Tok! Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris Utama Independen Bank bjb

- Susi Pudjiastuti resmi ditunjuk sebagai Komisaris Utama Independen Bank bjb melalui hasil RUPS di Gedung Pakuan, Bandung, yang juga menetapkan kenaikan dividen bagi pemegang saham.
- RUPS memutuskan pembentukan struktur baru dengan tujuh jabatan untuk menjaga independensi teknologi informasi dan memperkuat arah strategis bisnis Bank bjb ke depan.
- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai Susi Pudjiastuti dan Eydu Oktain Panjaitan memiliki integritas tinggi serta optimistis keduanya lolos uji kelayakan OJK demi kemajuan Bank bjb.
Bandung, IDN Times - Menteri Kelautan dan Perikanan dari Kabinet Kerja 2014-2019, Susi Pudjiastuti terpilih sebagai komisaris utama Bank bjb. Keputusan ini ditetapkan berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026).
Susi Pudjiastuti diusulkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi beserta dengan beberapa jajaran direksi lainnya. Dedi memastikan, hasil rapat RUPS ini turut memutuskan besaran deviden yang diberikan turut mengalami kenaikan.
"Keputusannya pertama deviden pemegang saham mengalami kenaikan ditargetkan Rp900 miliar deviden bisa diterima pada pemegang saham baik saham seri A maupun seri B," ujar Dedi setelah RUPS.
1. Banyak perombakan di tubuh Bank bjb

Hasil RUPS ini turut membuat adanya struktur baru di tubuh bank milik BUMD Jabar dan Banten tersebut. Dedi mengatakan, struktur baru ini dilakukan untuk menjaga independensi dari Bank bjb.
"Kedua, struktur jabatan menjadi tujuh karena teknologi informasi harus independen, tidak boleh dia bergabung dengan operasional karena itu menyangkut aspek yang bersifat strategic, kepentingan bisnis bjb ke depan," katanya.
Selain soal deviden dan struktur baru, Bank bjb kini memiliki dua komisaris, yaitu komisaris utama independen dan komisaris anggota. Adapun Susi Pudjiastuti menjabat sebagai komisaris utama independen.
"Komisaris utama independen awalnya dia menolak tapi akhirnya bersedia, Ibu Susi yang kedua Pak Eydu Oktain Panjaitan yang saat ini masih menjabat Kepala BPK dan nantinya akan mengikuti prosedur yaitu mengundurkan diri," jelasnya.
2. Memilih Susi Pudjiastuti karena berintegritas

Dengan sudah terbentuknya struktur baru, Dedi menginginkan Bank bjb tidak hanya eksis sebagai perbaikan daerah saja, melainkan produk-produknya bisa menjadi opsi masyarakat daerah lain di luar Jabar dan Banten.
"Semoga dengan postur baru ini akan melahirkan bank yang kredibel bukan hanya eksis sebagai bank Pemda tapi digemari di luar daerah di seluruh wilayah Indonesia. Satu tagline yang nunggak tidak bayar bikin macet tenggelamkan," tuturnya.
Disinggung mengenai alasan memilih Susi Pudjiastuti dan juga Eydu Oktain Panjaitan. Dedi mengatakan, pilihannya itu dilihat dari integritas kedua tokoh tersebut.
"Saya sampaikan bahwa saya selalu menjunjung tinggi integritas, bagi pengelola keuangan dan komisaris keuangan harus orang-orang yang memiliki integritas," katanya.
"Jadi saya sangat percaya bu susi memiliki integritas sebagai komisaris," ucapnya.
3. Optimistis bisa lolos tes OJK

Di sisi lain, Dedi melihat secara personal dua tokoh yang kini menduduki jabatan penting di Bank bjb ini merupakan sosok yang baik, dan diharapkan bisa beradaptasi cepat dalam dunia perbankan untuk memajukan Bank bjb.
Dedi pun optimistis keduanya bisa lolos dalam fit and proper test oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan dilakukan selama beberapa waktu ke depan.
"Mereka saya lihat orang baik saya mendorong mereka berkarir mengelola bank dengan baik," ucap Dedi. Tinggal mengikuti prosedurnya yang ditentukan OJK dan saya yakin lulus. Optimis masa orang berintegritas tidak lulus," kata dia.
















