Indra Lesmana dan Sydney Reunion di Gedebage Jazz Festival 2026

- Indra Lesmana bersama proyek Sydney Reunion akan tampil di Gedebage Jazz Festival 2026, menandai reuni musikal setelah empat dekade berpisah sejak masa studi Indra di Sydney.
- Indra menilai jazz fusion bersifat lintas generasi dan berharap penampilan Sydney Reunion bisa dinikmati semua kalangan, mencerminkan semangat kolaborasi musik Bandung yang kuat dan inklusif.
- Gedebage Jazz Festival International 2026 digelar empat hari dengan musisi dari berbagai negara, memperkuat posisi Bandung sebagai kota dengan ekosistem musik internasional yang dinamis.
Bandung, IDN Times – Kawasan Gedebage yang selama ini identik dengan kultur musik keras dan komunitas metal bakal menghadirkan warna berbeda pada akhir Juni 2026. Melalui Gedebage Jazz Festival International 2026, sejumlah musisi jazz dari dalam dan luar negeri siap tampil, termasuk musisi senior Indra Lesmana bersama proyek spesialnya, Sydney Reunion.
Penampilan ini menjadi salah satu momen yang paling dinanti karena menghadirkan reuni musikal yang telah terpisah selama empat dekade.
1. Sydney Reunion jadi panggung nostalgia setelah 40 tahun

Sydney Reunion merupakan proyek jazz fusion yang digagas Indra Lesmana bersama tiga musisi asal Australia, yakni Steve Hunter (bass), Dale Barlow (saksofon), dan Andrew "Andy" Gander (drum).
Proyek ini berawal dari pertemanan dan perjalanan musik mereka saat Indra menempuh pendidikan di Sydney Conservatorium of Music pada awal 1980-an.
Menurut Indra, penampilan di Gedebage Jazz Festival menjadi kesempatan spesial untuk kembali menghidupkan proyek yang sempat vakum selama puluhan tahun.
"Ini adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya karena bisa menghidupkan kembali kecintaan saya terhadap musik jazz fusion yang dulu sangat digemari generasi muda di Indonesia, khususnya di Kota Bandung," ujarnya.
Sebelumnya, Sydney Reunion tampil di Sydney Manly Jazz Festival dan merilis album di Sydney Opera House pada 2024.
2. Indra yakin jazz fusion bisa dinikmati semua generasi
Meski identik dengan genre yang dianggap spesifik, Indra menilai jazz fusion memiliki karakter yang lebih cair karena memadukan berbagai elemen musik.
Karena itu, ia optimistis penampilannya bersama Sydney Reunion bisa diterima oleh berbagai kalangan, termasuk generasi muda.
"Musik sebetulnya tidak mengenal generasi. Semoga musik dari Sydney Reunion dapat dinikmati oleh semua yang hadir di Gedebage Jazz Festival nanti," katanya.
Indra juga menilai Bandung memiliki ekosistem musik yang kuat dan komunitas yang solid. Faktor tersebut membuat antusiasme masyarakat terhadap berbagai genre musik tetap terjaga hingga saat ini.
Pengalamannya berkolaborasi dengan musisi lintas generasi, mulai dari Krakatau hingga Maliq & D'Essentials, membuatnya percaya bahwa musik bisa menjadi ruang pertemuan berbagai usia dan latar belakang.
3. Gedebage Jazz Festival hadir dengan skala internasional

Gedebage Jazz Festival International 2026 merupakan pengembangan dari Gedebage Jazz Festival yang kini hadir dengan konsep lebih besar dan melibatkan musisi dari berbagai negara.
Festival ini akan berlangsung selama empat hari, mulai 25 hingga 28 Juni 2026 di kawasan Sawarga Courtyard, Summarecon Mall Bandung, Gedebage.
Selain Sydney Reunion dari Australia, festival ini juga menghadirkan musisi internasional seperti Takahiro Miyazaki dari Jepang, Jazzbois dari Hungaria, Andrea Cui dari Singapura, dan Julian Chan dari Malaysia.
Tak hanya itu, sejumlah nama besar musik Indonesia juga dijadwalkan tampil, di antaranya Dewa 19, Maliq & D'Essentials, Syaharani, hingga Krakatau.
Kehadiran para musisi lintas negara, genre, dan generasi tersebut menjadi upaya festival untuk menghadirkan ruang pertemuan musik yang inklusif sekaligus memperkuat posisi Bandung sebagai salah satu kota dengan ekosistem musik paling dinamis di Indonesia.

















