Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dedi Mulyadi Pastikan Tak Ada Penutupan Jalan Diponegoro

Dedi Mulyadi Pastikan Tak Ada Penutupan Jalan Diponegoro
Jalan Diponegoro, Kota Bandung ditutup sampai Agustus 2026 (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan Jalan Diponegoro tidak akan ditutup selama proyek penataan halaman Gedung Sate berlangsung, meski sempat muncul papan informasi penutupan jalan.
  • Pemasangan plang yang mencantumkan jadwal penutupan dari 30 April hingga 7 Agustus 2026 dinyatakan tidak sah karena dilakukan tanpa persetujuan pemerintah provinsi.
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang menyiapkan rekayasa lalu lintas sebagai bagian dari penataan kawasan Gedung Sate dan memastikan setiap perubahan akan disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dalam menutup Jalan Diponegoro untuk pembangunan perluasan halaman Gedung Sate-Lapangan Gasibu turut membuat bingung masyarakat. Pasalnya, papan informasi penutupan jalan ini sempat terpasang, namun Biro Umum Setda Provinsi Jabar membantah hal tersebut.

Papan informasi penutupan ini sebelumnya terpasang di beberapa titik Jalan Diponegoro depan Gedung Sate. Isinya menginformasikan bahwa akan ada penutupan jalan dari 30 April hingga 7 Agustus 2026.

Dari papan tersebut pun terlihat ada logo Biro Umum Setda Pemprov Jabar. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pun turut berkomentar bahwa tidak ada penutupan Jalan Diponegoro selama proses pengerjaan proyek tersebut.

1. Dedi pastikan tidak ada penutupan Jalan Diponegoro

Spanduk pemberitahuan penutupan Jalan Diponegoro di Kota Bandung karena proyek pembangunan area plaza depan Gedung Sate hingga Agustus 2026.
Jalan Diponegoro, Kota Bandung ditutup sampai Agustus 2026 (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dedi menegaskan, pemasangan plang yang menyebutkan penutupan jalan sejak 30 April hingga 7 Agustus 2026 tidak sah dan tidak memiliki dasar persetujuan dari pemerintah provinsi.

"Warga Bandung yang saya cintai, Jalan Diponegoro tidak ada penutupan. Selanjutnya, pemasangan plang yang mengatakan ditutup sejak tanggal 30 April sampai 7 Agustus 2026, plang itu dinyatakan tidak berlaku karena tindakan pemasangan tanpa persetujuan gubernur," ujar Dedi dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).

Dedi memastikan, masyarakat tetap dapat beraktivitas seperti biasa tanpa khawatir adanya penutupan akses di kawasan tersebut. Ia juga mengimbau warga untuk tetap menjaga ketertiban, kebersihan, dan keindahan kota.

"Semoga kita dalam setiap waktu bisa beraktivitas sebagaimana biasa, bisa menjaga kebersihan dan keindahan Kota Bandung yang merupakan kota kebanggaan kita semua," katanya.

2. Biro Umum sempat membantah memasang plang tersebut

IMG-20260422-WA0014.jpg
Pengerjaan proyek revitalisasi halaman Gedung Sate (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dedi menambahkan, saat ini pemerintah tengah melakukan penataan kawasan halaman Gedung Sate. Ia berharap proses tersebut dapat berjalan dengan aman, lancar, dan selesai tepat waktu tanpa mengganggu mobilitas masyarakat secara signifikan.

"Semoga penataan halaman Gedung Sate bisa berjalan dengan aman, lancar dan tepat waktu," ucapnya.

Sementara, Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Jawa Barat, Sekarwati, memastikan tidak ada penutupan Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Dia menegaskan, informasi yang menyebut adanya penutupan jalan tersebut tidak benar.

Meski demikian, Sekarwati menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat memang tengah menyiapkan penataan kawasan Gedung Sate, termasuk rencana rekayasa lalu lintas di Jalan Diponegoro.

3. Pemprov Jabar akan sosialisasi terlebih dahulu

IMG-20260415-WA0013.jpg
Suasana pembangunan Plaza Gedung Sate (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Menurutnya, rekayasa tersebut merupakan bagian dari rencana perluasan halaman Gedung Sate yang ke depan akan berdampak pada perubahan jalur lalu lintas di sekitar kawasan tersebut.

"Memang tengah ada penataan halaman Gedung Sate, termasuk rekayasa lalu lintas Jalan Diponegoro. Namun untuk jalan masih dalam tahap persiapan dan akan disosialisasikan terlebih dahulu," katanya.

Dia memastikan, setiap perubahan lalu lintas tidak akan dilakukan secara mendadak. Pemerintah akan menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat sebelum kebijakan diterapkan.

"Kalau sudah ada jadwal atau penerapan rekayasa lalu lintas, pasti akan diumumkan secara resmi," ucapnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More