Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Dijamin Pemprov Jabar

- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menanggung seluruh biaya perawatan korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur serta memberi santunan Rp50 juta bagi ahli waris korban meninggal.
- Kecelakaan terjadi saat KRL berhenti karena taksi listrik mogok di lintasan, menyebabkan tabrakan dengan kereta Argo Bromo Anggrek rute Jakarta–Surabaya dan menimbulkan tujuh korban tewas serta 81 luka-luka.
- Proses evakuasi berlangsung hati-hati selama sekitar delapan jam, dengan Basarnas berhasil mengevakuasi tiga korban terjepit dan masih memastikan tidak ada korban tersisa di dalam rangkaian kereta.
Bandung, IDN Times - Proses penanganan kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam kini masih berlangsung. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan akan menanggung seluruh biaya perawatan korban.
Selain menjamin biaya medis, pemerintah daerah juga telah menyiapkan santunan bagi ahli waris korban yang meninggal dunia. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab langsung pemerintah terhadap para korban.
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat menanggung seluruh biaya perawatan rumah sakit pada semua korban yang dirawat. Akan memberikan santunan kepada yang meninggal masing-masing 50 juta rupiah," ujar Dedi, Selasa (28/4/2026).
1. Saat ini masih ada beberapa yang tengah dievakuasi

Mengenai kronologi kejadian, Dedi menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat KRL berhenti di lintasan rel akibat adanya taksi listrik yang mogok. Kondisi itu kemudian memicu tabrakan dengan kereta api Argo Bromo Anggrek rute Jakarta-Surabaya.
"Sehingga menimbulkan korban meninggal dunia dan dirawat di rumah sakit dan masih ada empat orang yang belum bisa dievakuasi dalam keadaan terjepit," katanya.
Dedi Mulyadi juga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang menimpa KRL rute Jakarta-Bekasi tersebut, khususnya pada gerbong pengangkut penumpang perempuan.
"Kami menyampaikan duka yang dalam atas musibah tertabraknya KRL Jakarta Kabupaten Bekasi khusus pengangkut penumpang perempuan oleh kereta api cepat Argo Bromo Anggrek Jakarta Surabaya," ucapnya.
2. Evakuasi dilakukan dengan kehati-hatian

Dedi mengajak warga Jawa Barat untuk mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan. Adapun jumlah korban kecelakaan sampai saat ini tercatat tujuh orang tewas dan 81 luka-luka.
"Pada seluruh warga Jawa Barat agar keluarga korban ditambahkan dan mendapat kesabaran menghadapi musibah yang dialami ini," kata Dedi.
Terpisah, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin mengatakan evakuasi yang dilakukan memang cukup lama. Sebab, petugas melakukannya dengan hati-hati.
"Evakuasi ini terus terang cukup lama selama kurang 8 jam dan kita lakukan hati-hati sekali," ujarnya.
3. Tiga orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat

Sementara, Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafi'i memastikan, tiga korban terhimpit gerbong commuter line di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat berhasil dievakuasi.
"Barusan yang terevakuasi 3. Kita hanya menyerahkan ke tim medis," ujarnya dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur.
Meski begitu, Basarnas belum bisa memastikan apakah masih ada korban tersisa di dalam rangkaian atau tidak. Oleh karena itu, petugas gabungan akan melakukan penelusuran untuk memastikan seluruh korban telah dievakuasi.
"Kita belum bisa memastikan tapi yang pasti sudah barusan. Tiga hidup sudah berhasil kita evakuasi. Kita akan meyakinkan apakah ada sisa korban di dalam kereta," ujarnya.
Berdasarkan data terakhir, terdapat tujuh korban meninggal dunia, sementara itu terdapat 81 orang dirawat di rumah sakit.















![[QUIZ] Seberapa Kenal Kamu dengan Sekolah Maung ala Dedi Mulyadi?](https://image.idntimes.com/post/20260423/upload_9928a4e02671ffc75fbda2223696bb83_716aa4a3-f215-4baa-a979-00c56b01c07f_watermarked_idntimes-1.jpg)
