Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

900 Siswa SDN 026 Bandung Dipindah Bertahap usai Pemkot Kalah Sengketa

Kota Bandung
900 Siswa SDN 026 Bandung Dipindah Bertahap usai Pemkot Kalah Sengketa
900 Siswa SDN 026 Bandung Dipindah Bertahap usai Pemkot Kalah Sengketa. IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Pemkot Bandung memastikan 900 siswa SDN 026 Bojongloa tetap belajar setelah kalah sengketa lahan, dengan hak pendidikan menjadi prioritas selama sekolah harus dikosongkan.
  • Siswa akan direlokasi bertahap ke SDN 148 Bojongloa Kidul dalam target dua hingga tiga minggu, sambil Pemkot meminta waktu dan mengupayakan pembangunan sekolah pengganti.
  • Wali Kota Farhan melarang penggembokan kembali, memerintahkan patroli 24 jam, serta memisahkan penanganan sengketa 135 aset agar pembelajaran siswa tidak terganggu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung memastikan proses belajar 900 siswa SDN 026 Bojongloa tetap berjalan meski sekolah tersebut harus dikosongkan setelah Pemkot kalah dalam sengketa lahan di pengadilan. Pemindahan siswa akan dilakukan secara bertahap ke SDN 148 Bojongloa Kidul sebagai solusi sementara.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, penyelesaian sengketa hukum tidak boleh mengorbankan hak anak untuk memperoleh pendidikan. Menurutnya, kepentingan pendidikan harus menjadi prioritas di atas persoalan administrasi dan legalitas aset.

"Hak anak-anak mendapatkan pendidikan harus di atas semua ketentuan legal formal," kata Farhan, Jumat (7/8/2026).

1. Pemkot minta waktu relokasi siswa

Ilustrasi sengketa lahan (IDN Times/Ervan)
Ilustrasi sengketa lahan (IDN Times/Ervan)

Farhan mengatakan, Pemerintah Kota Bandung menghormati putusan pengadilan yang menyatakan Pemkot kalah dalam sengketa kepemilikan lahan SDN 026 Bojongloa. Meski demikian, relokasi ratusan siswa tidak bisa dilakukan secara mendadak.

Ia mengungkapkan, Pemkot sebenarnya telah menyiapkan lahan pengganti untuk membangun sekolah baru. Namun, rencana tersebut masih menghadapi penolakan dari sebagian warga di sekitar lokasi sehingga proses pembangunan belum dapat berjalan.

Karena itu, Pemkot kini melakukan musyawarah dengan warga sekaligus meminta tenggang waktu kepada pihak ahli waris Hamim sebagai pemenang perkara agar proses pemindahan siswa dapat dilakukan dengan baik.

"Memindahkan 900 siswa langsung ke tempat baru tidak semudah ini. Kami sudah punya lahan penggantinya, namun ternyata ada penolakan dari warga sekitar lahan pengganti tersebut," ujarnya.

2. Siswa SDN 026 akan dipindahkan bertahap ke SDN 148

ilustrasi sekolah alam
ilustrasi sekolah alam (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Sambil menunggu pembangunan sekolah baru, Pemkot memutuskan memindahkan kegiatan belajar mengajar secara bertahap ke SDN 148 Bojongloa Kidul. Proses relokasi ditargetkan berlangsung dalam dua hingga tiga minggu.

Farhan meminta Kepala SDN 026 dan SDN 148 menyiapkan seluruh proses perpindahan dengan matang, termasuk memberikan sosialisasi kepada para orang tua agar tidak menimbulkan kepanikan. Ia menyadari setiap keluarga memiliki kekhawatiran berbeda sehingga sekolah diminta membuka ruang komunikasi seluas-luasnya selama masa transisi.

"Berikan sosialisasi kepada ibu-ibu dan murid secara sistematis, jangan dibikin panik. Setiap orang tua punya kekhawatiran sendiri-sendiri," katanya.

Farhan juga mengaku akan meminta ahli waris memberikan waktu kepada Pemkot untuk menyelesaikan dua tahapan, yakni memastikan pembangunan sekolah baru mendapat persetujuan warga dan memindahkan siswa secara bertahap ke SDN 148.

3. Farhan larang sekolah kembali digembok, minta patroli 24 jam

ilustrasi gembok(pexels.com/Arturo Añez.)
ilustrasi gembok(pexels.com/Arturo Añez.)

Menanggapi keresahan warga setelah sempat terjadi penggembokan sekolah, Farhan menginstruksikan Camat Bojongloa Kidul bersama Forkopimcam melakukan patroli selama 24 jam di sekitar SDN 026. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi upaya penggembokan yang menghambat aktivitas belajar mengajar. Bahkan, Farhan meminta agar dirinya langsung dihubungi apabila kejadian serupa kembali terjadi.

"Tidak boleh ada penggembokan lagi. Kalau ada upaya penggembokan lagi, telepon saya langsung. Kita akan pastikan tidak boleh ada sekolah yang digembok," tegasnya.

Farhan menilai persoalan sengketa lahan tidak boleh menghilangkan hak konstitusional anak untuk memperoleh pendidikan. Menurutnya, negara wajib memastikan seluruh siswa tetap dapat bersekolah meski proses hukum atas aset masih berjalan.

Ia juga menegaskan persoalan sengketa aset Pemkot yang mencapai 135 bidang akan diselesaikan secara terpisah karena fokus utama saat ini adalah memastikan 900 siswa SDN 026 tetap bisa belajar tanpa terganggu.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More