Rifqi Ali Mubarok Pimpin DPW, Perindo Jabar Siapkan Strategi Pemilu 2029

- Partai Perindo menargetkan Jawa Barat sebagai wilayah prioritas menuju Pemilu 2029 karena memiliki jumlah pemilih terbesar dan dianggap barometer politik nasional.
- Rifqi Ali Mubarok resmi memimpin DPW Perindo Jawa Barat dan fokus memperkuat struktur partai di 27 daerah untuk memastikan kader hadir langsung di tengah masyarakat.
- Perindo mengusung strategi berbasis ekonomi kerakyatan dengan fokus pada penguatan UMKM, pekerja informal, dan peluang ekonomi bagi generasi muda sebagai cara membangun dukungan jangka panjang.
Bandung, IDN Times - Jawa Barat kembali diposisikan sebagai arena politik paling strategis menuju Pemilu 2029. Dengan jumlah pemilih mencapai 35,9 juta jiwa, provinsi ini bukan sekadar wilayah dengan basis suara terbesar, tetapi juga penentu arah kontestasi politik nasional dalam beberapa tahun ke depan.
Melihat besarnya pengaruh Jawa Barat dalam peta politik nasional, Partai Perindo mulai memasang target besar. Salah satunya dengan memperkuat struktur partai dari tingkat wilayah, dimulai lewat pelantikan Rifqi Ali Mubarok sebagai Ketua DPW Partai Perindo Jawa Barat di Bandung, Minggu (26/4/2026).
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Bagi Perindo, langkah tersebut menjadi titik awal konsolidasi besar untuk membangun kekuatan politik di Jawa Barat sekaligus memperluas pengaruh partai menuju Pemilu 2029.
1. Jawa Barat jadi kunci pertarungan politik nasional

Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, menegaskan Jawa Barat menjadi wilayah prioritas utama dalam strategi politik partai. Bukan tanpa alasan, Jawa Barat dinilai sebagai barometer utama untuk mengukur efektivitas kerja politik sekaligus kedekatan partai dengan masyarakat.
Menurut Ferry, besarnya jumlah pemilih di Jawa Barat membuat langkah politik menuju 2029 harus dimulai dari provinsi ini. Karena itu, Perindo ingin memastikan kehadirannya tak hanya terlihat dalam momentum elektoral, tetapi juga terasa manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.
“Jawa Barat termasuk wilayah prioritas Partai Perindo. Dengan basis pemilih terbesar, langkah kita menuju 2029 harus dimulai dari sini, melalui kerja nyata yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, karena bagi kami yang penting adalah manfaat kehadiran Perindo dirasakan warga Jawa Barat,” ujarnya.
Ferry menekankan, strategi Perindo di Jawa Barat tidak semata berorientasi pada perebutan suara. Partai, kata dia, ingin membangun legitimasi melalui kerja konkret di tengah masyarakat.
Bagi Perindo, politik bukan hanya soal kontestasi kekuasaan, tetapi alat untuk mendorong kesejahteraan warga. Karena itu, pendekatan yang dibangun akan lebih banyak menyentuh kebutuhan riil masyarakat, terutama sektor ekonomi kerakyatan.
“Perindo bukan sekadar partai politik, tetapi partai pejuang yang bekerja dari bawah. Politik adalah alat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, mulai dari pelaku UMKM, pekerja informal, hingga generasi muda,” lanjut Ferry.
2. Siapkan konsolidasi di 27 daerah

Ketua DPW Partai Perindo Jawa Barat yang baru dilantik, Rifqi Ali Mubarok, langsung menegaskan arah kepemimpinannya. Ia menyebut Jawa Barat bukan hanya penting sebagai lumbung suara, tetapi juga ruang strategis untuk melahirkan kepemimpinan politik yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut Rifqi, fokus utama kepengurusannya adalah memastikan kader partai hadir langsung di tengah warga, bukan hanya saat musim politik. Kehadiran itu, kata dia, harus dibarengi dengan solusi konkret atas persoalan yang paling dekat dengan masyarakat, terutama pengangguran muda dan penguatan UMKM.
“Jawa Barat bukan hanya basis suara, tetapi ruang pembentukan kepemimpinan. Kami akan memastikan kader hadir langsung di tengah masyarakat, membawa solusi atas persoalan ekonomi, terutama pengangguran muda dan penguatan UMKM,” kata Rifqi.
Untuk mewujudkan target tersebut, Rifqi menegaskan konsolidasi partai akan difokuskan pada penguatan struktur hingga ke 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Langkah ini dinilai penting agar agenda politik dan program pemberdayaan yang disusun partai bisa berjalan efektif hingga tingkat akar rumput.
Bagi Rifqi, struktur partai yang kuat akan menjadi fondasi utama untuk memperluas basis dukungan sekaligus memastikan program-program ekonomi kerakyatan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
3. Incar basis dukungan dari ekonomi kerakyatan

Perindo tampaknya ingin memainkan strategi berbeda dalam membaca peta politik Jawa Barat. Alih-alih hanya bertumpu pada manuver elektoral, partai ini justru menempatkan isu ekonomi kerakyatan sebagai pintu masuk memperluas dukungan.
Penguatan UMKM, perhatian terhadap pekerja informal, hingga penciptaan peluang ekonomi bagi generasi muda disebut menjadi fokus utama yang akan terus didorong di Jawa Barat. Strategi ini dinilai relevan dengan tantangan riil yang dihadapi masyarakat, terutama soal lapangan kerja dan daya tahan ekonomi keluarga.
Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Perindo ingin membangun basis dukungan jangka menengah dengan menempatkan program yang langsung menyentuh kebutuhan publik sebagai instrumen politik utama.
Di titik inilah Jawa Barat diposisikan bukan hanya sebagai target kemenangan elektoral, tetapi juga poros perjuangan politik partai. Dari Jawa Barat, Perindo ingin membangun model kepemimpinan yang dinilai lebih dekat dengan masyarakat, berorientasi pada kerja nyata, dan punya dampak langsung terhadap kesejahteraan warga.
Dengan pelantikan Rifqi Ali Mubarok, Perindo memberi sinyal bahwa persiapan menuju Pemilu 2029 sudah dimulai. Jawa Barat kini menjadi panggung awal untuk menguji seberapa jauh strategi politik berbasis kerja nyata itu bisa diterjemahkan menjadi dukungan publik.










![[QUIZ] Seberapa Kenal Kamu dengan Sekolah Maung ala Dedi Mulyadi?](https://image.idntimes.com/post/20260423/upload_9928a4e02671ffc75fbda2223696bb83_716aa4a3-f215-4baa-a979-00c56b01c07f_watermarked_idntimes-1.jpg)





