Waspada! Sebelas Daerah di Jabar Berpotensi Terdampak Longsor

Bandung, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Jawa Barat meminta masyarakat waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat dampak cuaca ekstrem yang saat ini dirasakan, terutama di sebelas daerah yang masuk kategori rawan longsor.
Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Barat 11 daerah yang berpotensi terjadinya longsor yaitu Kabupaten Sumedang, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Ciamis.
Kemudian, ada juga Kabupaten Majalengka, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi Kabupaten Bogor, Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang.
"Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi bencana tanah longsor terutama bila terjadi hujan lebat," kata Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat, Kamis (13/2/2025).
1. Sudah banyak kejadian bencana di awal tahun

Menurut Hadi, bencana longsor biasanya ditandai dengan suara gemuruh. Agar dampak bencana bisa lebih diminimalisir, masyarakat diminta dapat segera melakukan evakuasi ke lokasi-lokasi terbuka seperti lapangan.
"Bilamana terdengar suara gemuruh, biasanya merupakan tanda adanya pergerakan tanah atau longsor. Lakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang lapang dan aman dengan membawa barang secukupnya untuk menghindari dampak yang membahayakan jiwa," katanya.
Berdasarkan data yang dimiliki BPBD Jabar periode 1 Januari sampai 13 Februari 2025, dari total 165 kejadian bencana yang terjadi, 39 di antaranya merupakan bencana longsor. Ada pun sisanya, yakni banjir dengan jumlah 37 kejadian dan cuaca ekstrem dengan jumlah 90 kejadian.
"Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi bencana yang ada di lingkungan terdekat, baik longsor, banjir dan angin kencang, dengan selalu memantau kondisi cuaca yang bisa sewaktu-waktu berubah menjadi hujan lebat bahkan cuaca ekstrim," kata Hadi.
2. Mitigasi harus dilakukan sejak saat ini

Lebih lanjut, dari peristiwa bencana alam ini, setidaknya ada 1.338 rumah mengalami kerusakan dengan kategori beragam mulai dari rusak ringan, rusak sedang sampai rusak berat.
Begitu juga dengan jumlah jiwa terdampak, di mana total jumlah jiwa terdampak akibat kejadian bencana di Jabar sementara ini tercatat sudah ada 138.525 jiwa.
"Lakukan evakuasi mandiri ke titik kumpul yang aman bila situasi sudah mengancam, dan koordinasi dengan aparat kewilayahan setempat untuk terpenuhinya layanan darurat yang mendesak," ujar Hadi.
3. Pemprov Jabar tetapkan status siaga bencana

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status siaga kebencanaan untuk 27 kabupaten dan kota. Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.580-BPBD/2024, dan ditetapkan sejak Oktober hingga 31 Mei 2025.
"Status siaga bencana sudah ditetapkan dari sekarang (Oktober 2024) sampai Mei 2025," kata PJ Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin di Gedung Sate, Rabu (30/10/2024).
Selama masa darurat kebencanaan, Pemprov Jabar dipastikan Bey sudah menyiapkan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk nantinya dapat digunakan dalam menangani wilayah terdampak bencana alam. Adapun dana tersebut merupakan sisa anggaran di akhir 2024 ini.
"Anggaran BTT disiapkan. Per hari ini BTT siap Rp125 miliar, itu dari sisa anggaran. Tahun depan lebih besar lagi," ucapnya.



















