Bruntusan Gak Selalu Soal Skincare, Bisa Jadi dari Deterjen yang Dipakai

- Bruntusan dan iritasi kulit bisa muncul akibat residu deterjen yang mengandung SLS atau paraben, bukan hanya karena skincare atau debu luar ruangan.
- Perempuan berhijab dan pemilik kulit sensitif disarankan lebih selektif memilih deterjen lembut agar terhindar dari breakout dan reaksi kulit.
- Deterjen Sayang Hijab menggelar kampanye edukatif untuk meningkatkan kesadaran pentingnya memilih deterjen aman bagi kesehatan kulit keluarga.
Bandung, IDN Times - Masalah kulit seperti bruntusan, jerawat, hingga gatal-gatal masih jadi keluhan banyak perempuan Indonesia, terutama mereka yang sehari-hari berhijab. Meski sudah merasa menjaga kebersihan wajah dan rutin mencuci hijab, nyatanya masalah kulit tetap bisa muncul dan bikin gak nyaman.
Ternyata, penyebabnya gak selalu datang dari skincare atau debu di luar ruangan. Ada faktor lain yang sering luput dari perhatian, yaitu deterjen yang dipakai untuk mencuci pakaian dan hijab.
Hal ini yang terus dikampanyekan Deterjen Sayang Hijab lewat edukasi soal pentingnya memilih deterjen yang aman untuk kulit, terutama yang bebas SLS dan paraben.
1. Bruntusan bisa muncul dari residu deterjen di pakaian

Masalah kulit seperti bruntusan sering kali dikira muncul karena wajah kurang bersih atau salah pakai skincare. Padahal, pakaian yang menempel langsung ke kulit, termasuk hijab juga bisa jadi pemicu iritasi.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta, menjelaskan bahwa salah satu penyebab bruntusan bisa datang dari deterjen yang tidak cocok di kulit. Residu bahan tertentu pada kain bisa memicu reaksi pada kulit sensitif, terutama di area yang tertutup dan lembap.
Menurutnya, kandungan seperti SLS (Sodium Lauryl Sulfate) dan paraben perlu diwaspadai karena berpotensi memicu kemerahan, gatal, hingga bruntusan pada sebagian orang.
“Bruntusan bisa timbul karena penggunaan deterjen yang tidak cocok. Biasanya terjadi karena sensitif pada deterjen yang mengandung SLS dan paraben,” ujar dr. Tirta.
Karena itu, menjaga kebersihan pakaian saja belum cukup. Produk pencuci yang dipakai juga perlu diperhatikan, apalagi jika kulit termasuk sensitif dan mudah bereaksi.
2. Hijabers dan pemilik kulit sensitif perlu lebih selektif pilih deterjen

Buat perempuan berhijab, kebersihan kain yang menempel langsung ke wajah jelas jadi hal penting. Tapi selain bersih, faktor keamanan bahan juga gak kalah penting.
Youtuber Ria Ricis mengaku pernah mengalami breakout cukup parah saat awal berhijab. Saat itu, ia merasa hijab yang dipakai sudah dicuci bersih, tapi kulit wajahnya tetap bermasalah.
Setelah ditelusuri, menurut Ricis, salah satu hal yang cukup berpengaruh justru datang dari pemilihan deterjen.
“Hijab yang saya pakai padahal sudah dicuci bersih tapi muka bisa breakout. Ternyata, pemilihan deterjen ini sangat ngaruh,” kata Ria Ricis.
Pengalaman serupa juga dirasakan banyak perempuan dengan kulit sensitif. Karena itu, memilih deterjen yang lembut di kulit jadi langkah sederhana yang sering diremehkan, padahal dampaknya cukup besar.
Bukan cuma untuk hijab, hal ini juga penting untuk pakaian dalam, baju olahraga, pakaian anak, hingga kain yang dipakai sehari-hari dan bersentuhan langsung dengan kulit.
3. Kampanye deterjen aman untuk kulit terus digaungkan

Melihat masih banyaknya masyarakat yang belum sadar soal kaitan deterjen dan kesehatan kulit, Deterjen Sayang Hijab terus mendorong edukasi lewat kampanye publik.
Brand Manager Deterjen Sayang, Brigitta D. Pricillia, mengatakan kampanye soal pentingnya memilih deterjen yang aman untuk kulit sudah dilakukan sejak 2025. Lewat format talk show, kampanye ini menyasar perempuan, termasuk para hijabers, agar lebih paham memilih produk pencuci yang tepat.
Menurut Brigitta, isu kesehatan kulit terasa dekat dengan keseharian perempuan Indonesia, terutama mereka yang aktif memakai hijab dan punya kulit sensitif.
Karena itu, edukasi soal deterjen bukan lagi sekadar soal pakaian bersih dan wangi, tapi juga soal perlindungan kulit seluruh anggota keluarga.
“Isu kesehatan kulit ini relevan dan dekat dengan keseharian perempuan, termasuk hijabers. Karena itu penting untuk mulai lebih sadar memilih deterjen yang aman,” ujar Brigitta.
Lewat kampanye ini, Deterjen Sayang Hijab ingin mengingatkan bahwa urusan mencuci bukan cuma soal kebersihan, tapi juga bagian dari menjaga kesehatan kulit di rumah.


















