Tabrakan KA di Bekasi Ganggu Enam Perjalanan Kereta dari Daop 3 Cirebon

- Insiden operasional di Stasiun Bekasi Timur menyebabkan gangguan perjalanan kereta di wilayah Daop 3 Cirebon, termasuk keterlambatan hingga pembatalan sejumlah jadwal menuju Jakarta.
- KAI mencatat empat korban meninggal dan 79 luka-luka, sementara 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi selamat ke rumah sakit rujukan.
- KAI terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk percepatan evakuasi dan pemulihan layanan, serta memberikan pembaruan informasi kepada masyarakat secara berkala.
Cirebon, IDN Times - Sejumlah perjalanan kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mengalami gangguan menyusul insiden operasional yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, wilayah Daop 1 Jakarta.
Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin mengatakan, gangguan ini menyebabkan keterlambatan hingga pembatalan sejumlah perjalanan.
Di wilayah Daop 3 sendiri, tercatat enam perjalanan kereta api tujuan Jakarta mengalami antrean dan keterlambatan antara 10 hingga 30 menit.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujar Muhibbuddin dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2026).
1. Daftar perjalanan KA yang dibatalkan

Dampak insiden ini juga menyebabkan pembatalan sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh pada 27 dan 28 April 2026. Beberapa di antaranya adalah KA Gunungjati, Argo Muria, Mataram, Gumarang, hingga Jayabaya dengan berbagai relasi seperti Gambir, Pasar Senen, Semarang Tawang, Solo Balapan, hingga Surabaya Pasarturi.
Selain itu, perjalanan lain seperti KA Progo, Anjasmoro, Tawangjaya Premium, dan Menoreh juga masuk dalam daftar pembatalan.
Pembatalan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengaturan operasional dan keselamatan perjalanan di tengah penanganan insiden.
"KAI mengimbau pelanggan untuk memantau informasi terbaru terkait jadwal perjalanan serta memanfaatkan layanan pengembalian tiket atau penjadwalan ulang sesuai ketentuan yang berlaku," kata Muhibuddin, Selasa (28/4/2026).
2. Evakuasi penumpang dan korban

Muhibuddin menyebutkan, fokus utama saat ini adalah penanganan di lokasi kejadian, termasuk evakuasi penumpang serta awak sarana. Seluruh proses dilakukan dengan mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama.
Dalam insiden tersebut, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang dilaporkan telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Sementara itu, data sementara hingga pukul 02.00 WIB mencatat empat orang meninggal dunia dan 79 orang mengalami luka-luka.
Para korban telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit rujukan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
"KAI memastikan seluruh petugas di lapangan terus bekerja maksimal untuk mempercepat proses penanganan dan pemulihan kondisi operasional," kata Muhibuddin.
3. Koordinasi dan pembaruan informasi

Muhibbuddin menegaskan, KAI terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan penanganan berjalan optimal. Informasi terbaru akan terus disampaikan kepada masyarakat secara berkala.
“Kami akan terus memberikan pembaruan informasi kepada pelanggan serta memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secepat dan sebaik mungkin,” katanya.
KAI juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Upaya pemulihan operasional diharapkan dapat segera dilakukan setelah proses evakuasi dan penanganan selesai.















![[QUIZ] Seberapa Kenal Kamu dengan Sekolah Maung ala Dedi Mulyadi?](https://image.idntimes.com/post/20260423/upload_9928a4e02671ffc75fbda2223696bb83_716aa4a3-f215-4baa-a979-00c56b01c07f_watermarked_idntimes-1.jpg)

