Satu Polisi Wafat Usai Patroli, Kapolda: Tetap Beri Pelayanan Terbaik

- Aiptu Asep Suhara, anggota Polrestabes Bandung, meninggal setelah diduga menjadi korban tabrak lari saat patroli malam di Jalan Merdeka, Bandung, Minggu dini hari.
- Istri korban menerima kabar kecelakaan dari Babinsa; Asep dilaporkan ditabrak sedan hitam dari belakang, terseret beberapa meter, lalu meninggal di RS Sartika Asih.
- Kapolda Jabar meminta anggota tetap memberi pelayanan terbaik. Polisi telah menangkap pengemudi mobil untuk pendalaman, sementara keluarga berharap pelaku segera diungkap.
Bandung, IDN Times - Seorang anggota Polrestabes Bandung, Aiptu Asep Suhara, meninggal dunia usai jadi korban tabrak lari dikabarkan. Informasi meninggalnya anggota tersebut pun disampaikan akun media sosial oleh @polrestabesbandung di mana yang bersangkutan meninggal usai menjalankan tugas patroli malam.
Terkait hal ini, Kapolda Jabar Irjen Pipit Rismanto ikut berbelasungkawa atas kejadian tersebut. Dia meminta seluruh anggota kepolisian tetap fokus menjalankan tugas agar keamanan masyarakat terjaga.
"Ini tentunya tidak membuat motivasi anggota menurun dalam pelaksanaan tugas. Harus tetap semangat memberikan pelayanan, pengayoman kepada masyarakat Kota Bandung secara adaptif, responsif, kolaboratif, dan solutif untuk menjaga dan merawat Jawa Barat," kata Irjen Pipit ditemui di Polrestabes Bandung, Senin (10/8/2026).
1. Keluarga dapat informasi meninggal dari Babinsa

Keluarga Polisi yang Meninggal Usai Ditabrak Harap Pelaku Segera Diungkap. IDN Times/Istimewa Sementara itu, suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Aiptu Asep Suhara di Gang Gumuruh VI, Kelurahan Gumuruh, Kota Bandung. Anggota polisi dari Polrestabes Bandung berumur 48 tahun tersebut meninggal setelah menjadi korban tabrak lari di Jalan Merdeka, Minggu (9/8/2026) dini hari.
Atas kejadian tersebut, almarhum meninggalkan seorang istri bernama Eka Yulianti (36) dan empat orang anak Muhammad Rizki Ramdani, Muhammad Kevin Maeswara, Kinara Azalia Maeswari, dan Muhammad Kiandra Oktariandi.
Istri almarhum, Eka mengatakan bahwa dia mendapatkan kabar duka itu dari sang ayah. Pada Minggu subuh, seorang Babinsa datang ke rumah duka dan mengatakan jika Asep Suhara telah menjadi korban kecelakaan lalu lintas.
“Saya dapat informasi dari Bapak. Nah, Bapak itu dapat informasi dari Babinsa yang di sini, karena saya kan tinggal di Cibiru. Dapat informasi katanya ada anggota bernama Asep Suhara kecelakaan. Konfirmasi ke saya, nanya-nanya apakah betul posisi lagi piket malam gitu, lagi dinas. Ternyata memang saya jawab betul lagi dinas,” katanya.
2. Informasi kendaraan korban ditabrak dari arah belakang

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia) Eka mengungkapkan, bahwa ayahnya tak menyebut kondisi suaminya sudah meninggal dunia. Dia hanya mendapatkan informasi bahwa suaminya sudah dibawa ke rumah sakit.
“Setelah konfirmasi ke adik almarhum, ternyata meninggal di Rumah Sakit Sartika Asih. Itu pukul 04.30 WIB,” ungkapnya.
Untuk TKP kejadian, Eka sebut terjadi setelah rel kereta api (KA) Jalan Merdeka, Kota Bandung. “Di Jalan Merdeka, di depan SD Merdeka,” ujarnya.
Dari informasi yang diterimanya, pada kejadian tersebut motor suaminya ditabrak dari belakang oleh pengguna mobil sedan berwarna hitam.
“Info yang saya dengar sih katanya ditabrak. Jadi pas waktu di rel itu, ditabrak oleh mobil di belakang. Setelah ketabrak tuh keseret, keseret sekitar beberapa meter,” ujarnya.
3. Semoga pelaku segera diungkap

Ilustrasi tabrakan (freepik.com/rawpixel.com) Eka menyerahkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Dia ingin kejadian yang menimpa suaminya dapat diungkap dan pelaku segera ditangkap.
“Harapannya ya untuk pelaku secepatnya tertangkap semua,” kata dia.
Dari informasi yang dihimpun, pengemudi mobil sudah ditangkap oleh polisi dan sedang dilakukan pendalaman. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kasus itu.
Aiptu Asep Suhara meninggalkan seorang istri dan empat anak. Jenazah korban dimakamkan di wilayah Gumuruh, Kota Bandung.
















