Prabowo Ingatkan Praja IPDN soal Ancaman Adu Domba Asing

- Presiden Prabowo mengingatkan lulusan IPDN bahwa kekayaan Indonesia sejak lama menarik pihak asing, termasuk melalui upaya memecah belah masyarakat berdasarkan suku, agama, ras, etnis, dan golongan.
- Prabowo menekankan pemerintahan yang unggul, efisien, disiplin, antikorupsi, cinta tanah air, dan mengutamakan rakyat diperlukan agar Indonesia kuat, makmur, serta mandiri tanpa diatur pihak asing.
- Ia meminta praja IPDN mewujudkan layanan hidup layak bagi rakyat dan mempersiapkan kepemimpinan pusat-daerah dalam 25 tahun, saat Indonesia diproyeksikan menjadi ekonomi keempat terbesar dunia.
Bandung, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto kembali menyinggung soal intervensi asing ke Indonesia. Hal ini ia sampaikan dalam sambutan pelantikan calon Pamong Praja Muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan ke-33 tahun 2026 di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).
Prabowo menyampaikan, Indonesia merupakan negara keempat terbesar di dunia, dengan luas wilayah setara dengan 27 negara Eropa. Kekayaan alamnya pun sangat besar hingga membuat beberapa negara lain mencoba mengambilnya.
"Karena kekayaan itu, negara kita selama ratusan tahun menjadi sasaran bangsa-bangsa lain. Mereka datang untuk mengambil kekayaan kita," ujar Prabowo dalam sambutannya.
1. Presiden singgung soal divide et impera

Prabowo pun menyinggung soal negara-negara asing yang mencoba mengadu domba masyarakat Indonesia. Sehingga, dia meminta agar lulusan IPDN ini bisa memahami hal tersebut dan bisa mengantisipasinya.
"Saudara-saudara, banyak pemimpin kita selama ratusan tahun diadu domba. Divide et impera (pecah belah dan berkuasa) adalah hukum mereka, ilmu mereka. Pecah belah antara suku, agama, ras, kelompok etnis, dan golongan," kata dia.
Menurutnya, untuk menjadi negara yang kuat dan berhasil, diperlukan pemerintahan dalam negeri yang unggul, efisien, disiplin, dan terpenting tidak korup, cinta tanah air, serta mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan lainnya.
"Dengan pemerintahan yang demikian, sejarah manusia mengajarkan bahwa negara akan berhasil, bangsa menjadi makmur, dan rakyat menjadi sejahtera," ucapnya.
2. Indonesia ingin menjadi negara maju dengan Berdikari

Prabowo pun menyinggung soal cita-cita besar Indonesia kepada para paraja baru IPDN. Dia mengatakan, Indonesia saat ini ingin menjadi negara maju yang terdiri di atas kaki sendiri tanpa adanya cawe-cawe asing.
"Saudara-saudara sekalian, cita-cita besar kita adalah menjadikan Indonesia negara maju dan modern, negara yang mandiri, berdiri di atas kaki sendiri, tidak diatur bangsa lain, tidak didikte bangsa lain, dan tidak ditipu bangsa lain," katanya.
Dia pun berharap masyarakat bisa hidup dengan baik dan sejahtera. Setiap warga negara merasa aman, memperoleh penghasilan yang layak dan cukup, dan tidak ada yang lapar.
"Tidak ada anak Indonesia yang tidak bisa sekolah. Tidak ada warga negara yang tidak mendapatkan pelayanan rumah sakit saat memerlukannya. Tidak ada rakyat yang tidak tinggal di rumah yang layak," tuturnya.
3. Klaim cita-cita sudah diambang keberhasilan

Semua cita-cita tersebut, kata Prabowo, merupakan pekerjaan yang harus dicapai oleh seluruh praja baru IPDN. Dia pun mengklaim, sektor ekonomi di Indonesia saat ini sudah berprogres ke arah yang baik.
"Cita-cita besar itu berada di ambang keberhasilan. Semua pakar dunia meramalkan bahwa 25 tahun lagi Indonesia akan menjadi ekonomi keempat terbesar di dunia, berada di atas Prancis, Jerman, dan Inggris," katanya.
Selama 25 tahun mendatang, Prabowo berharap para praja muda IPDN bisa menduduki jabatan-jabatan penting di pemerintahan, baik pusat dan daerah.
"Dua puluh lima tahun yang akan datang, Saudara-saudara yang akan menjalankan pemerintahan yang sesungguhnya. Sebagian dari Saudara akan menjadi gubernur. Mungkin di antara Saudara akan berdiri di podium ini," katanya.

















