Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Idul Adha 2026, Kebutuhan Sapi di Jabar Tembus 120 Ribu Ekor

Idul Adha 2026, Kebutuhan Sapi di Jabar Tembus 120 Ribu Ekor
Ilustrasi hewan kurban. (FOTO: IDN Times)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Kebutuhan hewan kurban di Jawa Barat untuk Idul Adha 2026 diproyeksikan naik sekitar 20 persen, dengan permintaan sapi mencapai 120 ribu ekor dan domba sekitar 223.800 ekor.
  • Sebagian besar pasokan hewan kurban, sekitar 70 persen, masih berasal dari luar Jawa Barat seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
  • Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan kurban menurun signifikan berkat program vaksinasi dua kali setahun, menyisakan sekitar 200 kasus aktif dari total 450 ribu hewan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Kebutuhan hewan kurban untuk Idul Adha 2026, diprediksi mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat melihat kebutuhan hewan kurban tahun ini berpeluang naik 20 persen.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) DKPP Jabar, Suprijanto mengatakan, peningkatan kebutuhan hewan kurban di Jabar telah mengalami peningkatan sejak 2017.

"Proyeksi kita, ada kenaikan untuk sapi itu 21 persen. Tahun lalu sekitar 100 ribuan, proyeksinya 2026 ini 120 ribuan," kata Suprijanto saat dihubungi, Kamis (30/4/2026).

1. Jabar masih mengandalkan hewan kurban dari luar provinsi

Ide bisnis menjelang idul adha
ilustrasi hewan kurban (unsplash.com/suvrajit)

Selain sapi, permintaan untuk domba juga berpotensi akan mengalami peningkatan di tahun ini. DKPP Jabar melihat peluang kenaikannya berada di kisaran 19 persen atau sekitar 223.800 hewan pada tahun ini.

"Kambing diproyeksikan turun, sekitar lima persen. Dari sebelumnya Rp63 ribuan, sekarang Rp60 ribuan," kata dia.

Meski begitu, Suprijanto menyampaikan, Jabar belum mampu memenuhi kebutuhan hewan kurban secara mandiri, dan membutuhkan beberapa dari luar provinsi lainnya.

"Sebanyak 70 persen masih dipasok dari luar Jabar, di antaranya dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Sapi dari 120 ribu, proyeksi kita estimasinya itu sekitar 20-30 persen dari dalam Jawa Barat. Nah yang 70 persen memang dipasok dari luar. Itu sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu," tuturnya.

2. Kota Bandung paling banyak permintaan hewan kurban

ilustrasi hewan kurban (unsplash.com/Afnizar Nur Ghifari)
ilustrasi hewan kurban (unsplash.com/Afnizar Nur Ghifari)

Suprijanto melanjutkan, dari sekitar 450 ribuan hewan yang akan didistribusi untuk kurban Idul Adha tahun ini, mayoritas menuju Kota Bandung, dibandingkan beberapa daerah lainnya yang ada di Jawa Barat.

Sementara, mengenai kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan kurban, dia mengatakan, pada tahun ini tidak semasif sebelumnya, karena adanya perubahan strategi yang dilakukan dalam dua tahun terakhir.

"Strateginya itu namanya bulan vaksinasi. Ada dua kali setahun. Januari-Maret sama Juli-September. Itu ternyata, alhamdulillah cukup berhasil," ucapnya.

3. Kasus PMK sudah menurun

Ilustrasi hewan kurban. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ilustrasi hewan kurban. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dengan begitu, dari proyeksi sebanyak 450 ribuan ekor hewan kurban yang masuk Jabar dari Januari hingga 17 April 2026, hanya ada sekitar 500 kasus aktif untuk PMK.

"Penularannya itu sekarang sudah tidak masif lagi. Dengan strategi yang benar, bisa kita kendalikan si penyakitnya itu. Di Jawa Barat itu tinggal 200-an kasus. 200 dibanding 450 ribu kan kecil," ucapnya.

Adapun 200 kasus ini, lanjut Suprijanto, terjadi di sejumlah daerah dan sudah bisa dikendalikan oleh para peternak.

"Macam-macam, tersebar dan tidak banyak juga. Peternak sekarang sudah mulai pinter kok," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More