Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tak Ikut Tren K-Beauty, Brand Bandung Ini Pilih Standar Eropa

Tak Ikut Tren K-Beauty, Brand Bandung Ini Pilih Standar Eropa
(Dok.Istimewa)
Intinya Sih
  • Skinmology, brand asal Bandung, memilih standar formulasi Eropa untuk menghadirkan produk skincare lokal berkualitas tinggi yang sesuai dengan kebutuhan kulit perempuan Indonesia di iklim tropis.
  • Setiap produk Skinmology dikembangkan berbasis riset dan data klinis, menggunakan bahan aktif seperti Achromaxyl dari Eropa yang efektif mencerahkan serta menyamarkan noda kulit.
  • Skinmology menargetkan konsumen yang semakin kritis terhadap kandungan skincare dengan menawarkan transparansi formulasi dan kualitas global melalui berbagai lini produk perawatan kulit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times – Ketika gelombang K-Beauty masih mendominasi industri kecantikan Indonesia, sebagian besar merek berlomba menghadirkan konsep ala Korea, mulai dari kemasan estetik hingga tren bahan alami yang tengah populer. Namun, Skinmology memilih arah yang berbeda.

Jenama lokal asal Bandung ini justru membangun identitasnya dengan mengadopsi standar formulasi Eropa. Bukan sekadar strategi pemasaran, langkah tersebut disebut menjadi fondasi utama perusahaan dalam mengembangkan produk perawatan kulit yang ditujukan untuk perempuan Indonesia yang hidup di iklim tropis.

1. Mengusung standar Eropa untuk menjawab kebutuhan kulit tropis

SKU Website Bundling-06.png
(Dok.Istimewa)

Head of Branding and Marketing Skinmology, Andini Pujasari, mengatakan sejak awal perusahaan ingin menghadirkan produk lokal yang mengedepankan kualitas bahan aktif dan pendekatan berbasis riset.

Menurutnya, standar Eropa dipilih karena dikenal memiliki regulasi kosmetik yang ketat, terutama terkait keamanan bahan yang digunakan dalam produk perawatan kulit.

"Kami brand lokal, tapi sejak awal kami tak mau kompromi soal bahan aktif. Jika Eropa punya standar paling ketat di dunia, mengapa tak dijadikan itu sebagai benchmark?" kata Andini, Selasa (23/6/2026).

Bagi Skinmology, penggunaan bahan aktif dari Eropa bukan semata soal prestise atau mengikuti persepsi pasar terhadap produk impor. Yang lebih penting adalah bagaimana formulasi tersebut mampu memberikan hasil yang konsisten dan terukur bagi konsumen.

Pendekatan ini kemudian diterjemahkan dalam pengembangan produk yang dirancang khusus menghadapi tantangan kulit masyarakat Indonesia, mulai dari cuaca panas, tingkat kelembapan tinggi, hingga paparan polusi yang menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.

2. Mengandalkan bahan aktif berbasis riset dan data klinis

SKU Website Bundling-02.png
(Dok.Istimewa)

Industri kosmetik Eropa dikenal memiliki salah satu sistem regulasi paling ketat di dunia. Uni Eropa bahkan melarang penggunaan lebih dari 1.300 bahan yang dianggap berpotensi membahayakan kesehatan dalam produk kosmetik.

Prinsip tersebut menjadi acuan Skinmology dalam memilih bahan aktif dan menyusun formulasi produknya. Setiap kandungan yang digunakan dikembangkan melalui proses penelitian dan didukung data ilmiah serta pengujian klinis.

Selain itu, seluruh produk yang dipasarkan telah melalui uji dermatologis untuk memastikan keamanan penggunaannya pada berbagai jenis kulit.

Salah satu produk yang menjadi andalan perusahaan adalah 5 in 1 Lightening Series. Paket perawatan ini diformulasikan untuk membantu mencerahkan sekaligus meratakan warna kulit.

Andini menjelaskan, keunggulan produk tersebut terletak pada penggunaan Achromaxyl, bahan aktif asal Eropa yang diekstrak dari tanaman keluarga Brassicaceae.

"Produk unggulan itu 5 in 1 Lightening Series. Paket perawatan ini diformulasikan khusus untuk mencerahkan dan meratakan warna kulit. Kunci keunggulan seri ini terletak pada bahan aktif Achromaxyl," ujarnya.

Achromaxyl bekerja dengan menekan aktivitas enzim tirosinase yang berperan dalam pembentukan pigmen kulit. Teknologi ini telah dipatenkan dan digunakan untuk membantu mengatasi hiperpigmentasi serta menyamarkan noda bekas jerawat.

3. Bidik konsumen yang semakin kritis terhadap kandungan skincare

SKU Website Bundling-09.png
(Dok.Istimewa)

Untuk menjangkau kebutuhan konsumen yang beragam, Skinmology menghadirkan sejumlah lini produk. Selain 5 in 1 Lightening Series, perusahaan juga memiliki paket perawatan 5 in 1 Acne Expert yang ditujukan bagi pengguna dengan permasalahan jerawat.

Sementara untuk produk individual, Skinmology menawarkan Deep Moisturizer Gel, Flex Night Cream dengan teknologi bicosome, UV Protection Daily Sunscreen, Serum Acne & Glow, Serum Brightening, hingga Exfoliating Sleeping Mask.

Andini menilai pasar kecantikan Indonesia saat ini mengalami perubahan signifikan. Konsumen tidak lagi hanya tertarik pada tren atau kemasan menarik, tetapi mulai memperhatikan komposisi bahan aktif dan efektivitas produk yang digunakan.

Di tengah pertumbuhan industri kosmetik lokal yang disebut mencapai 7–9 persen per tahun, kondisi tersebut menjadi peluang bagi merek yang mampu menawarkan kualitas dan transparansi formulasi.

"Optimisme kami bukan tanpa alasan. Konsumen kini semakin kritis dalam menelaah kandungan produk. Kami memposisikan diri sebagai jembatan bagi konsumen yang menginginkan kualitas bahan aktif kelas dunia dengan harga yang sesuai untuk pasar lokal," kata Andini.

Dengan strategi tersebut, Skinmology berupaya menempatkan diri bukan sekadar sebagai merek kecantikan lokal, melainkan sebagai brand yang membawa standar formulasi global untuk menjawab kebutuhan spesifik kulit perempuan Indonesia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More