Pesan Prabowo ke Lulusan IPDN: Layani Rakyat, Jangan Korupsi

- Presiden Prabowo melantik Praja IPDN Angkatan 33 tahun 2026 di Jatinangor dan meminta lulusan menjaga nama baik pamong serta bekerja maksimal sesuai amanat hukum.
- Prabowo menegaskan ASN adalah pelayan rakyat yang wajib melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat melalui pelayanan pasti, mudah diakses, tanpa birokrasi berbelit.
- Lulusan IPDN diminta jujur, disiplin, bersih dari korupsi, mengutamakan kepentingan masyarakat, serta tidak menyalahgunakan jabatan karena kinerja mereka memengaruhi kepercayaan rakyat pada negara.
Bandung, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto meminta agar lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bisa menjaga nama baik pamong dan tidak mengecewakan masyarakat, ketika nantinya ditempatkan di sejumlah instansi pemerintahan.
Prabowo juga berharap para lulusan IPDN ini bisa bekerja dengan maksimal untuk negara, dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan amanat Undang-undang yang berlaku.
"Saudara-saudara, menjadi Pamong Praja bukan sekadar menyandang pangkat atau jabatan. Kehormatan seorang aparatur negara tidak diukur dari kedudukannya, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh rakyat," ujar Prabowo saat melantik Praja IPDN Angkatan 33 tahun 2026 di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).
Table of Content
1. ASN harus melayani dan melindungi masyarakat

Sebagai aparatur negara, Prabowo mengingatkan mengenai tugas utama dari ASN itu sendiri yaitu melayani dan mengayomi masyarakat. Dasar tersebut, kata dia, harus terus dipegang oleh para lulusan IPDN yang bertugas di pemerintahan.
"Saudara-saudara, saudara adalah pelayan rakyat. Saudara harus melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat serta rakyat Indonesia dengan sebaik-baiknya," ucapnya.
Menurutnya, masyarakat saat ini membutuhkan pelayanan yang pasti dan langsung dapat diakses tanpa adanya birokasi yang berbelit-belit. Dia juga meminta agar para lulusan ini bisa bekerja dengan baik tidak bermalas-malasan.
"Rakyat kita tidak membutuhkan birokrasi yang berbelit-belit. Rakyat kita tidak memerlukan pemimpin-pemimpin yang tidak bekerja dengan sebaik-baiknya. Rakyat membutuhkan, bahkan menuntut, aparatur yang bekerja jujur, disiplin, bersih, tidak korupsi, berani mengambil keputusan, dan selalu hadir ketika rakyat membutuhkan," tuturnya.
2. ASN merupakan wajah dari pemerintah

Selain itu, presiden meminta, para aparatur negara baru tersebut selalu tetap mengutamakan kepentingan masyarakat dibandingkan golongan dan pribadi. Dia pun mengingatkan, ASN merupakan wajah dari pemerintah.
"Di mana pun saudara bertugas, ingat, saudara adalah wajah dan lambang negara. Dari sikap saudara dan dari penampilan saudara , rakyat menilai apakah negara hadir atau tidak, apakah negara tertib atau tidak, apakah negara membanggakan atau tidak, serta apakah negara kita negara yang terhormat atau tidak," katanya.
3. Minta bekerja dengan baik dan tidak mempersulit urusan masyarakat

Kinerja dari ASN, kata Prabowo akan menghasilkan penilaian langsung dari masyarakat. Oleh sebab itu, dia meminta agar tugas yang nantinya diberikan harus dijaga dengan baik dan tidak menyalahgunakan untuk kepentingan pribadi dan golongan.
"Rakyatlah yang akan merasakan apakah negara peduli kepada rakyatnya atau tidak. Dari keputusan-keputusan saudara , rakyat akan menilai apakah negara layak dipercaya atau tidak. Itulah beratnya tugas dan tanggung jawab seorang Pamong Praja," kata dia.
"Karena itu, bekerjalah dengan sebaik-baiknya. Kalau Saudara bekerja dengan baik, rakyat akan semakin percaya dan semakin cinta kepada negaranya. Tetapi kalau saudara mengecewakan rakyat, yang rusak bukan hanya nama saudara , melainkan kepercayaan rakyat kepada negara," katanya.


















