Menkes Budi Wanti-wanti Kasus Kematian DBD Meningkat Imbas El Nino

- Menkes Budi Gunadi Sadikin memperingatkan El Nino yang diprediksi berlangsung hingga akhir tahun berpotensi meningkatkan kasus dan kematian DBD, terutama di Kabupaten Sukabumi.
- Kasus DBD di Sukabumi dinilai tinggi; Menkes meminta tenaga kesehatan memperkuat deteksi dini karena penanganan cepat dapat mencegah dampak fatal.
- Seluruh rumah sakit di Jawa Barat diminta menyegarkan tata laksana DBD, sementara Pemkab Sukabumi mengajak warga memberantas sarang nyamuk dan menjaga lingkungan.
- Menkes Budi Gunadi Sadikin memperingatkan El Nino hingga akhir tahun berpotensi memicu lonjakan kasus dan kematian DBD di Jawa Barat, terutama Kabupaten Sukabumi.
- Kasus DBD di Sukabumi dinilai tinggi; Menkes meminta tenaga medis memperkuat deteksi dini karena penanganan cepat dapat mencegah dampak fatal.
- Seluruh rumah sakit di Jawa Barat diminta menyegarkan tata laksana DBD, sementara warga Sukabumi diimbau memberantas sarang nyamuk dan menjaga lingkungan bebas genangan.
Sukabumi, IDN Times – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan peringatan keras terkait potensi lonjakan kasus dan angka kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jawa Barat, khususnya Kabupaten Sukabumi. Hal ini dipicu oleh fenomena cuaca El Nino yang diprediksi berlangsung hingga akhir tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan Menkes Budi saat memberikan arahan khusus kepada Bupati Sukabumi dan jajaran Dinas Kesehatan setempat.
1. El Nino diprediksi bertahan hingga akhir tahun, ancam lonjakan DBD

Ilustrasi pasien DBD dirawat (IDN Times/ Riyanto) Menkes Budi mengingatkan bahwa fenomena kemarau panjang El Nino memiliki kaitan erat dengan peningkatan populasi nyamuk penular DBD (Dengue High Fever/DHF). Ia meminta Dinas Kesehatan bergerak cepat sebelum kasus meluas.
"Ini kan mau ada El Nino nanti, pak. Apa ini bilangin pak Kadis. Begitu El Nino naik, itu DHF naik," kata Budi kepada Bupati Asep Japar di hadapan awak media, Rabu (12/8/2026).
2. Angka DBD di Sukabumi tinggi, Menkes minta deteksi dini ditingkatkan

Ilustrasi DBD. (IDN Times/Aditya Pratama). Budi menyoroti kasus DBD di Kabupaten Sukabumi yang tergolong tinggi. Ia menekankan bahwa penyakit ini sebenarnya sangat bisa diatasi dan dicegah dampak fatalnya asalkan dideteksi secara dini oleh para tenaga medis.
"Dengue di Sukabumi ini tinggi, aku lihat banyak yang kena Dengue. Jadi mesti dilatih teman-teman. Dengue itu kan harusnya asal deteksinya dini, penanganannya harusnya bisa," ujarnya.
3. Rumah sakit se-Jawa Barat diminta refresh teknik penanganan pasien

ilustrasi DBD parah (freepik.com/jcomp) Guna mengantisipasi risiko kenaikan angka kematian, Budi mengimbau seluruh pihak untuk bersiap menghadapi badai El Nino yang diprediksi berlangsung hingga akhir tahun. Ia meminta seluruh rumah sakit di Jawa Barat untuk melakukan penyegaran (refreshment) teknik tata laksana pasien DBD.
"Ini El Nino sampai akhir tahun akan naik, itu Dengue pasti naik. Jadi ini mesti dibantu seluruh rumah sakit Jawa Barat di-refresh lagi teknik cara-cara penanganan Dengue. Kan harusnya bisa cepat ditangani, tapi kematiannya pasti akan naik gara-gara El Nino," ungkap Menkes Budi.
4. Respons Bupati Sukabumi

Bupati Sukabumi Asep Japar (IDN Times/Siti Fatimah) Menanggapi imbauan langsung Menkes, Bupati Sukabumi Asep Japar mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit DBD di tengah cuaca ekstrem.
"Memang situasi hari ini cuaca agak ekstrem. Oleh karena itu, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk rajin bersih-bersih lingkungan. Jangan sampai ada genangan air yang bisa menjadi sarang nyamuk, agar kita semua terhindar dari penyakit yang tidak diharapkan," ujar pria yang akrab disapa Asjap tersebut.
Asjap menekankan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta mengajak masyarakat aktif bergotong-royong menggalakkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara berkala di lingkungan masing-masing.



















