Sawah Cirebon Menanti Air, Normalisasi Irigasi Baru Dijadwalkan 2027

Pemkab Cirebon menyiapkan normalisasi saluran irigasi sekunder sepanjang 13 kilometer, rehabilitasi 1,2 kilometer, serta pembangunan tembok penahan tanah pada 2027.
Program pembenahan pengairan ditujukan memperlancar distribusi air ke lahan pertanian agar kebutuhan petani dan aktivitas pengelolaan sawah lebih terdukung.
Bupati Imron meninjau normalisasi sungai AW7 di Panguragan sepanjang 1,2 kilometer, yang ditargetkan memperbaiki pengairan, mengurangi risiko banjir, dan mendukung panen dua kali setahun.
Cirebon, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Cirebon menyiapkan program normalisasi saluran irigasi sekunder sepanjang 13 kilometer pada 2027 untuk memperlancar distribusi air ke lahan pertanian.
Rencana tersebut menjadi bagian dari penanganan infrastruktur sumber daya air yang dilakukan pemerintah daerah. Selain normalisasi, Pemkab Cirebon juga merencanakan rehabilitasi saluran sepanjang 1,2 kilometer serta pembangunan tembok penahan tanah (TPT) pada 2027.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon Tommy Hendrawan mengatakan, program normalisasi dan rehabilitasi saluran disiapkan untuk menindaklanjuti arahan Bupati Cirebon dalam memperbaiki sistem pengairan, terutama di kawasan pertanian.
"Terkait dengan normalisasi, insya Allah 2027 di saluran sekunder akan dilakukan proses normalisasi sepanjang 13 kilometer. Kemudian ada rehabilitasi juga sepanjang 1,2 kilometer," kata Tommy, Rabu (4/11/2026).
1. Perbaikan saluran pertanian

Caption foto: Bupati Cirebon Imron meninjau pekerjaan normalisasi sungai sepanjang 1,2 kilometer di wilayah AW7, Kecamatan Panguragan. Pembenahan saluran tersebut diharapkan memperlancar pengairan lahan pertanian dan mendukung peningkatan produktivitas petani. Menurut Tommy, penanganan jaringan saluran tersebut ditujukan untuk memperlancar aliran air agar kebutuhan pengairan masyarakat dapat terpenuhi. Infrastruktur saluran yang berfungsi dengan baik menjadi salah satu penunjang aktivitas pertanian.
Program rehabilitasi sepanjang 1,2 kilometer menjadi bagian lain dari rencana pembenahan infrastruktur pengairan.
Kedua pekerjaan tersebut memiliki cakupan berbeda, yakni normalisasi saluran sekunder dan rehabilitasi saluran yang membutuhkan perbaikan.
'Kami berharap pembenahan jaringan pengairan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya petani yang membutuhkan kelancaran distribusi air untuk mengelola lahan pertanian," kata Tommy.
2. Normalisasi sungai AW7

Ilustrasi irigasi di Tabanan (IDN Times/Wira Sanjiwani) Sebelumnya, Bupati Cirebon, Imron Rosyadi meninjau pekerjaan normalisasi sungai di wilayah AW7, Kecamatan Panguragan, pada 2 November 2026. Pekerjaan tersebut mencakup penanganan saluran sepanjang 1,2 kilometer melalui kerja sama pemerintah daerah dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Imron mengatakan, kondisi aliran sungai sebelum dilakukan normalisasi tidak lancar. Keadaan tersebut mengganggu pengairan lahan pertanian dan berpotensi memperbesar risiko banjir ketika hujan deras.
Dia berharap perbaikan saluran dapat membantu petani meningkatkan frekuensi panen. Salah satu target yang disampaikan adalah petani dapat melakukan panen hingga dua kali dalam setahun.
"Adanya perbaikan saluran sungai ini, petani diharapkan bisa panen dua kali dalam setahun. Kami mengucapkan terima kasih kepada BBWS yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah melakukan normalisasi," ujar Imron.
3. Masyarakat diminta menjaga saluran

ilustrasi irigasi pertanian. (pixabay.com/feraugustodesign) Imron meminta masyarakat bersama pemerintah desa dan kecamatan ikut menjaga saluran yang telah diperbaiki. Menurutnya, pemeliharaan diperlukan agar sungai tidak kembali mengalami kerusakan maupun penyumbatan.
Dia juga menyampaikan rencana pembangunan tembok penahan tanah pada 2027 sebagai bagian dari penanganan kawasan tersebut.
“Pembangunan TPT direncanakan untuk mendukung penanganan infrastruktur di sekitar sungai,” kata Imron.























