Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4.000 Titik Lampu Disiapkan Demi Terangi Jalan Soekarno-Hatta Bandung

Kota Bandung
4.000 Titik Lampu Disiapkan Demi Terangi Jalan Soekarno-Hatta Bandung
Wali Kota Bandung Muhamad Farhan. IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya Sih
  • Pemkot Bandung memprioritaskan penambahan dan pembenahan sekitar 4.000 titik PJU di Jalan Soekarno-Hatta, termasuk sisi jalan, median, jembatan, dan flyover seperti Kopo.
  • Program PJU didukung koordinasi Pemkot Bandung dengan pemerintah provinsi, pusat, Komisi V DPR RI, Kementerian PU, serta dinas perhubungan; pendanaan APBN diupayakan untuk jalan terkait.
  • Pemkot menargetkan kesepakatan managed service tahun ini untuk tiga tahun, agar lampu mati terpantau cepat lewat command center; dua JPO baru akan dibangun di depan SMKN 7 dan SMKN 9.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung menyiapkan program penambahan dan pembenahan penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta. Sedikitnya, ruas jalan tersebut membutuhkan sekitar 4.000 titik penerangan yang akan dipasang di sisi kiri, kanan, hingga bagian tengah jalan.

Kebutuhan penerangan ini tidak hanya mencakup ruas utama Jalan Soekarno-Hatta. Sejumlah titik di jembatan dan flyover, termasuk kawasan Flyover Kopo, juga masuk dalam rencana penanganan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, program tersebut kini telah mendapatkan dukungan melalui koordinasi antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, hingga Komisi V DPR RI.

"Wah, banyak. Totalnya sekitar 4.000 titik. Kiri, kanan, dan tengah," ujar Farhan ditemui di Polrestabes Bandung, Senin (10/8/2026).

1. PJU Soekarno-Hatta jadi prioritas penanganan

ilustrasi lampu penerangan jalan umum (pexels.com/Alex Fu)
ilustrasi lampu penerangan jalan umum (pexels.com/Alex Fu)

Farhan mengatakan, Pemerintah Kota Bandung akan memprioritaskan penanganan PJU di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta. Program ini menjadi bagian dari hasil koordinasi bersama sejumlah pihak.

Menurutnya, telah tercapai kesepakatan dan koordinasi antara pemerintah pusat, Komisi V DPR RI, Kementerian Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan Jawa Barat, dan Dinas Perhubungan Kota Bandung.

Penanganan tersebut juga dilakukan sesuai dengan arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selain penambahan penerangan di ruas utama, Pemkot Bandung tengah mengupayakan pendanaan APBN untuk memperbaiki jalan-jalan yang memiliki hubungan langsung dengan Jalan Soekarno-Hatta.

"Kami akan memprioritaskan PJU yang ada di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, sesuai dengan arahan Pak Gubernur," katanya.

Ia memastikan kebutuhan penerangan tidak hanya berada di badan jalan utama. PJU juga direncanakan menjangkau seluruh bagian jalan, termasuk sejumlah jembatan dan flyover.

2. Pemkot siapkan sistem agar lampu mati cepat terdeteksi

Ilustrasi lampu penerangan jalan umum (unsplash.com/Ximin Lin)
Ilustrasi lampu penerangan jalan umum (unsplash.com/Ximin Lin)

Selain menambah jumlah lampu, Pemkot Bandung juga menyiapkan perubahan sistem pemeliharaan melalui teknologi managed service. Sistem ini diharapkan dapat mengatasi persoalan lambatnya penanganan ketika lampu penerangan jalan mengalami kerusakan atau mati.

Selama ini, warga yang menemukan lampu jalan mati harus terlebih dahulu membuat laporan melalui layanan 112. Setelah itu, petugas melakukan pengecekan, survei, hingga menentukan langkah perbaikan.

Farhan mengatakan, proses tersebut dapat memakan waktu hingga satu hari. Melalui sistem managed service, kondisi lampu nantinya diharapkan dapat dipantau secara langsung melalui command center atau dashboard.

"Dari situ kita bisa melihat dalam waktu singkat titik-titik mana yang rusak dan mana yang mati. Pada saat itu juga, pihak yang berwenang melakukan perbaikan bisa langsung turun," katanya.

Sistem tersebut nantinya dapat diintegrasikan dengan Bandung Command Center maupun Area Traffic Control System (ATCS) milik Dinas Perhubungan. Pemkot Bandung akan bekerja sama dengan pihak swasta untuk menjalankan skema tersebut.

3. Kesepakatan ditargetkan rampung tahun ini, berlaku tiga tahun

Ilustrasi penerangan jalan umum. (IDN Times/Nofika Dian Nugroho)
Ilustrasi penerangan jalan umum. (IDN Times/Nofika Dian Nugroho)

Farhan menargetkan kesepakatan mengenai penerapan sistem managed service dapat selesai pada tahun ini. Setelah kesepakatan tercapai, program tersebut direncanakan berjalan selama tiga tahun.

Menurutnya, masa berlaku kontrak dalam sistem managed service harus menyesuaikan dengan aturan yang berkaitan dengan masa jabatan kepala daerah.

"Harus tahun ini sudah ada kesepakatannya supaya kita bisa menjalankannya selama tiga tahun," ujar Farhan.

Selain PJU, Pemkot Bandung juga menyiapkan pembangunan dua jembatan penyeberangan orang (JPO) baru, yakni di depan SMKN 7 dan SMKN 9. Pembangunan dua JPO tersebut dipastikan akan dilakukan Pemkot Bandung.

Sementara untuk JPO lain di sepanjang jalan nasional, Pemkot Bandung akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Farhan menegaskan, penanganan infrastruktur di jalan nasional membutuhkan koordinasi lintas pemerintahan.

"Bagaimanapun juga, kalau jalannya merupakan jalan nasional, koordinasinya harus terus berjalan di antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat," kata Farhan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More