Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dulu Numpang Listrik, Kini Tatang dan Caca Punya Listrik Sendiri

Kab. Bandung Barat
4 min read
Dulu Numpang Listrik, Kini Tatang dan Caca Punya Listrik Sendiri
Dulu Numpang Listrik, Kini Tatang dan Caca Punya Sambungan Listrik Sendiri. Dok Istimewa
  • Tatang dan Caca di Desa Sadangmekar kini mendapat sambungan listrik mandiri gratis 450 VA melalui program Light Up The Dream PLN, setelah sebelumnya menyalur listrik dari rumah saudara.
  • PLN UID Jawa Barat telah memberikan sambungan gratis kepada 873 keluarga prasejahtera dan menargetkan 2.710 keluarga penerima hingga Desember 2026 dalam rangka Hari Listrik Nasional ke-81.
  • Program didanai donasi sukarela pegawai PLN, YBM PLN, dan kolaborasi PLN Group; penerima dipilih lewat survei lapangan bersama perangkat desa serta dapat mengajukan melalui kader desa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Tatang dan Caca kini bisa menikmati listrik secara mandiri di rumah mereka di Desa Sadangmekar, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Sebelumnya, keduanya harus menyalur listrik dari rumah saudara karena keterbatasan ekonomi.

Melalui program Light Up The Dream (LUTD) dari PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Tatang dan Caca mendapatkan sambungan listrik gratis berdaya 450 volt ampere (VA). Bantuan ini memungkinkan mereka memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga tanpa lagi bergantung pada sambungan milik kerabat.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN memperluas akses listrik bagi keluarga prasejahtera. Dalam rangka Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, PLN UID Jawa Barat menargetkan 2.710 keluarga prasejahtera mendapatkan sambungan listrik gratis hingga Desember 2026.

  1. 1. Sebanyak 873 keluarga sudah mendapatkan sambungan listrik gratis

    WhatsApp Image 2026-10-29 at 4.23.07 PM (1).jpeg
    Dulu Numpang Listrik, Kini Tatang dan Caca Punya Sambungan Listrik Sendiri. Dok Istimewa

    Penyalaan listrik bagi Tatang dan Caca berlangsung di Desa Sadangmekar, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Rabu (28/10/2026). Keduanya termasuk dalam 873 keluarga prasejahtera di Jawa Barat yang telah menerima sambungan listrik gratis melalui program LUTD.

    Program tersebut mengusung tema “Sambung Listrik, Sambung Harapan: Bersama Menghadirkan Terang”. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah Jawa Barat hingga akhir 2026.

    General Manager PLN UID Jawa Barat Muhammad Joharifin mengatakan, masih ada masyarakat yang tinggal di lingkungan dengan jaringan listrik tersedia, tetapi belum mampu memasang sambungan sendiri karena keterbatasan ekonomi.

    "Masih ada saudara-saudara kita yang rumahnya sudah terjangkau jaringan listrik, tetapi belum mampu memiliki sambungan sendiri karena keterbatasan ekonomi. Melalui Light Up The Dream, kami ingin menjembatani kondisi tersebut dengan menggerakkan kepedulian seluruh insan PLN agar semakin banyak keluarga dapat menikmati listrik secara mandiri," ujar Joharifin melalui siaran pers diterima IDN Times, Jumat (30/10/2026).

  2. 2. Donasi pegawai PLN menjadi sumber pendanaan program

    Pelanggan pengguna listrik merasakan manfaat untuk usaha dan aktivitas sehari-hari. (Dok. PLN UID Sulselrabar)
    Pelanggan pengguna listrik merasakan manfaat untuk usaha dan aktivitas sehari-hari. (Dok. PLN UID Sulselrabar)

    Program LUTD dijalankan melalui donasi sukarela pegawai PLN UID Jawa Barat, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, serta kolaborasi sejumlah entitas PLN Group. Pihak yang terlibat antara lain PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah, PLN Pusharlis, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah, PLN Electricity Services Unit Pelaksana 1 Jawa Barat, dan PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Barat.

    Menurut Joharifin, sejak 2023, insan PLN UID Jawa Barat telah berkontribusi menghadirkan 4.124 sambungan listrik gratis melalui program LUTD.

    Ia berharap, bantuan tersebut tidak hanya memberikan kenyamanan bagi keluarga penerima manfaat, tetapi juga mendukung aktivitas sehari-hari, pendidikan anak, hingga pengembangan usaha produktif.

    “Setiap rumah yang kini memiliki listrik sendiri menyimpan harapan baru. Anak-anak bisa belajar lebih nyaman, keluarga dapat beraktivitas dengan lebih baik, dan peluang ekonomi pun semakin terbuka. Kami ingin terang yang dihadirkan PLN benar-benar menjadi energi bagi masyarakat untuk tumbuh dan meningkatkan kesejahteraannya,” kata Joharifin.

    Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat Slamet Mulyanto mengapresiasi kontribusi PLN Group dalam memperluas akses listrik bagi masyarakat kurang mampu.

    “Kegiatan ini sangat membantu kami dalam memperluas akses listrik bagi masyarakat yang kurang mampu. Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN Group yang sudah menginisiasi kegiatan ini. Kegiatan ini memberikan contoh bagi kita semua bahwa kita bisa melakukan hal yang sama,” ujar Slamet.

  3. 3. Penerima bantuan dipilih melalui survei bersama perangkat desa

    Pln, petugas pln
    Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan kelistrikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Sarolangun-Muara Rupit untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat. (Dok. PLN)

    Penentuan penerima manfaat program LUTD dilakukan melalui survei kondisi lapangan bersama perangkat desa. Keluarga prasejahtera yang membutuhkan juga dapat mengajukan bantuan melalui kader desa dengan mengikuti persyaratan yang berlaku.

    Kepala Desa Sadangmekar Dede Paridi mengatakan, bantuan sambungan listrik mandiri memberikan manfaat nyata bagi warga yang selama ini bergantung pada listrik milik saudara maupun tetangga.

    "Kami sangat berterima kasih kepada PLN atas bantuan yang diberikan kepada warga kami. Harapannya, program ini dapat terus berlanjut karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan, termasuk fasilitas umum seperti kantor desa dan posyandu yang juga memerlukan sambungan listrik mandiri," ujar Dede.

    Melalui program LUTD, PLN UID Jawa Barat menargetkan total 2.710 keluarga prasejahtera menerima sambungan listrik gratis hingga Desember 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerataan akses listrik, sehingga masyarakat tidak hanya tinggal di wilayah yang telah terjangkau jaringan listrik, tetapi juga mampu menikmati sambungan secara mandiri.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More