil verifikasi tersebut keluar sesuai dengan yang dijanjikan.

"Sistem, katanya dari sistem gitu aja sih. Nanti kita menunggu sampai nanti malam. Sekarang diverifikasi ulang gitu. Kalau tidak berubah, disuruh datang lagi ke sini katanya gitu," ucapnya.

Herdi sendiri berharap anaknya bisa masuk Sekolah Maung di SMAN 3 Bandung, hal tersebut dikarenakan prestasi anaknya sudah mempuni dalam bidang gulat dan terbukti meraih juara pertama di tingkat provinsi.

"Jelas (Sekolah Maung) karena kan saya memperjuangkan hak anak gitu ya. Tapi saya pribadi sih nggak masalah sih ya (diterima di SMA Maung atau di SMAN 4) cuman ya gimana hasilnya, saya pasrahkan ke (Disdik)," tuturnya.

3. Pendaftar Sekolah Maung mayoritas jalur kompetensi non-akademik

IMG_20250610_104413.jpg
SPMB di SMAN 3 Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Adapun jalur SPMB Maung di 41 sekolah meliputi jalur potensi akademik 10 persen, jalur kompetensi akademik 70 persen, dan jalur kompetensi non-akademik 20 persen.

Khusus di jalur kompetensi akademik terbagi menjadi dua basis yang terdiri dari 50 persen nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) serta berbasis prestasi akademik 20 persen.

Sedangkan, jalur kompetensi non-akademik terdiri dari olahraga, ada seni, dan lain sebagainya serta prestasi kepemimpinan khusus bagi mantan ketua seperti OSIS, Paskibra, Pramuka, PMR, dan lainnya.

Disdik Jabar menyediakan 18.268 kuota, terdiri dari 10.400 kursi jenjang SMA dan 7.868 kursi jenjang SMK. Sedangkan, jumlah pendaftar mencapai 38.476 murid, terdiri dari 24.840 pendaftar SMA dan 13.636 pendaftar SMK untuk Sekolah Maung.

Berdasarkan rekapitulasi hingga cut-off 7 Juni 2026 pukul 17.00 WIB, Disdik Jabar menyatakan persaingan jalur kompetensi non-akademik seperti kepemimpinan berlangsung cukup ketat. Dari total 1.264 pendaftar, sebanyak 814 calon murid diterima dan 450 calon murid tidak diterima.

Sementara, Jalur Ketua OSIS, dari 528 pendaftar, sebanyak 255 orang (48,3 persen) dinyatakan diterima dan 273 orang (51,7 persen) tidak diterima. Di Jalur Pramuka Pratama, dari 284 pendaftar, sebanyak 151 orang (53,2 persen) diterima dan 133 orang (46,8 persen) tidak diterima.

Adapun tingkat keterimaan tertinggi tercatat pada Jalur Pramuka Garuda. Dari 452 pendaftar, sebanyak 408 orang (90,3 persen) dinyatakan diterima, sedangkan 44 orang (9,7 persen) tidak diterima.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More