Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Persib Terancam Sanksi FIFA, Wajib Bayar Rp581 Juta ke Robert Alberts

Kota Bandung
Persib Terancam Sanksi FIFA, Wajib Bayar Rp581 Juta ke Robert Alberts
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. IDN Times/Galih Persiana
  • FIFA mengabulkan sebagian gugatan Robert Alberts dan memerintahkan Persib membayar tunggakan Rp581,25 juta, ditambah bunga 5 persen per tahun hingga lunas.
  • Persib diberi waktu 45 hari sejak pemberitahuan putusan untuk membayar. Jika gagal, klub berpotensi dilarang mendaftarkan pemain baru hingga tiga periode berturut-turut.
  • Sengketa berasal dari perjanjian cicilan Rp3 miliar pada 2025. FIFA mencatat Persib tidak mengirim jawaban atas gugatan, sehingga putusan didasarkan pada bukti yang tersedia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times – Persib Bandung terancam mendapat sanksi larangan mendaftarkan pemain baru setelah FIFA mengabulkan sebagian gugatan mantan pelatihnya, Robert Rene Alberts. Ancaman tersebut berlaku jika Persib tidak melunasi tunggakan sebesar Rp581,25 juta beserta bunga kepada pelatih asal Belanda itu.

Dari informasi yang diterima IDN Times, Selasa (11/8/2026), FIFA memberikan waktu 45 hari sejak pemberitahuan keputusan kepada Persib untuk menyelesaikan kewajiban tersebut. Jika pembayaran tidak dilakukan, larangan mendaftarkan pemain baru, baik di tingkat nasional maupun internasional, dapat diberlakukan hingga tiga periode pendaftaran pemain berturut-turut.

Dalam putusan Players' Status Chamber FIFA, gugatan Robert Alberts dinyatakan dikabulkan sebagian. FIFA secara tegas menyebut, “The claim of the Claimant, Robert Rene Alberts, is partially accepted”.

  1. 1. Persib wajib bayar Rp581,25 juta plus bunga 5 persen

    Robert Rene Alberts pada sesi konferensi pers seusai laga Arema FC vs Persib Bandung, Minggu (8/3). IDN Times/Alfi Ramadana
    Robert Rene Alberts pada sesi konferensi pers seusai laga Arema FC vs Persib Bandung, Minggu (8/3). IDN Times/Alfi Ramadana

    Sengketa ini berkaitan dengan perjanjian pembayaran antara Persib dan Robert Alberts yang dibuat pada 18 Februari 2025. Dalam perjanjian tersebut, Persib sepakat membayar total Rp3 miliar secara bertahap dalam sepuluh kali cicilan mulai Maret hingga Desember 2025.

    Delapan cicilan pertama dijadwalkan sebesar Rp225 juta per bulan. Sementara dua cicilan terakhir masing-masing senilai Rp600 juta dan harus dibayarkan pada November serta Desember 2025. Seluruh pembayaran dijadwalkan dilakukan setiap tanggal 15.

    Namun, Robert hanya menerima pembayaran Rp93.749.500 pada 21 Maret 2025. FIFA kemudian menilai pengurangan Rp131.250.500 dari pembayaran pertama tidak dapat dibenarkan.

    Pengurangan tersebut berkaitan dengan peningkatan kelas sejumlah tiket pesawat. Berdasarkan bukti yang diperiksa FIFA, selisih biaya peningkatan tiket seharusnya diperhitungkan dalam dua cicilan terakhir, bukan dipotong dari pembayaran Maret 2025.

    Atas dasar itu, FIFA memerintahkan Persib membayar Rp131,25 juta untuk sisa cicilan Maret, ditambah dua cicilan masing-masing Rp225 juta untuk April dan Mei 2025. Ketiga tunggakan tersebut juga dikenai bunga 5 persen per tahun hingga pembayaran dilakukan.

  2. 2. FIFA bisa larang Persib daftarkan pemain baru

    DANIJEL LONCAR  Pemain baru persib bandung
    DANIJEL LONCAR Pemain baru persib bandung (instagram/persib)

    Ancaman paling serius dalam putusan tersebut adalah kemungkinan Persib dikenai larangan mendaftarkan pemain baru. FIFA menyatakan Persib harus melunasi seluruh tunggakan dan bunga dalam waktu 45 hari sejak menerima pemberitahuan keputusan.

    Jika tidak, Robert Alberts dapat meminta agar sanksi tersebut diberlakukan. Persib kemudian dapat dilarang mendaftarkan pemain baru, baik secara nasional maupun internasional, hingga seluruh kewajibannya dilunasi.

    Durasi maksimal larangan itu dapat mencapai tiga periode pendaftaran pemain secara penuh dan berturut-turut. Jika pembayaran masih tidak dilakukan setelah tiga periode tersebut, perkara ini dapat diteruskan ke Komite Disiplin FIFA atas permintaan pihak penggugat.

    FIFA juga menjelaskan larangan tersebut akan langsung dicabut sebelum masa sanksi berakhir apabila Persib telah melunasi seluruh jumlah yang harus dibayarkan, termasuk bunga. Dengan demikian, ancaman sanksi ini bergantung pada pemenuhan kewajiban pembayaran Persib kepada Robert Alberts.

  3. 3. Persib tak ajukan jawaban atas gugatan Robert Alberts

    Robert Alberts kecewa Persib gagal raih poin penuh lawan Barito Putera, Minggu (24/11). IDN Times/Galih Persiana
    Robert Alberts kecewa Persib gagal raih poin penuh lawan Barito Putera, Minggu (24/11). IDN Times/Galih Persiana

    Robert Alberts membawa perkara ini ke FIFA pada 4 Juni 2025. Dalam gugatan awalnya, dia meminta pembayaran tunggakan Rp581,25 juta yang terdiri dari Rp131,25 juta untuk sisa pembayaran Maret serta masing-masing Rp225 juta untuk April dan Mei 2025.

    Ia juga meminta bunga sebesar 5 persen per tahun atas pembayaran yang terlambat dilakukan. Pada 19 Juni 2025, Robert kemudian memperbarui gugatannya dan meminta FIFA menyatakan Persib telah melanggar ketentuan dalam perjanjian pembayaran tersebut.

    Dalam proses persidangan, FIFA mencatat Persib tidak mengirimkan jawaban atas gugatan yang diajukan mantan pelatihnya tersebut. Karena itu, hakim tunggal Players' Status Chamber menyatakan keputusan perkara dibuat berdasarkan bukti-bukti yang tersedia dalam berkas.

    FIFA tidak mengabulkan tuntutan Robert terkait cicilan berikutnya karena saat gugatan diajukan pada 4 Juni 2025, pembayaran tersebut belum jatuh tempo. Namun, putusan ini tidak menutup kemungkinan Robert mengajukan gugatan baru untuk sisa cicilan dalam perjanjian apabila kewajiban tersebut kembali menjadi sengketa.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More