Ratusan Orang Tua Datangi Disdik Jabar, Bingung SPMB Maung dan PCMB

- Ratusan orang tua murid mendatangi Kantor Disdik Jabar di Bandung untuk memprotes dan mencari kejelasan terkait hasil SPMB Maung serta tahapan PCMB yang membingungkan.
- Banyak orang tua kebingungan karena pengumuman hasil SPMB Maung dan batas pendaftaran PCMB non Maung terjadi di hari yang sama, membuat mereka khawatir kehilangan kesempatan daftar sekolah negeri.
- Sejumlah orang tua mengeluhkan sistem akun pendaftaran berbeda antara SPMB Maung dan non Maung serta kurangnya informasi jelas dari pihak sekolah maupun Disdik mengenai prosedur tersebut.
Bandung, IDN Times - Sekitar ratusan lebih orang tua murid dari berbagai daerah menggeruduk Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat, Jalan Dr. Rajiman, Kota Bandung, Senin (8/6/2026).
Mereka turut memprotes hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung dan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) sebagai tahapan awal SPMB non Maung.
Berdasarkan pantauan IDN Times dilokasi para orang tua murid datang berbondong-bondong ke aula Ki Hadjar Dewantara dengan membawa berkas ke menja pengaduan yang ada di dalam aula tersebut.
1. Bingung kerena PCMB dan pengumuman hasil seleksi Sekolah Maung bersamaan

Para orang tua ini merasakan kebingungan karena hasil seleksi SPMB Maung diumumkan hari ini pada pukul 10:00 WIB, sementara jika mereka tidak lolos masih bisa mengikuti SPMB non Maung dengan catatan harus daftar ke PCMB terlebih dahulu yang mana batasnya terakhir pada hari ini.
Hal tersebut membuat orang tua kebingungan dan harap-harap cemas karena jika tidak lolos Sekolah Maung maka harus mendaftarkan ke SPMB sekolah negeri biasa.
Hal ini turut dirasakan orang tua murid asal Coblong, Kota Bandung, Suhadi (52 tahun). Dia mengatakan, kedatangannya ke kantor Disdik Bandung karena kebingungan sistem untuk SPMB non Maung seperti apa. Sebab anaknya sudah dinyatakan tidak lolos di SMAN Maung 5 Bandung.
"Saya coba masukan anak ke jalur akademik, jadi rapor dengan TKA (Tes Kemampuan Akademik). Tapi Enggak masuk. Keputusannya kan hari ini tadi jam 10. Tapi ternyata enggak lolos," ujar Suhadi saat ditemui di lokasi.
2. Akun pendaftaran PCMB ternyata beda dengan SPMB Sekolah Maung

Melihat anaknya yang sudah dinyatakan tidak lolos, Suhadi akhirnya hendak mencoba seleksi SPMB non Maung ke SMAN 1 dan 2 Kota Bandung. Hanya saja, dia sempat kebingungan karena akun pendaftaran SPMB Maung dan SPMB biasa berbeda.
"Cuma kendalanya begitu mau daftar PCMB enggak bisa karena ternyata akunnya beda. Karena saya pikir akunnya sama, pakai username dengan password yang sama. Jadi yang jadi catatan saya ini sebenarnya kalau dari IT sih saya rasa enggak ketemu kendala," tuturnya.
Suhadi pun mengeluhkan mengenai informasi akun pendaftaran yang berbeda ini tidak disampaikan secara jelas dari sebelumnya. Namun, untuk orang tua murid yang memang berasal dari Kota Bandung di menduga sudah mendapatkan akun tersebut dari sekolah asal.
"Mungkin yang jadi catatan saya kok kenapa enggak disampaikan gitu kan kalau mau daftar PCMB dengan SPMB itu harus minta akun lagi. Oh, berarti mungkin SMP-SMP orang yang dari Bandung mereka sudah punya tiga akun: akun untuk daftar Maung, akun daftar PCMB, untuk daftar SPMB. Ini kan hanya dugaan saya saja.
3. Gugur SPMB Maung karena skor berbeda

Sementara, orang tua lainnya Nurcholis Hakim (46 tahun) mengatakan, kedua anak kembarnya tidak lolos seleksi SPMB Maung SMAN 3 Bandung jalur akademik gugur karena poinnya hilang.
"Dari hari pertama, saya bisa upload, terus besoknya sudah muncul diverifikasi. Sudah gitu masuk ke kuota, peringkat anak saya itu kembar dua. Sudah masuk peringkat," katanya.
"Terakhir verifikasi iba-tiba hilang. Hilang data 65 orang yang diverifikasi, tiba-tiba pas saya buka nol. Semua hilang, jadi semua data 65 orang yang telah diverifikasi nol. Termasuk anak saya yang sudah masuk kuota itu," jelas dia.
Oleh karena itu, dia hendak berkonsultasi untuk mendaftarkan anaknya ke SPMB non Maung dengan tujuan SMAN 2 dan 20 Bandung.
"Saya akhirnya saya sudah PCMB aja. Saya pilih 20 sama pilih SMA 2 Bandung. Cuma masalahnya yang jadi pemahaman ini tuh dan saya udah tanya-tanya, ini tuh bukan tahap pendaftaran tapi survei, pemetaan saja,"
"Karena nanti pendaftaran mah di tahap 1 tanggal 16. Itu lho yang jadi masalah, akhirnya bahasanya saya ini terjebak dalam posisi PCMB itu," kata dia.


















