Salah Sasaran gegara Jaket Sekolah, 2 Pemuda di Sukabumi Dibacok

- Dua pemuda di Sukabumi menjadi korban pembacokan brutal akibat salah sasaran, dipicu oleh jaket sekolah yang dikenakan salah satu korban.
- Pelaku sempat melintas lalu kembali dengan membawa celurit dan menyerang membabi buta, menyebabkan luka parah pada kedua korban.
- Kedua pelaku yang masih berstatus pelajar berhasil diamankan warga dan kini ditangani Satreskrim Polres Sukabumi karena termasuk anak di bawah umur.
Sukabumi, IDN Times - Malam yang tenang di Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah menjadi mencekam. Peristiwa berdarah menimpa dua pemuda, Fathar (19) dan seorang pelajar berusia 17 tahun, yang menjadi korban pembacokan brutal secara tiba-tiba.
Bukan karena terlibat tawuran, aksi kekerasan ini diduga kuat dipicu oleh salah sasaran akibat atribut jaket sekolah yang dikenakan oleh salah satu korban.
1. Berawal dari tatapan sinis saat nongkrong di pinggir jalan

Kuasa hukum korban dari LBH Pro Ummat, Rangga Suria Danuningrat, menceritakan bahwa insiden tersebut terjadi pada Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 21.10 WIB. Saat itu, kedua korban sedang asyik nongkrong di pinggir jalan demi menunggu rekan lainnya untuk pergi merayakan acara ulang tahun teman.
Tak berselang lama, datang dua terduga pelaku yang berboncengan menggunakan satu sepeda motor. Ketika melintas di depan korban, kedua pelaku sempat memasang tatapan tajam dan sinis.
"Waktu itu korban lagi nunggu temannya. Tahu-tahu lewat satu motor, ada yang bilang berdua pelaku ini. Terus mereka berpapasan," ujar Rangga, Selasa (16/6/2026).
2. Pelaku kembali bawa celurit dan langsung menyerang brutal

Setelah sempat melengos pergi, kedua pelaku rupanya kembali mendatangi lokasi korban sekitar 5 hingga 10 menit kemudian. Mengerikannya, kali ini mereka sudah mempersenjatai diri dengan senjata tajam jenis celurit.
Tanpa basa-basi, pelaku langsung menghujamkan celurit tersebut secara membabi buta. Korban yang terkejut mencoba menangkis serangan maut itu dengan tangan kosong sambil berusaha menyelamatkan diri.
"Sekitar 5 sampai 10 menit tuh, mereka balik lagi. Bawa senjata celurit. Jadi ini bukan tawuran. Korban menghindar pakai tangan," jelas Rangga.
3. Dipicu dendam lama antar sekolah, pelaku salah sasaran

Aksi keji ini akhirnya terhenti setelah warga sekitar yang melihat kejadian langsung bergerak cepat mengamankan kedua pelaku. Rangga menegaskan bahwa kedua korban sama sekali tidak mengenal para pelaku.
Selidik punya selidik, aksi pembacokan ini diduga dipicu karena Fathar malam itu mengenakan jaket alumni salah satu SMK di Cibadak. Sementara itu, kedua pelaku diduga berasal dari SMK di Kecamatan Cisaat yang memang memiliki riwayat perseteruan berkepanjangan dengan sekolah tersebut.
"Kebetulan si Fathar ini dia pakai jaket SMK, dia kan alumni," ungkap Rangga terkait motif salah sasaran tersebut.
4. Tangan korban hampir putus, pelaku anak di bawah umur diringkus

Akibat serangan brutal tersebut, kedua korban mengalami luka yang sangat parah. Fathar harus menjalani operasi besar karena pergelangan tangan kanannya hampir putus akibat sabetan celurit, sedangkan rekannya yang masih kelas 2 SMK menderita patah tulang.
"Hampir putus pergelangan tangannya kalau yang Fathar," kata Rangga.
Di sisi lain, kedua pelaku yang diketahui berinisial R dan AM saat ini sudah digelandang ke kantor polisi. Karena kedua pelaku masih berstatus sebagai pelajar dan anak di bawah umur, proses hukum kini ditangani intensif oleh Satreskrim Polres Sukabumi.

















