Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dihuni 51 Juta Jiwa, Indeks Pembangunan Manusia Jabar Capai 75,90 Poin

Kota Bandung
Dihuni 51 Juta Jiwa, Indeks Pembangunan Manusia Jabar Capai 75,90 Poin
Gedung Sate (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • IPM Jawa Barat pada 2025 mencapai 75,90, naik 0,98 poin dari tahun sebelumnya; kenaikan ini menjadi yang tertinggi secara nasional meski levelnya berada di peringkat 15 dari 38 provinsi.
  • BPS menilai kenaikan IPM pada populasi lebih dari 51 juta jiwa mencerminkan perbaikan rata-rata kualitas hidup warga serta akselerasi pembangunan manusia yang kuat.
  • Peningkatan ditopang seluruh dimensi: umur harapan hidup menjadi 75,53 tahun, indikator pendidikan naik, dan pengeluaran per kapita disesuaikan meningkat dari Rp12,16 juta menjadi Rp12,45 juta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menyatakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jabar pada 2025 mencapai 75,90, atau naik 0,98 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Angka delta itu menjadi yang tertinggi pertama nasional.

Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, peningkatan IPM Jawa Barat pada 2025 itu merupakan yang tertinggi secara nasional. Meski secara level memang masih berada pada posisi ke-15 di antara 38 provinsi di Indonesia.

"Namun, kalau kita melihat perubahan dari tahun ke tahun, Jawa Barat justru menunjukkan akselerasi pembangunan manusia yang paling tinggi. Hal ini menunjukkan secara momentum Jawa Barat sedang mengalami akselerasi yang sangat kuat," ujar Margaretha dikutip, Senin (10/8/2026).

1. Kualitas hidup masyarakat Jabar diklaim mengalami peningkatan

IMG-20260330-WA0002.jpg
Halal bihalal pegawai Pemprov Jabar di Gedung Sate (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

BPS juga menyatakan, dengan jumlah penduduk lebih dari 51 juta jiwa, kenaikan IPM merefleksikan perubahan kondisi pembangunan manusia secara agregat di seluruh Jawa Barat. Hal tersebut dapat diartikan kualitas hidup warga Jabar mengalami perbaikan.

"Ketika IPM meningkat, kita dapat mengatakan bahwa secara rata-rata kualitas hidup penduduk Jawa Barat mengalami perbaikan," katanya.

Capaian itu juga menunjukkan akselerasi pembangunan manusia Jawa Barat semakin kuat dan menjadi momentum penting untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

2. Jabar tengah mengalami akselerasi kuat

IMG-20260330-WA0004.jpg
Halal bihalal pegawai Pemprov Jabar di Gedung Sate (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Menurut Margaretha, apabila dilihat dari perubahan IPM dari tahun ke tahun, Jawa Barat menunjukkan akselerasi pembangunan manusia yang tergolong tinggi.

"Hal ini menunjukkan secara momentum Jawa Barat sedang mengalami akselerasi yang sangat kuat," katanya.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 51 juta jiwa, kenaikan IPM tersebut merefleksikan perubahan kondisi pembangunan manusia secara agregat di seluruh Jawa Barat. Ketika IPM meningkat, secara rata-rata kualitas hidup penduduk Jawa Barat mengalami perbaikan.

3. Jawa Barat tengah berusaha memperbaiki kualitas hidup 51 juta penduduk

Gedung Sate di Bandung, Jawa Barat. (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Gedung Sate di Bandung, Jawa Barat. (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Margaretha menjelaskan, akselerasi IPM Jawa Barat pada 2025 ditopang peningkatan pada seluruh dimensi pembentuknya, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.

Pada dimensi kesehatan, Umur Harapan Hidup meningkat 0,37 tahun menjadi 75,53 tahun. Sementara pada dimensi pendidikan, Harapan Lama Sekolah meningkat dari 12,80 tahun menjadi 13,02 tahun, sedangkan rata-rata lama sekolah naik dari 8,87 tahun menjadi 9,14 tahun.

Dari sisi standar hidup layak, pengeluaran per kapita yang disesuaikan meningkat sekitar Rp290 ribu, dari Rp12,16 juta menjadi Rp12,45 juta.

BPS menilai peningkatan di ketiga dimensi tersebut menunjukkan Jawa Barat tidak hanya mengalami kenaikan angka IPM, tetapi juga sedang memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat dalam skala yang luas.

"Jawa Barat bukan hanya sedang meningkatkan IPM, tetapi sedang berusaha memperbaiki kualitas lebih dari 51 juta penduduknya," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More