Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Udara Buruk Ditemukan di Tujuh Rumah Dekat Pabrik Kapur Cipatat

Kota Bandung
Udara Buruk Ditemukan di Tujuh Rumah Dekat Pabrik Kapur Cipatat
ilustrasi pencemaran sampah (IDN Times)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Pengukuran di 15 rumah sekitar pabrik kapur Cipatat menemukan tujuh rumah memiliki kadar PM10 dan PM2,5 di atas baku mutu, sehingga kualitas udaranya tergolong buruk.
  • Dinkes Bandung Barat belum menyimpulkan pabrik kapur sebagai sumber tunggal pencemaran, karena sebagian mesin tidak beroperasi saat pengukuran dan lalu lintas jalan raya turut berpotensi memengaruhi udara.
  • Dinkes KBB dan Jawa Barat menggelar pemeriksaan massal gangguan pernapasan di Padalarang-Cipatat, mencakup skrining TBC, spirometri, portable X-ray, serta pengukuran kualitas udara permukiman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Sebanyak tujuh dari 15 rumah di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memiliki partikulat udara (Particulate Matter/PM) 10 dan PM2,5. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat menyatakan, angka tersebut di atas baku mutu, dan kualitas udara dalam kategori buruk.

Kondisi udara yang buruk itu, nantinya akan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Angka cemaran udara tersebut diketahui Dinkes Bandung Barat berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan Puskesmas Cipatat di kawasan permukiman yang berada di sekitar pabrik pengolahan batu kapur.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes KBB, Lia Nurliani Sukandar, mengatakan hasil pengukuran tersebut belum bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan sumber pencemaran berasal dari aktivitas industri pengolahan batu kapur.

"Jadi hasil tersebut belum dapat langsung disimpulkan berasal dari satu sumber tertentu, karena pada saat pengukuran tidak seluruh mesin pabrik beroperasi dan lokasi permukiman juga berdekatan dengan jalan raya," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (29/7/2026).

1. Pemerintah turut mengecek kesehatan warga sekitar pabrik

ilustrasi pencemaran udara (IDN Times/Nathan Manaloe)
ilustrasi pencemaran udara (IDN Times/Nathan Manaloe)

Menurut Lia, keberadaan lalu lintas kendaraan di sekitar lokasi permukiman juga berpotensi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas udara saat pengukuran dilakukan. Karena itu, diperlukan kajian lebih lanjut untuk mengetahui sumber utama pencemaran debu di wilayah tersebut.

Adapun Dinkes KBB bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat telah menggelar pemeriksaan kesehatan gratis secara massal bagi warga yang diduga terdampak pencemaran debu kapur di Kecamatan Padalarang dan Cipatat.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan tersebut mulai dilaksanakan sejak Sabtu (25/7/2026) dengan melibatkan sejumlah puskesmas, rumah sakit, serta dukungan tenaga kesehatan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Pemeriksaan dilakukan melalui tracing Tuberkulosis (TBC) yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), dilengkapi pemeriksaan kesehatan saluran pernapasan menggunakan kuesioner PUMA, spirometri, hingga pemeriksaan penunjang dengan portable X-ray," kata Lia.

2. Cek kesehatan melibatkan Dinkes Provinsi Jabar

ilustrasi pencemaran udara (IDN Times/Nathan Manaloe)
ilustrasi pencemaran udara (IDN Times/Nathan Manaloe)

Untuk menunjang pelaksanaan pemeriksaan, pemerintah menyiapkan lima unit portable X-ray. Sebanyak tiga unit merupakan bantuan pinjaman dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sedangkan dua unit lainnya milik Dinkes KBB.

Empat unit portable X-ray ditempatkan di Puskesmas Jayamekar, Tagogapu, Sumur Bandung, dan Cipatat. Sementara satu unit lainnya disiagakan sebagai cadangan guna mengantisipasi kebutuhan pemeriksaan tambahan di lapangan.

Pelaksanaan CKG mendapat respons positif dari masyarakat. Warga yang datang tidak hanya memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan umum, tetapi juga mengikuti skrining gangguan pernapasan yang disediakan petugas kesehatan.

3. Ada ratusan warga diduga terdampak pabrik pengolahan batu kapur

ilustrasi pencemaran udara (IDN Times/Nathan Manaloe)
ilustrasi pencemaran udara (IDN Times/Nathan Manaloe)

Di Puskesmas Sumur Bandung, tercatat sebanyak 136 warga mengikuti CKG sekaligus mengisi kuesioner PUMA. Dari jumlah tersebut, lima warga menjalani pemeriksaan spirometri dan delapan orang menjalani pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM). Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari RSD Sidawangi.

Sementara di Puskesmas Jayamekar, sebanyak seratus warga mengikuti CKG. Sebanyak 24 orang menjalani skrining menggunakan kuesioner PUMA dan 23 orang mengikuti pemeriksaan spirometri dengan dukungan dari RS Kesehatan Kerja Provinsi Jawa Barat.

"Tak hanya memeriksa kondisi kesehatan warga saja, tim juga melakukan pengukuran kualitas udara di lingkungan permukiman. Sebanyak 15 rumah di RW 22 wilayah kerja Puskesmas Cipatat menjadi lokasi pengukuran kadar debu," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More