Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kota Baru Parahyangan, Dari Perumahan Menjadi Kota Mandiri

Kota Bandung
Kota Baru Parahyangan, Dari Perumahan Menjadi Kota Mandiri
Penampakan Kota Baru Parahayangan. Dok IDN Times
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Kota Baru Parahyangan di Bandung Barat berkembang selama 25 tahun dari kawasan hunian menjadi kota mandiri seluas sekitar 1.250 hektare dengan fasilitas pendidikan, kesehatan, komersial, dan transportasi.
  • Keberhasilan kawasan diukur melalui hunian aktif: lebih dari 6.200 rumah terjual hingga April 2026, dengan tingkat hunian sekitar 67 persen; pengembang menyebut kisaran okupansi 70–80 persen.
  • KBP menyiapkan bioskop, lifestyle mall, Lembur Udjo Parahyangan, Bumiluhur Country Club, dan Hilton Hotel untuk memperluas aktivitas masyarakat serta melengkapi fungsi kota mandiri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung Barat, IDN Times - Tidak banyak kawasan hunian yang mampu bertahan hingga seperempat abad sembari terus berkembang. Kota Baru Parahyangan (KBP) di Kabupaten Bandung Barat kini telah bertransformasi menjadi sebuah kota mandiri dengan fasilitas yang semakin lengkap.

Perubahan itu terlihat dari bertambahnya berbagai fasilitas pendidikan, kesehatan, komersial hingga transportasi publik yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan warga. Bagi pengembang, membangun rumah saja tidak lagi cukup jika ingin kawasan tetap hidup dalam jangka panjang.

1. Kota Baru Parahyangan dibangun bukan sekadar menjual rumah

KBP-10.jpg
Penampakan Kota Baru Parahayangan. Dok IDN Times

Marketing Manager Kota Baru Parahyangan, Joseph Ijong Dachlan, mengatakan, konsep kota mandiri sudah menjadi visi pengembangan kawasan sejak awal. Karena itu, pembangunan fasilitas dilakukan secara bertahap mengikuti pertumbuhan jumlah penghuni.

"Kalau ditanya kenapa bisa bertahan sampai 25 tahun, sebenarnya karena sejak awal kami tidak hanya membangun rumah, tetapi membangun sebuah kota," kata Joseph.

Menurut dia, kawasan yang kini memiliki luas sekitar 1.250 hektare itu terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat. Berbagai fasilitas seperti sekolah, universitas, rumah sakit, kawasan komersial, hotel, pasar, perbankan hingga transportasi umum kini telah tersedia dalam satu kawasan.

2. Tingkat hunian menjadi ukuran keberhasilan kawasan

KBP-19.jpg
Penampakan Kota Baru Parahayangan. Dok IDN Times

Joseph mengatakan keberhasilan sebuah kawasan tidak hanya diukur dari banyaknya rumah yang terjual. Lebih penting lagi adalah seberapa banyak rumah tersebut benar-benar dihuni sehingga kehidupan di dalam kawasan terus tumbuh.

"Okupansi kami sudah berada di kisaran 70 sampai 80 persen. Artinya rumah-rumah yang dibangun memang menjadi tempat tinggal masyarakat."

Data KBP menunjukkan hingga April 2026 terdapat lebih dari 6.200 unit rumah yang telah terjual dengan tingkat hunian sekitar 67 persen. Kondisi tersebut dinilai menjadi indikator bahwa kawasan berkembang sebagai lingkungan tempat tinggal, bukan sekadar lokasi investasi properti.

3. Bioskop hingga kawasan budaya disiapkan melengkapi kota

KBP-7.jpg
Penampakan Kota Baru Parahayangan. Dok IDN Times

Memasuki usia ke-25 tahun, pengembangan kawasan belum berhenti. KBP menyiapkan sejumlah fasilitas baru untuk memperkuat fungsi kota mandiri sekaligus menghadirkan lebih banyak ruang aktivitas bagi masyarakat.

"Kami terus menambah fasilitas supaya masyarakat memiliki lebih banyak alasan untuk datang, tinggal, maupun beraktivitas di Kota Baru Parahyangan."

Beberapa proyek yang tengah disiapkan di antaranya pembangunan bioskop, lifestyle mall, kawasan budaya Lembur Udjo Parahyangan, Bumiluhur Country Club hingga Hilton Hotel. Pengembangan tersebut diharapkan membuat kawasan tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat aktivitas masyarakat Bandung Raya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More