Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Manajemen Plaza Asia Tasikmalaya Batalkan RANS Carnival-Cipungland

Kota Bandung
2 min read
Manajemen Plaza Asia Tasikmalaya Batalkan RANS Carnival-Cipungland
Suasana Rans Carnival yang digelar Rans Entertainment di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (31/10/2026) siang. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
  • Manajemen Plaza Asia Tasikmalaya membatalkan RANS Carnival dan Cipungland yang semula dijadwalkan pada 14-15 November 2026, serta menghapusnya dari kalender acara mal.

  • Manajer Operasional Plaza Asia Tasikmalaya, Roni Apriliansyah, menyebut pembatalan dilakukan demi menjaga kondusifitas Kota Tasikmalaya dan komunikasi dengan pihak RANS tetap berjalan.

  • Sebelumnya, sejumlah musisi dan tenant UMKM mundur dari RANS Carnival di Sleman, sementara netizen menyerukan boikot acara tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Rencana kegiatan RANS Carnival dan Cipungland di Plaza Asia Tasikmalaya dipastikan dibatalkan oleh pihak manajemen mal. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 14-15 November 2026 itu dibatalkan dengan beberapa alasan.

Mulanya, rencana ini sudah diumumkan dalam unggahan akun Instagram resmi manajamen mal. Namun, berjalannya waktu pihak manajemen mal membatalkannya karena beberapa pertimbangan, salah satunya untuk kondusivitas.

Hal ini juga dibenarkan oleh Manajer Operasional Plaza Asia Tasikmalaya, Roni Apriliansyah. Dia mengatakan, kegiatan tersebut sudah dihapus dalam kalender event mal.

"Sesuai dengan update kalender event kita bulan November, acara tanggal 14-15 November kami cancel," ujar Roni saat dikonfirmasi IDN Times, Senin (2/10/2026).

  1. 1. Komunikasi tetap ada dengan pihak RANS

    WhatsApp Image 2026-10-31 at 13.07.42.jpeg
    Suasana Rans Carnival yang digelar Rans Entertainment di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (31/10/2026) siang. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    Disinggung mengenai adanya alasan pasti mengapa kegiatan tersebut dibatalkan setelah sebelumnya diumumkan kepada publik melalui akun Instagram. Roni memastikan hal ini dilakukan untuk kondusifitas Tasikmalaya. Dia juga mengklaim sudah berkomunikasi baik dengan pihak RANS.

    "Komunikasi tetap ada, untuk kondusifitas kota Tasikmalaya," ucapnya.

  2. 2. Keputusan dilakukan untuk kondusivitas Kota Tasikmalaya

    Ilustrasi cancel culture
    Ilustrasi cancel culture (freepik.com/The Yuri Arcurs Collection)

    IDN Times juga turut menanyakan mengenai kemungkinan pembatalan ini berkaitan dengan kasus RANS Carnaval yang di Yogyakarta. Di mana masyarakat menyebutnya sebagai Cancel Culture, sejumlah tenant banyak mengundurkan diri saat hari H gelaran.

    Roni enggan menyampaikan secara gamblang. Dia hanya memastikan hal ini sebagai upaya kondusifitas Kota Tasikmalaya.

    "Intinya lebih menjaga kondusifitas Kota Tasikmalaya saja," tuturnya.

  3. 3. Kegiatan serupa di Yogyakarta kena cancel culture

    WhatsApp Image 2026-10-31 at 13.07.42-2.jpeg
    Suasana Rans Carnival yang digelar Rans Entertainment di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (31/10/2026) siang. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

    Sebelumnya, sejumlah musisi hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memutuskan mundur dari event Rans Carnival yang digelar Rans Entertainment di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

    Keputusan tersebut disampaikan melalui akun media sosial masing-masing. Beberapa musisi yang mengumumkan pengunduran diri di antaranya Om Wawes, Tipe-X, dan Guyon Waton. Salah satu pelaku UMKM, Roti Gembong Gedhe, juga menyatakan mundur sebagai tenant makanan dan minuman (FnB).

    Netizen juga banyak menyerukan untuk memboikot acara ini. Diketahui Rans Entertainment merupakan perusahaan hiburan milik Raffi Ahmad.

    Vokalis Om Wawes, Gaseng, mengatakan keputusan mundur diambil setelah mempertimbangkan situasi dan kondisi masyarakat saat ini. Menurutnya, sebagai band yang berasal dari Yogyakarta, mereka merasa perlu mengambil sikap dengan mengedepankan hati nurani.

    "Pada intinya saya bersama Om Wawes sepakat untuk mundur dari event tersebut karena kami juga memikirkan perkembangan situasi dan kondisi masyarakat saat ini. Event tersebut diselenggarakan di Yogyakarta, kami sebagai band dari Yogyakarta harus mengambil sikap tegas dengan mengedepankan hati nurani," ujar Gaseng.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More