Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Stadion Si Jalak Harupat Jadi Salah Satu Venue FIFA ASEAN Cup 2026

Kota Bandung
Stadion Si Jalak Harupat Jadi Salah Satu Venue FIFA ASEAN Cup 2026
Stadion Si Jalak Harupat, venue Piala Presiden 2025. (Dok. PSSI)
  • Stadion Si Jalak Harupat di Kabupaten Bandung dipastikan menjadi venue Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026, bersama Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta.
  • Indonesia menjadi tuan rumah turnamen yang dijadwalkan mulai 23 September 2026; Jawa Barat menyiapkan lapangan latihan di ITB, Arcamanik, Sidolig, IPDN, dan Unpad Jatinangor.
  • Dispora Jabar masih menunggu rincian jadwal, tim, akomodasi, serta kebutuhan teknis, sambil menjaga kualitas infrastruktur berbekal pengalaman menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Barat membenarkan soal Stadion Si Jalak Harupat di Soreang, Kabupaten Bandung, yang dikabarkan resmi menjadi salah satu venue pertandingan Premier Division atau Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026.

Sebelumnya Indonesia akan menjadi tuan rumah Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan bergulir mulai 23 September 2026. Stadion Si Jalak Harupat bersama Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta akan menjadi lokasi pertandingan.

Kepala Dispora Jawa Barat, Hery Antasari mengatakan, penunjukan Stadion Si Jalak Harupat sebagai salah satu venue turnamen internasional tersebut bukan sebuah rumor, melainkan benar adanya.

"Iya, jadi kami diundang karena kami salah satu yang akan menjadi tuan rumah. Bandung-nya Kabupaten berarti," ujar Hery saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).

  1. 1. Keputusan Stadion Si Jalak Harupat sebagai venue ASEAN Cup 2026 sudah final

    Stadion Si Jalak Harupat Kandang Persib  (IDN Times/Galih Persiana)
    Stadion Si Jalak Harupat Kandang Persib (IDN Times/Galih Persiana)

    Hery menyampaikan, status Stadion Si Jalak Harupat sebagai venue sejauh ini sudah final. Terlebih, pelaksanaan turnamen sudah semakin dekat sehingga persiapan daerah harus segera dilakukan.

    "So far sudah fix lah kan sudah dekat juga ya. Jadi makanya hadir juga dari Kabupaten Bandung-nya langsung kan," katanya.

    Selain venue pertandingan, sejumlah fasilitas olahraga di Jawa Barat juga disiapkan sebagai bagian dari kebutuhan penyelenggaraan. Lapangan latihan utama akan menggunakan fasilitas lapangan ITB, Arcamanik dan Sidolig. Sementara lapangan cadangan disiapkan di IPDN dan Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor.

  2. 2. Persiapan lanjutan masih menunggu kabar dari Kemenpora

    Suasana pertandingan Persikab kontra PSIM di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (28/8/2022). (IDN Times/Tino).
    Suasana pertandingan Persikab kontra PSIM di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (28/8/2022). (IDN Times/Tino).

    Meski begitu, Dispora Jabar belum mengetahui secara pasti pertandingan mana saja yang akan dimainkan di Stadion Si Jalak Harupat. Penentuan tersebut masih dalam pembahasan panitia penyelenggara bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

    "Belum, belum ada. Nanti itu masih digodok ya oleh panitia ya dari Kemenpora juga," ucap Hery.

    Stadion yang berlokasi di Kabupaten Bandung ini memiliki pengalaman panjang menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga, termasuk Piala Dunia U-17 2023. Hery menilai pengalaman tersebut menunjukkan kesiapan Jawa Barat dalam menggelar event olahraga berskala internasional.

    "Ya saya kira Jawa Barat sudah menjadi langganan ya, baik di event nasional, event regional, dan kali ini meskipun skalanya regional tapi ini adalah hajatnya FIFA. Jadi kami punya pengalaman baik ketika menyelenggarakan Piala Dunia usia 17 kan ya," tuturnya.

  3. 3. Stadion Si Jalak Harupat sudah sering jadi venue pertandingan internasional

    Foto udara Stadion Si Jalak Harupat di Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
    Foto udara Stadion Si Jalak Harupat di Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

    Menurutnya, pengalaman tersebut turut menjadi pertimbangan sehingga Jawa Barat kembali dipercaya. Tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas fasilitas yang digunakan tetap terjaga.

    "Sehingga mungkin FIFA juga dan juga panitia lokal di PSSI dan juga Kemenpora menganggap bahwa kesiapan kami ini salah satu yang tidak perlu lagi diragukan gitu," katanya.

    "Tinggal bagaimana kami mempertahankan kualitas-kualitas infrastrukturnya. Dan saya sih menyambut baik ya, karena berarti kan perputaran ekonomi yang berarti kepercayaan juga begitu," kata Hery.

    Kendati venue sudah ditetapkan, Hery mengatakan, persiapan teknis di Jawa Barat masih akan dimatangkan. Dispora Jabar masih menunggu arahan lebih detail terkait jadwal pertandingan, tim yang akan bertanding, hingga kebutuhan akomodasi.

    "Persiapannya nanti kami akan rapatkan ya karena kami juga secara teknis kan belum mendapatkan arahan teknis mengenai tanggal, tim mana saja, hotel mana yang dipakai, kemudian apa yang diharapkan dari pemerintah provinsi selain infrastruktur lapangan begitu," ungkapnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More