Farhan Serahkan Penggunaan Lapang Teuku Umar pada Warga dan Komunitas

- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta penataan Lapang Teuku Umar ditentukan lewat kesepakatan warga Lebakgede, RW 18 dan RW 10, serta komunitas skateboard.
- Farhan menyatakan pemerintah tidak memiliki rencana menggusur warga; penataan juga perlu memperhatikan fasilitas penampungan dan pengolahan sampah ranting serta daun.
- Pengguna dan skateboarder menilai skatepark Pasupati lebih baik diperbaiki karena rusak, serta meminta pembangunan baru tidak menghilangkan lapangan sepak bola yang sudah digunakan masyarakat.
Bandung, IDN Times - Polemik rencana perubahan pemanfaatan lapang di Teuku Umar dari lapangan sepakbola menjadi arena skateboard membuat masyarakat sekitar kawasan tersebut geram. Pun dengan sejumlah komunitas sepak bola yang selama ini memanfaatkan lapangan tersebut.
Terkait hal ini, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, penataan kawasan Jalan Teuku Umar, Kelurahan Lebakgede, Kecamatan Coblong, harus mengedepankan kesepakatan bersama antara pemerintah, warga, dan komunitas skateboard.
Menurutnya, gagasan pembangunan fasilitas skateboard berawal dari aspirasi komunitas skateboard yang disampaikan sejak 2016. Saat itu, muncul keinginan agar Kota Bandung memiliki fasilitas skateboard yang lebih representatif, tidak hanya memanfaatkan area di bawah Jembatan Pasupati.
Setelah menjabat sebagai Wali Kota Bandung, gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui rencana pembangunan fasilitas yang lebih memadai. Namun, Farhan memahami adanya perbedaan pandangan di tengah masyarakat terkait pemanfaatan kawasan tersebut.
Karena itu, ia mempersilakan warga Kelurahan Lebakgede, khususnya RW 18 dan RW 10, bersama komunitas skateboard untuk berdialog dan mencari titik temu.
"Teuku Umar itu harus berdasarkan kesepakatan warga. Saya mempersilakan semua warga Kelurahan Lebakgede, RW 18, RW 10, kemudian komunitas skate untuk berkompromi menentukan mau dibuat apa," ujar Farhan melalui siaran pers, Senin (2/11/2026).
1. Tak ada niat pemerintah untuk menggusur

Pemkot Bandung berencana mengubah lapangan Teuku Umar menjadi area skateboard. IDN Times/Debbie Sutrisno Ia menjelaskan, salah satu fasilitas yang menjadi perhatian Pemkot Bandung di kawasan tersebut adalah tempat penampungan dan pengolahan sampah ranting serta daun dari RW 09 dan RW 10 Kelurahan Lebakgede. Menurutnya, keberadaan fasilitas pengolahan sampah tersebut menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diperhatikan dalam penataan kawasan.
Farhan juga menegaskan, tidak pernah ada niat maupun rencana pemerintah untuk menggusur warga dalam proses penataan tersebut. Pemerintah tetap membuka ruang diskusi agar pemanfaatan kawasan dapat disepakati bersama.
"Tidak pernah ada niat ataupun rencana dari pemerintah untuk menggusur. Jadi kalau sekarang ada narasi menggusur, itu tidak benar. Diskusi saja seperti biasa," tuturnya.
2. Lebih baik skatepark yang ada diperbaiki

Pemkot Bandung berencana mengubah lapangan Teuku Umar menjadi area skateboard. IDN Times/Debbie Sutrisno Razaki, pengguna skatepark Pasupati, menuturkan bahwa dia berlatih ke sini karena sedang libur sekolah jelang persiapan pertandingan Taekwondo. Baru menggunakan area ini beberapa bulan ke belakang, Razaki menilai bahwa fasilitas ini harus segera diperbaiki karena sudah banyak kerusakan.
"Lantainya bolong-bolong, jadi agak susah juga kita kalau pas main itu suka kesendat," ungkap Razaki, Jumat (30/10/2026).
Menurutnya, ketimbang pemerintah membangun lapangan baru baiknya memperbaiki yang sudah ada sekarang. Karena arena skate sebenarnya sudah cukup banyak di Bandung hanya saja kondisinya masih kurang dibandingkan dengan yang harus berbayar.
"Kalau mau bagus ya ada yang bayar gitu. Tapi kalau memang ini bisa diperbaiki dan jadi bagus ya pemain juga pasti lebih pilih datang ke sini dari pada yang harus bayar," ungkap Razaki.
3. Jangan hilangkan yang ada untuk bangun yang baru

Lapangan skateboard di bawah Jembatan Pasupati. IDN Times/Debbie Sutrisno Sementara itu, Skateboarder profesional asal Kotab Bandung, Ega MP menilai bahwa menghilangkan yang ada untuk kemudian dipindahkan ke area baru kurang bagus. Apalagi area yang ada sekarang sudah dijadikan fasilitas bermain bola masyarakat.
Menurutnya, Pemkot Bandung sebaiknya memperbaiki yang sudah ada sekarang di mana area bermain skate memang kurang layak dan tidak standar nasional.
"Pasti senang lah kalau ada skatepark baru, tapi kalau kemudian yang baru itu menghilangkan yang sudah ada jangan lah. Lebih baik perbaiki saja yang ada dulu," kata dia.
Jika memang ingin membangun tempat baru pun diharap tidak membangunnya di area yang selama ini sudah jadi fasilitas olahraga lainnya. Pemkot harus mencari lahan yang selama ini kosong untuk kemudian mengubah menjadi fasilitas olahraga.
"Misal di Taman Maluku juga kan itu luas dan bisa dipakai untuk bangun arena skatepark karena di tengah kota," ungkap Ega.



















