Kebutuhan Teknisi AC Meningkat, Industri Gandeng SMK

- Pertumbuhan industri tata udara, investasi, dan kapasitas manufaktur di Indonesia meningkatkan kebutuhan teknisi serta tenaga ahli refrigerasi dan tata udara.
- Industri dan SMK memperkuat kolaborasi melalui penyelarasan kurikulum, sertifikasi, pelatihan, serta peningkatan fasilitas agar kompetensi siswa dan guru sesuai kebutuhan kerja.
- SMKN 2 Pekanbaru menjadi sekolah pertama di Sumatera dengan DAIKIN Center of Excellence, untuk mendukung pengembangan talenta, pendidik, dan teknisi tata udara regional.
Bandung, IDN Times - Pertumbuhan industri tata udara di Indonesia mendorong meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil, khususnya teknisi dan tenaga ahli di bidang refrigerasi dan tata udara. Kondisi ini membuat kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan vokasi semakin penting untuk memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kemitraan antara industri dan sekolah menengah kejuruan (SMK). Terbaru, SMKN 2 Pekanbaru menjadi sekolah pertama di Sumatera yang memiliki DAIKIN Center of Excellence, fasilitas pembelajaran berbasis industri yang dirancang untuk mendukung pengembangan kompetensi siswa dan tenaga pendidik di bidang tata udara.
1. Kebutuhan SDM terampil tumbuh seiring perkembangan industri

Permintaan terhadap teknisi dan tenaga ahli tata udara terus meningkat seiring berkembangnya industri pendingin udara di Indonesia. Selain pertumbuhan pasar, kebutuhan tersebut juga didorong oleh bertambahnya investasi dan kapasitas produksi di sektor manufaktur.
Vice President Director PT Daikin Airconditioning Indonesia, Budi Mulia mengatakan, penguatan kompetensi sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pertumbuhan industri secara berkelanjutan.
“Masih terus berkembangnya industri tata udara inilah yang membuat kolaborasi antara dunia usaha dan dunia pendidikan menjadi penting. Menciptakan simbiosis untuk saling bertumbuh dan membangun kompetensi sumber daya manusia yang pada gilirannya akan mengisi kebutuhan tenaga kerja pelaku usaha,” ujarnya.
2. Link and match vokasi dengan dunia kerja terus diperkuat

Kolaborasi antara industri dan SMK saat ini tidak hanya dilakukan melalui praktik kerja lapangan. Berbagai program lain juga dijalankan, mulai dari penyelarasan kurikulum, sertifikasi industri bagi guru dan siswa, hingga pelatihan langsung dari pelaku usaha.
Menurut Budi, peningkatan fasilitas pembelajaran menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Berbagai peningkatan pada bangunan dan fasilitas pembelajaran ini menjadi penguatan untuk mendukung keberlanjutan kolaborasi lewat berbagai program pengembangan kompetensi yang telah berlangsung sebelumnya,” katanya.
Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang lebih dekat dengan teknologi dan kebutuhan industri saat ini.
3. Sumatera mulai menjadi pusat pengembangan talenta industri

Kehadiran pusat pembelajaran berbasis industri di SMKN 2 Pekanbaru menjadi langkah awal penguatan pengembangan talenta tata udara di Sumatera. Selain mendukung pembelajaran siswa, fasilitas tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan teknisi di wilayah sekitar.
Kepala SMKN 2 Pekanbaru, Kamal Majdi menyebut kolaborasi dengan industri menjadi bagian penting dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kehadiran fasilitas ini diharapkan semakin memperkuat kompetensi siswa maupun tenaga pengajar, sekaligus menghadirkan proses pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Di tengah pertumbuhan industri tata udara yang masih berlanjut, kebutuhan terhadap tenaga kerja terampil diperkirakan akan terus meningkat. Karena itu, sinergi antara dunia usaha dan pendidikan vokasi menjadi salah satu kunci untuk menyiapkan SDM yang mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.


















.jpg)