Istri Kenang Kabar Duka Aiptu Asep, Korban Tabrak Lari Bandung

- Aiptu Asep Suhara, anggota Polrestabes Bandung berusia 48 tahun, meninggal setelah menjadi korban tabrak lari di Jalan Merdeka, Bandung, saat selesai menjalankan tugas pada Minggu dini hari.
- Menurut keluarga, motor korban diduga ditabrak dari belakang oleh sedan hitam dekat rel kereta Jalan Merdeka hingga terseret beberapa meter; korban dinyatakan meninggal di RS Sartika Asih.
- Keluarga meminta pelaku segera diungkap. Polisi menyatakan pengemudi sedan telah ditangkap dan masih didalami, sementara almarhum meninggalkan istri serta empat anak.
Bandung, IDN Times – Minggu dini hari yang seharusnya menjadi waktu istirahat berubah menjadi kabar paling menyakitkan bagi Eka Yulianti. Perempuan berusia 36 tahun itu kehilangan suaminya, Aiptu Asep Suhara, anggota Polrestabes Bandung yang meninggal dunia setelah menjadi korban tabrak lari di Jalan Merdeka, Kota Bandung.
Aiptu Asep Suhara (48) diketahui baru saja menyelesaikan tugas malam dan mengikuti Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Namun perjalanan pulang yang hanya tinggal beberapa kilometer lagi justru menjadi perjalanan terakhirnya.
Kini, ia meninggalkan seorang istri dan empat anak yang harus melanjutkan hidup tanpa sosok ayah di rumah.
1. Kabar duka datang menjelang subuh

Eka mengaku pertama kali mengetahui kecelakaan yang menimpa suaminya dari sang ayah. Saat itu seorang Babinsa datang ke lingkungan tempat tinggal keluarga dan menyampaikan informasi bahwa ada anggota polisi bernama Asep Suhara yang mengalami kecelakaan lalu lintas.
Awalnya, keluarga belum mengetahui kondisi korban.
"Saya dapat informasi dari Bapak. Bapak dapat informasi dari Babinsa yang datang ke sini. Ditanya apakah benar suami saya sedang piket malam dan bertugas. Saya jawab memang benar," kata Eka saat ditemui di rumah duka di kawasan Gumuruh, Senin (10/8/2026).
Keluarga baru mengetahui kondisi sebenarnya setelah berkoordinasi dengan kerabat korban. Saat itulah mereka mendapat kabar bahwa Aiptu Asep Suhara telah meninggal dunia di Rumah Sakit Sartika Asih sekitar pukul 04.30 WIB.
Duka itu semakin berat karena almarhum meninggalkan empat orang anak, yakni Muhammad Rizki Ramdani, Muhammad Kevin Maeswara, Kinara Azalia Maeswari, dan Muhammad Kiandra Oktariandi.
2. Ditabrak dari belakang saat melintas di Jalan Merdeka

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, kecelakaan terjadi di Jalan Merdeka, tepatnya tidak jauh dari perlintasan rel kereta api dan kawasan SD Merdeka, Kota Bandung.
Eka mengatakan, suaminya diduga ditabrak dari belakang oleh sebuah mobil sedan berwarna hitam.
"Info yang saya dengar, pas di rel itu ditabrak oleh mobil dari belakang. Setelah ketabrak sempat terseret beberapa meter," ujarnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan korban sempat mengikuti tugas KRYD sebelum akhirnya pulang untuk beristirahat. Namun nahas, dalam perjalanan pulang ia menjadi korban tabrak lari.
Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah diunggah akun Instagram resmi Polrestabes Bandung. Dalam unggahan itu disebutkan bahwa korban meninggal dunia saat masih dalam rangkaian pelaksanaan tugas.
3. Keluarga berharap pelaku dihukum dan keadilan ditegakkan

Di tengah suasana duka, keluarga menyerahkan seluruh proses hukum kepada kepolisian. Namun Eka berharap pelaku yang menyebabkan kematian suaminya bisa segera diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Harapannya untuk pelaku secepatnya tertangkap semua," katanya.
Kabar terbaru, pengemudi mobil yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut telah diamankan oleh pihak kepolisian. Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman terkait kronologi maupun dugaan pelanggaran yang terjadi.
Sementara itu, Polrestabes Bandung menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Aiptu Asep Suhara. Jenazah almarhum telah dimakamkan di wilayah Gumuruh, Kota Bandung.
Bagi keluarga, proses hukum memang penting. Namun yang tak bisa tergantikan adalah sosok ayah yang setiap hari pulang membawa cerita untuk anak-anaknya. Kini, kursi yang biasa ditempati Aiptu Asep Suhara di rumah akan kosong, menyisakan kenangan bagi istri dan empat anak yang ditinggalkannya.



















