Beda Pendapat soal MBG, Politisi Gerindra di Cirebon Pilih Ejek Fisik

- Komentar body shaming Nana Kencanawati terhadap peserta aksi penolakan Program Makan Bergizi Gratis viral dan menuai kritik tajam dari publik soal etika pejabat.
- Nana menyampaikan klarifikasi serta permohonan maaf terbuka di media sosial, mengakui komentarnya tidak pantas dan menyinggung banyak pihak.
- Setelah kontroversi mencuat, akun media sosial Nana diubah menjadi privat dan belum ada keterangan lanjutan terkait langkah yang akan diambil.
Cirebon, IDN Times - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon dari Fraksi Gerindra, Nana Kencanawati, menjadi sasaran kritik publik setelah komentarnya terhadap seorang perempuan peserta aksi penolakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di media sosial viral dan dianggap merendahkan.
Dalam video yang beredar luas di Instagram, tampak seorang perempuan yang dikenal dengan nama Mak Denok menyampaikan orasi penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di hadapan peserta aksi, ia menyatakan tidak membutuhkan program yang menjadi salah satu agenda nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu.
Unggahan tersebut kemudian menarik perhatian banyak pengguna media sosial. Salah satu komentar yang muncul berasal dari akun milik Nana Kencanawati. Dalam kolom komentar, Nana menulis kalimat yang kemudian memicu kontroversi.
“Lagian siapa yang mau ngasih lo makan???udah GEMBROT!!!," tulis Nana.
Tangkapan layar komentar itu segera beredar di berbagai platform media sosial dan memancing reaksi publik.
1. Netizen soroti etika pejabat publik

Sejumlah pengguna media sosial menilai komentar tersebut tidak pantas disampaikan oleh seorang pejabat publik. Kritik bermunculan karena komentar itu dianggap menyerang pribadi dan mengandung unsur body shaming.
Berbagai tanggapan disampaikan warganet. Sebagian mempertanyakan sikap seorang pimpinan DPRD yang dinilai tidak mencerminkan etika komunikasi publik.
“Perbedaan pendapat itu biasa, tapi tidak perlu menyerang fisik seseorang,” tulis salah seorang pengguna Instagram dalam kolom komentar.
Komentar lain menyebut pejabat publik seharusnya memberi contoh dalam berdialog dengan masyarakat. “Kalau wakil rakyat berbicara seperti ini, publik tentu kecewa,” tulis akun lainnya.
Gelombang kritik terus bergulir sepanjang hari. Nama Nana Kencanawati menjadi perbincangan di berbagai akun media sosial lokal, bersamaan dengan perdebatan mengenai substansi penolakan terhadap program MBG.
2. Nana sampaikan permohonan maaf

Setelah menuai kecaman, Nana Kencanawati akhirnya menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf melalui akun media sosial pribadinya.
Dalam pernyataan yang diunggah, ia mengakui komentarnya tidak tepat dan menimbulkan ketersinggungan di tengah masyarakat.
“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada ibu yang bersangkutan, keluarga, serta seluruh masyarakat atas komentar yang saya tuliskan di media sosial,” tulis Nana.
Ia juga mengakui komentar tersebut tidak mencerminkan sikap yang semestinya ditunjukkan oleh seorang pejabat publik.
“Komentar tersebut tidak tepat, tidak mencerminkan sikap yang seharusnya saya tunjukkan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan serta ketersinggungan bagi banyak pihak,” ujarnya.
Menurut Nana, dirinya tidak memiliki maksud untuk menghina atau merendahkan pihak mana pun. Meski demikian, ia menyadari komentar tersebut tidak layak disampaikan.
3. Akun diubah privat, belum ada keterangan lanjutan

Dalam klarifikasinya, Nana menyebut peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bagi dirinya untuk lebih berhati-hati saat berkomunikasi di ruang publik.
“Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk lebih bijak, berhati-hati, dan menghormati setiap warga dalam berkomunikasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial,” tulisnya.
Di bagian akhir pernyataan, Nana kembali menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kritik dan masukan.
Saat ini akun media sosial pribadi Nana diketahui berubah menjadi privat sehingga tidak dapat diakses secara bebas oleh pengguna lain.
Hingga Selasa (16/6/2026), belum ada penjelasan lanjutan mengenai langkah yang akan diambil terkait kontroversi tersebut. Upaya konfirmasi kepada Nana terkait polemik yang berkembang juga belum memperoleh tanggapan.

















