Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jabar Terbanyak Dapat Revitalisasi, 323 Sekolah Diusulkan di Majalengka

Jabar Terbanyak Dapat Revitalisasi, 323 Sekolah Diusulkan di Majalengka
Pengendara motor melintas di depan dapur MBG dan SDN Gandawesi II (inin nastain/IDN Times)
Intinya Sih
  • Jawa Barat jadi provinsi dengan alokasi revitalisasi sekolah terbesar, menerima hampir Rp1,5 triliun pada 2025 karena banyak sekolah membutuhkan perbaikan.
  • Program revitalisasi difokuskan pada sekolah rusak berat, terdampak bencana, dan wilayah 3T dengan prinsip pemerataan di seluruh Indonesia.
  • Sebanyak 323 sekolah di Majalengka diusulkan untuk direvitalisasi, didominasi SD, dan program nasional ini ditargetkan berlanjut hingga 2029.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Majalengka, IDN Times – Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah sekolah terbanyak yang mendapatkan program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dari ribuan sekolah yang diperbaiki, sebanyak 323 di antaranya berasal dari Kabupaten Majalengka.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Dikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, saat kunjungan kerja ke Majalengka, Selasa (21/4/2026). Ia menyebut, tingginya alokasi untuk Jawa Barat disebabkan banyaknya sekolah yang membutuhkan perbaikan.

1. Jabar jadi provinsi dengan alokasi revitalisasi terbesar

IMG_20260421_121236.jpg
Wamen Dikdasmen Fajar Riza Ul Haq (inin nastain/IDN Times)

Fajar menjelaskan, pada 2025 Jawa Barat menerima anggaran revitalisasi sekolah hampir Rp1,5 triliun. Besarnya anggaran ini sejalan dengan jumlah sekolah di Jabar yang sangat banyak dan sebagian dalam kondisi membutuhkan perhatian.

Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan revitalisasi sekitar 71 ribu sekolah di seluruh Indonesia. Anggaran yang disiapkan diperkirakan mencapai Rp80 hingga Rp90 triliun.

“Kalau tahun lalu Rp16,9 triliun untuk 16 ribu sekolah, sekarang ditargetkan 71 ribu sekolah. Angkanya bisa Rp80 sampai Rp90 triliun,” ujar Fajar.

2. Prioritas revitalisasi, rusak berat hingga daerah 3T

Videoshot_20260416_154044.jpg
Pagar sekolah dalam keadaan miring (inin nastain/IDN Times)

Program revitalisasi ini difokuskan pada tiga kategori utama, yakni sekolah dengan kondisi rusak berat, terdampak bencana, dan berada di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

Menurut Fajar, Pulau Jawa berpotensi mendominasi karena jumlah sekolah yang besar. Namun, daerah lain tetap menjadi prioritas jika memenuhi kriteria, seperti wilayah terdampak bencana di Sumatera atau daerah 3T di Indonesia Timur.

“Prinsipnya pemerataan, semua daerah akan mendapat perhatian sesuai kebutuhan,” katanya.

3. Sebanyak 323 sekolah di Majalengka sudah diusulkan

IMG_20260416_140950.jpg
Plank SDN Gandawesi II (inin nastain/IDN Times)

Di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Kepala Dinas Pendidikan, Umar Ma'ruf, telah mengusulkan 323 sekolah untuk masuk program revitalisasi.

Dari jumlah tersebut, sekolah dasar (SD) mendominasi dengan 221 unit. Selain itu, terdapat 39 PAUD dan 63 SMP yang turut diajukan.

Pengusulan ini berdasarkan pemetaan kondisi sekolah, termasuk yang sempat menjadi sorotan publik seperti SDN Gandawesi 2 di Kecamatan Ligung.

“Semua sekolah dengan kondisi serupa sudah kami data dan diusulkan agar mendapat penanganan yang layak,” kata Umar.

Pemerintah menegaskan, program revitalisasi sekolah akan terus berlanjut hingga 2029 dengan target perbaikan sekitar 300 ribu sekolah di seluruh Indonesia, sehingga seluruh satuan pendidikan dapat memiliki fasilitas yang layak.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More