Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Transaksi Saham di Ciayumajakuning Tembus Rp2,57 T Pada Awal 2026

Transaksi Saham di Ciayumajakuning Tembus Rp2,57 T Pada Awal 2026
ilustrasi saham (unsplash.com/Marga Santoso)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Jumlah investor pasar modal di Ciayumajakuning mencapai 567,6 ribu per Maret 2026, tumbuh hampir 80 persen secara tahunan berkat edukasi keuangan dan kemudahan akses digital.
  • Total transaksi saham triwulan I/2026 menembus Rp2,57 triliun, naik lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya, menandakan aktivitas pasar makin dinamis dan likuid.
  • OJK mencatat peningkatan literasi keuangan masyarakat melalui program edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, membuat keputusan investasi warga semakin rasional dan berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Cirebon, IDN Times - Kinerja pasar modal di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) sepanjang triwulan I/2026 menunjukkan lonjakan signifikan.

Jumlah investor yang tercermin dari single investor identification (SID) tercatat mencapai 567,6 ribu per Maret 2026, atau tumbuh 79,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan 10,4 persen secara bulanan (month to month/mtm).

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, Agus Muntholib, mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal sekaligus perbaikan literasi keuangan di wilayah Ciayumajakuning.

"Lonjakan jumlah investor ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami pentingnya investasi, khususnya di instrumen pasar modal," kata Agus, Kamis (30/4/2026).

1. Investor naik tajam, anak muda ikut masuk

ilustrasi saham (unsplash.com/Michael Förtsch)
ilustrasi saham (unsplash.com/Michael Förtsch)

Agus menjelaskan, peningkatan jumlah investor tidak terlepas dari masifnya edukasi keuangan serta kemudahan akses platform digital yang mempermudah masyarakat membuka rekening investasi.

Menurutnya, tren ini juga didorong oleh dominasi investor ritel, terutama dari kalangan generasi muda yang mulai sadar pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini.

"Sekarang membuka akun saham bisa dilakukan secara online. Ini yang membuat investor baru, terutama gen Z dan milenial, tumbuh sangat cepat," ujarnya.

Dengan total SID mencapai 567,6 ribu, kata Agus, Ciayumajakuning dinilai menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan investor yang cukup agresif di Jawa Barat.

2. Transaksi saham tembus Rp2,57 triliun

ilustrasi saham (unsplash.com/Viktor Forgacs)
ilustrasi saham (unsplash.com/Viktor Forgacs)

Tidak hanya dari sisi jumlah investor, aktivitas transaksi saham juga mengalami peningkatan tajam. Sepanjang triwulan I/2026, total nilai transaksi saham di wilayah ini mencapai Rp2,57 triliun.

Angka tersebut melonjak 101,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan investor tidak hanya bertambah, tetapi juga semakin aktif dalam bertransaksi.

Agus menilai, pertumbuhan transaksi ini menjadi indikator penting bahwa pasar modal di daerah mulai bergerak lebih dinamis.

"Ini bukan hanya soal jumlah investor, tapi juga aktivitasnya. Artinya, pasar semakin hidup dan likuiditas meningkat," katanya.

3. Literasi keuangan makin kuat

ilustrasi saham (unsplash.com/Jason Briscoe)
ilustrasi saham (unsplash.com/Jason Briscoe)

OJK menilai peningkatan kinerja pasar modal di Ciayumajakuning tidak lepas dari penguatan literasi keuangan masyarakat. Berbagai program edukasi yang dilakukan bersama lembaga keuangan, perguruan tinggi, hingga komunitas investor dinilai mulai menunjukkan hasil.

Agus menyebut, pemahaman masyarakat terhadap risiko dan peluang investasi kini semakin baik, sehingga keputusan investasi menjadi lebih rasional.

"Dulu banyak yang ikut-ikutan, sekarang mulai paham analisis dan manajemen risiko. Ini perkembangan yang positif," ujarnya.

Selain itu, kemudahan akses informasi melalui media sosial dan aplikasi investasi turut mendorong masyarakat lebih aktif memantau pergerakan pasar.

Agus menekankan pentingnya menjaga momentum ini dengan terus meningkatkan edukasi dan perlindungan investor, terutama bagi pemula. "Kami ingin pertumbuhan ini berkelanjutan. Bukan hanya ramai di awal, tapi juga sehat dalam jangka panjang," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More