Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cirebon Naikkan Status Siaga, Kekeringan Mulai Mengepung

Kab. Cirebon
Cirebon Naikkan Status Siaga, Kekeringan Mulai Mengepung
Kondisi Setu Patok di Kabupaten Cirebon (IDN Times/Hakim Baihaqi)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Pemkab Cirebon menetapkan status siaga darurat kekeringan dan karhutla pada 1 Juli-30 September 2026, mengacu prakiraan kemarau BMKG dan potensi gangguan air bersih serta pertanian.
  • Status siaga disiapkan untuk memperkuat koordinasi, pencegahan, dan mobilisasi personel serta peralatan, termasuk mempercepat distribusi air bersih dan penanganan kebakaran bila kondisi darurat terjadi.
  • Warga diminta menghemat air, tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan api, serta segera melaporkan titik api demi melindungi pertanian dan lingkungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Cirebon, IDN Times- Pemerintah Kabupaten Cirebon menaikkan status menjadi siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah menghadapi ancaman musim kemarau 2026.

Penetapan dilakukan lebih awal agar upaya mitigasi dapat berjalan sebelum risiko bencana mencapai puncaknya.

Status siaga berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026 berdasarkan Keputusan Bupati Cirebon Nomor 300.2/Kep.388-BPBD/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Cirebon Tahun 2026.

Keputusan tersebut ditandatangani pada 13 Juli 2026 dengan mempertimbangkan prakiraan musim kemarau dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pemerintah daerah menilai periode Juli hingga September menjadi fase yang perlu diwaspadai karena berpotensi memunculkan kekeringan di sejumlah wilayah, menurunkan ketersediaan air bersih, mengganggu aktivitas pertanian, hingga meningkatkan risiko kebakaran lahan.

1. Dampak kemarau dinilai berpotensi meluas

Setu Patok di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (IDN Times/Hakim Baihaqi)
Setu Patok di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (IDN Times/Hakim Baihaqi)

Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan musim kemarau tahun ini tidak hanya membawa ancaman terhadap pasokan air bagi masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.

Menurutnya, penetapan status siaga darurat merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah agar seluruh perangkat daerah dapat bergerak lebih cepat apabila kondisi di lapangan memburuk.

“Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan ini merupakan langkah antisipatif Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh perangkat daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana pada musim kemarau. Melalui sinergi dan kolaborasi semua pihak, diharapkan dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan,” ujar Imron, Selasa (4/8/2026).

2. Mitigasi diperkuat untuk percepat penanganan

Ilustrasi kemarau kekeringan (pixabay.com/ThorstenF)
Ilustrasi kemarau kekeringan (pixabay.com/ThorstenF)

Selama masa siaga, Pemerintah Kabupaten Cirebon akan memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat ketika terjadi kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan.

Langkah yang disiapkan meliputi peningkatan kesiapsiagaan perangkat daerah, penguatan upaya pencegahan, hingga percepatan mobilisasi personel, peralatan, dan sumber daya apabila situasi berubah menjadi darurat.

Imron menuturkan status siaga juga memberikan landasan administratif bagi pemerintah daerah untuk mempercepat distribusi bantuan, termasuk penyaluran air bersih ke wilayah terdampak, penanganan kebakaran lahan, serta koordinasi antarlembaga agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat.

“Status siaga juga menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mempercepat mobilisasi sumber daya apabila terjadi keadaan darurat di lapangan. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat distribusi bantuan air bersih, penanganan kebakaran, maupun koordinasi antarinstansi sehingga dampak terhadap masyarakat dapat ditekan,” katanya.

3. Warga diminta ikut cegah risiko bencana

kekeringan besar (radiowest.kuer.org)
kekeringan besar (radiowest.kuer.org)

Pemerintah daerah mengajak masyarakat ikut berperan dalam mengurangi dampak musim kemarau dengan menggunakan air secara bijak dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah maupun membuka lahan dengan api.

Warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi memicu kebakaran.

Respons cepat dinilai penting agar api tidak meluas ke lahan yang mulai mengering akibat berkurangnya curah hujan.

Menurut Imron, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketersediaan air bersih, melindungi lahan pertanian, sekaligus menekan kerusakan lingkungan selama musim kemarau berlangsung.

“Upaya bersama itu diharapkan mampu menekan risiko kekeringan, menjaga ketersediaan air bersih, melindungi sektor pertanian, sekaligus mengurangi potensi kerusakan lingkungan akibat kebakaran hutan dan lahan,” tutupnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More