Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bandara Husein Diharap Dongkrak Jumlah Wisatawan Jabar-Malaysia

Bandara Husein Diharap Dongkrak Jumlah Wisatawan Jabar-Malaysia
Direktur Tourism Malaysia Jakarta, Hairi Mohd Yakzan, ajak masyarakat Jabar berwisata ke Malaysia. IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya Sih
  • Pemerintah menyiapkan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara Bandung untuk memperkuat konektivitas wisata Jawa Barat–Malaysia dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
  • Tourism Malaysia menggelar roadshow di Bandung guna mempererat kerja sama industri pariwisata, sejalan dengan kampanye Visit Malaysia 2026 yang menargetkan jutaan kunjungan wisatawan internasional.
  • Asita Jabar menilai pembukaan kembali Bandara Husein akan mempermudah perjalanan, meningkatkan kunjungan wisatawan Malaysia ke Bandung, serta membuka peluang bisnis lintas sektor di Jawa Barat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Pemerintah tengah mempersiapkan agar sejumlah bandara yang selama ini tidak hidup dibangkitkan kembali, salah satunya adalah Bandara Husein Sasteranegara di Kota Bandung. Bandara ini pun diharap bisa mendongkrak perekonomian dengan pergerakan wisatawan di Jabar ke banyak daerah termasuk luar negeri seperti Malaysia.

Direktur Tourism Malaysia Jakarta, Hairi Mohd Yakzan, menuturkan bahwa Jabar merupakan salah satu provinsi yang selama ini mengirimkan wisatawan dalam jumlah besar ke Malaysia. Dengan adanya kemudahan bandara di provinsi ini, maka biaya perjalanan wisatawan dari Jabar ke Malaysia maupun sebaliknya bisa lebih murah dan waktunya lebih cepat.

"Pembukaan bandara (Husein) kami harap bisa ada dampak positif pada kunjungan ke Malaysia," kata Hairi saat membuka kegiatan di Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/6/2026).

1. Jabar selalu jadi magnet pelaku wisata

IMG_20260610_092324.jpg
Direktur Tourism Malaysia Jakarta, Hairi Mohd Yakzan, ajak masyarakat Jabar berwisata ke Malaysia. IDN Times/Debbie Sutrisno

Menurut Hairi, Jawa Barat khususnya masyarakat di Bandung Ray merupakan salah satu pasar wisata paling penting bagi Malaysia. Maka, Melalui Malaysia Tourism Showcase B2B Roadshow pihaknya ingin memperkuat jaringan kerja sama dengan para pelaku industri pariwisata di Jawa Barat serta membuka lebih banyak peluang bisnis yang saling menguntungkan bagi industri pariwisata di Malaysia maupun Indonesia.

Ia menambahkan, penyelenggaraan roadshow ini sejalan dengan momentum Visit Malaysia 2026 yang menampilkan beragam pengalaman wisata unik dan autentik, mulai dari kekayaan budaya, warisan sejarah, kuliner, wisata alam, petualangan, hingga keramahan masyarakat Malaysia yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan internasional.

Lebih dari 10 pelaku industri pariwisata Malaysia turut ambil bagian dalam roadshow ini. Mereka mewakili berbagai sektor, mulai dari hotel, destinasi wisata, operator tur (land operator), hingga penyedia layanan pariwisata lainnya.

2. Ada penurunan target wisatawan

IMG_20260610_092605.jpg
Direktur Tourism Malaysia Jakarta, Hairi Mohd Yakzan, ajak masyarakat Jabar berwisata ke Malaysia. IDN Times/Debbie Sutrisno

Dia menyebut bahwa gejolak perekonomian di dunia termasuk di Malaysia dan Indonesia jelas memberi dampak pada minat masysarakat untuk berwisata.

Sepanjang tahun 2025, Malaysia mencatat sebanyak 4,3 juta kunjungan wisatawan Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai salah satu penyumbang wisatawan terbesar bagi Malaysia.

Selain itu, konektivitas udara antara kedua negara terus didukung oleh lebih dari 610 penerbangan langsung setiap minggu dengan kapasitas lebih dari 110.000 kursi per minggu. Kondisi ini dinilai semakin memudahkan mobilitas wisatawan antara Indonesia dan Malaysia. Melalui kampanye Visit Malaysia 2026, Malaysia menargetkan kedatangan 47 juta wisatawan.

"Tapi angka ini kemungkinan akan ada revisi termasuk target wisatawan dari Indonesia ke Malaysia perkiraan tidak sesuai prediksi awal," paparnya.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Malaysia telah menyiapkan lebih dari 320 acara dan festival sepanjang tahun 2026 yang menawarkan beragam pengalaman wisata menarik bagi wisatawan mancanegara.

3. Pembukaan Bandara Husein harus disegerakan

IMG_20260610_095702.jpg
Direktur Tourism Malaysia Jakarta, Hairi Mohd Yakzan, ajak masyarakat Jabar berwisata ke Malaysia. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Jabar, Daniel Guna Nugraha menuturkan, pembukaan kembali penerbangan di Bandara Husein Sastranegara akan memberikan dampak besar bagi sektor pariwisata hingga bisnis di Kota Bandung. Konektivitas langsung dengan sejumlah kota di Malaysia dinilai mampu mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Barat.

Daniel menyebut bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki hubungan yang erat sebagai negara serumpun. Karena itu, pergerakan wisatawan antara kedua negara dinilai sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masing-masing.

“Dengan dibukanya Bandara Husein, insyaallah akan memudahkan konektivitas antar kota di Malaysia dengan Kota Bandung,” papar Daniel.

Menurutnya, wisatawan asal Malaysia selama ini menjadi salah satu penyumbang kunjungan terbesar ke Indonesia. Konektivitas penerbangan dari Malaysia ke berbagai kota di Indonesia juga cukup tinggi sehingga menjadi peluang besar bagi industri perjalanan wisata.

Wisatawan yang datang ke Bandung nantinya tidak hanya beraktivitas di dalam kota, tetapi juga akan menyebar ke sejumlah daerah lain di Jawa Barat. Selain wisata, potensi perjalanan bisnis juga dinilai besar, mulai dari sektor golf hingga ekspor impor.

Maka, ketika Bandara Husein kembali aktif, masyarakat Bandung juga dinilai akan lebih hemat waktu dan biaya perjalanan dibandingkan harus terbang melalui Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng.

“Durasi perjalanan lebih singkat dibandingkan harus ke Cengkareng,” katanya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More