Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Angkot Listrik Bandung Disiapkan Jadi Feeder BRT, Tarif Rp7 Ribu

Kota Bandung
3 min read
Angkot Listrik Bandung Disiapkan Jadi Feeder BRT, Tarif Rp7 Ribu
Angkot Listrik Bandung Disiapkan Jadi Feeder BRT, Tarif Rp7 Ribu. Dok Diskominfo Bandung
Share Article

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung menyiapkan angkutan kota berbasis listrik sebagai kendaraan pengumpan atau feeder bagi sistem Bus Rapid Transit (BRT). Angkot listrik ini nantinya menjadi bagian dari konektivitas transportasi yang menghubungkan berbagai moda di Kota Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pengembangan angkot listrik menjadi salah satu bagian dari pembangunan ekosistem transportasi listrik di Kota Bandung. Moda tersebut diharapkan dapat terhubung dengan BRT hingga berbagai simpul transportasi lainnya.

“Kota Bandung sedang membangun digital economy ecosystem berbasis blockchain. Ada enam pelaku yang terlibat. Entry point-nya adalah implementasi ekosistem transportasi listrik yang mendukung BRT,” ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Rabu (16/9/2026).

  1. 1. Jadi pengumpan BRT dan terhubung berbagai moda

    WhatsApp Image 2026-09-16 at 2.36.04 PM.jpeg
    Angkot Listrik Bandung Disiapkan Jadi Feeder BRT, Tarif Rp7 Ribu. Dok Diskominfo Bandung

    Bandung Angkot Utama nantinya berfungsi sebagai feeder yang menghubungkan penumpang dengan layanan BRT. Sistem tersebut menjadi bagian dari upaya membangun konektivitas transportasi yang menghubungkan berbagai moda.

    Farhan menyebut konektivitas tersebut mencakup kereta cepat, kereta antarkota, jalan tol, penerbangan, BRT hingga angkot listrik.

    “Ini bagian dari konektivitas Bandung, dari high speed rail, kereta antarkota, jalan tol, penerbangan, BRT, dan electric angkot sebagai feeder,” katanya.

    Menurut Farhan, ekosistem kendaraan listrik tidak hanya mencakup armada. Pemerintah juga menyiapkan berbagai unsur pendukung, mulai dari baterai, pemeliharaan kendaraan dan baterai, keselamatan, Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), hingga penyediaan suku cadang.

  2. 2. Tarif ditetapkan Rp7 ribu, pembayaran nontunai

    WhatsApp Image 2026-09-16 at 2.36.02 PM.jpeg
    Angkot Listrik Bandung Disiapkan Jadi Feeder BRT, Tarif Rp7 Ribu. Dok Diskominfo Bandung

    Dari sisi layanan, Bandung Angkot Utama akan menerapkan tarif sebesar Rp7.000. Pembayaran dilakukan menggunakan sistem nontunai.

    Armada juga dirancang dengan sejumlah fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan penumpang. Di antaranya pendingin udara, Wi-Fi, CCTV, serta kursi prioritas bagi penyandang disabilitas.

    Perubahan juga akan dilakukan pada pola kerja pengemudi. Farhan mengatakan pengemudi nantinya menggunakan sistem penggajian sehingga pelayanan tidak lagi terlalu berorientasi pada kejar setoran.

    Sistem tersebut diharapkan dapat mengurangi kebiasaan mengetem dan membuat perjalanan angkot lebih teratur.

  3. 3. Sopir lama tetap menjadi bagian dari peremajaan

    IMG_20251231_104158.jpg
    Angkutan kota (angkot) di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Farhan memastikan kehadiran angkot listrik tidak ditujukan untuk menghilangkan mata pencaharian pengemudi angkot yang selama ini beroperasi. Menurutnya, kendaraan listrik merupakan bagian dari proses peremajaan armada, sementara pengemudinya tetap berasal dari para pengemudi lama.

    “Angkot listrik ini tidak menggerus angkot yang sudah ada. Ini mengganti atau melakukan peremajaan kendaraan yang sudah ada. Sopirnya tetap pemain lama,” ujar Farhan.

    Ketua Kopamas Kota Bandung Budi Kurnia mengatakan, pihaknya siap terlibat dalam proses peremajaan tersebut. Saat ini Kopamas memiliki sekitar 475 unit angkutan. Dari jumlah itu, dua unit kendaraan listrik telah digunakan dalam tahap uji coba. Salah satunya bahkan telah mendapatkan izin untuk beroperasi di kawasan Bandara Internasional Husein Sastranegara dan sudah digunakan selama sekitar satu bulan.

    Budi mengatakan peralihan menuju kendaraan listrik akan dilakukan secara bertahap. Target jangka panjangnya adalah seluruh armada Kopamas dapat beralih menggunakan kendaraan listrik.

    Untuk mendukung operasional, kendaraan nantinya menggunakan sistem pool. Armada ditempatkan di lokasi tertentu untuk kebutuhan pengisian daya dan pemeliharaan. Pemkot Bandung dan Kopamas juga akan melakukan pemetaan lokasi SPKLU yang dibutuhkan untuk mendukung operasional kendaraan.

    Sementara itu, CEO PT Sinergi Satu Daya Sean Justin mengatakan pengembangan Bandung Angkot Utama membutuhkan ekosistem pendukung dari hulu hingga hilir, termasuk infrastruktur pengisian daya dan aspek keselamatan baterai.

    Melalui Famindo Group, pihaknya berperan sebagai lead integrator dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik, termasuk penyusunan cetak biru transisi kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik.

    Dalam pengembangan armada di Kota Bandung, Famindo bekerja sama dengan Indomobil Photon untuk penyediaan kendaraan yang digunakan dalam operasional.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More