Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Farhan Ingin Bandung Zoo Jadi Pusat Edukasi Hingga Konservasi

Farhan Ingin Bandung Zoo Jadi Pusat Edukasi Hingga Konservasi
Kegiatan pemeriksaan kesehatan di Bandung Zoo. IDN Times/Istimewa
Intinya Sih
  • Pemerintah Kota Bandung menyiapkan revitalisasi Kebun Binatang Bandung agar berfungsi sebagai pusat edukasi dan konservasi, bukan sekadar tempat rekreasi.
  • Wali Kota Farhan menekankan pentingnya mempertahankan identitas budaya serta melibatkan program pelepasliaran satwa sesuai ekosistem yang mendukung.
  • Proses pembukaan kembali dilakukan bertahap sambil menyelesaikan izin konservasi, AMDAL, dan pengalihan aset dengan nilai kerja sama awal Rp4,3 miliar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times – Pemerintah Kota Bandung tidak hanya menargetkan pembukaan kembali Kebun Binatang Bandung, tetapi juga ingin menghadirkan konsep baru yang lebih menonjolkan fungsi edukasi dan konservasi. Revitalisasi yang sedang disiapkan diharapkan mampu menjadikan kawasan tersebut sebagai ruang belajar bagi anak-anak sekaligus tetap mempertahankan identitas yang selama ini melekat di masyarakat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan arah pengelolaan baru Bandung Zoo harus memberikan manfaat yang lebih luas, tidak sekadar menjadi tempat rekreasi. Menurut dia, ada sejumlah prinsip yang sudah disampaikan kepada pengelola baru sebagai acuan selama proses revitalisasi berjalan.

“Untuk konsep revitalisasinya mereka akan melakukan edukasi untuk anak-anak,” kata Farhan, Jumat (12/6/2026).

1. Identitas Budaya harus dipertahankan

IMG-20260410-WA0113.jpg
Kegiatan pemeriksaan kesehatan di Bandung Zoo. IDN Times/Istimewa

Farhan mengatakan fungsi pendidikan menjadi salah satu harapan utama pemerintah terhadap pengelolaan baru Bandung Zoo. Konsep yang dikembangkan nantinya diharapkan bisa membuat kebun binatang menjadi tempat belajar yang menarik bagi anak-anak.

Di sisi lain, ia meminta karakter Bandung Zoo yang selama ini dikenal masyarakat tetap dipertahankan. Menurut dia, keberadaan kebun binatang tidak hanya bicara satwa, tetapi juga menjadi bagian dari ruang ekspresi budaya di Kota Bandung.

“Pesan dari saya ada tiga hal yang harus diperhatikan, pertama tetap mempertahankan pegawai yang lama, kedua tetap mempertahankan karakter bahwa Kebun Binatang Bandung ini dikenal dengan tempat salah satu ekspresi budaya kita,” ujar Farhan.

2. Diminta ada program pelepasliaran satwa

VANTARA BANDUNG ZOO 26 (1).jpg.jpeg
Hewan di kawasan Bandung Zoo, dok.istimewa

Selain edukasi, Farhan menilai aspek konservasi harus diperkuat dalam pengelolaan baru. Salah satu gagasan yang didorong pemerintah yakni penyusunan agenda pelepasliaran satwa secara bertahap.

Ia menjelaskan pelepasliaran tidak selalu harus dilakukan jauh dari Kota Bandung, tetapi bisa memanfaatkan wilayah yang memiliki ekosistem sesuai. Beberapa jenis satwa dinilai memiliki peluang untuk dikembalikan ke habitat yang lebih mendukung.

“Bandung Zoo harus menyusun agenda untuk melepas peliharaan. Pelepasliaran ini enggak harus jauh, misal owa dan surili itu ke daerah Kabupaten Bandung seperti Pangalengan atau Gambung juga bagus,” kata Farhan.

3. Revitalisasi ditargetkan berjalan bertahap sambil menunggu izin selesai

IMG_20260104_094234.jpg
Kondisi tempat wisata Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) saat akhir pekan, Minggu (4/1/2026). IDN Times/Debbie Sutrisno

Di tengah penyusunan konsep baru, Farhan memastikan proses administrasi dan perizinan tetap menjadi pekerjaan besar yang harus diselesaikan lebih dulu. Pemkot saat ini sedang menyelesaikan konsep kerja sama sekaligus menyiapkan dokumen yang dibutuhkan.

Farhan menyebut pembayaran awal dari pengelola sudah diterima pemerintah kota. Namun, proses pembukaan kembali diperkirakan membutuhkan waktu karena masih ada izin konservasi baru, AMDAL, hingga proses pengalihan aset yang harus dituntaskan.

“Untuk nominalnya Rp4,3 miliar itu tidak ada negosiasi. Sebelum pukul 23.59 (hari ini) saya harap sudah tanda tangan dan menerima pembayaran pertama. Buka lagi satu sampai dua tahun lah karena izin yang harus diurus cukup panjang,” ujar Farhan.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More