Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemkot Bandung Perbaiki Area Skatepark, Ketimbang Buat Baru

Kota Bandung
5 min read
Pemkot Bandung Perbaiki Area Skatepark, Ketimbang Buat Baru
Lapangan skateboard di bawah Jembatan Pasupati. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Pemkot Bandung merevitalisasi lapangan Teuku Umar menjadi ruang multifungsi dengan mini soccer, area skateboard, jogging track, taman, dan lokasi pedagang, beranggaran sekitar Rp3 miliar.
  • Warga menolak alih fungsi lapangan yang masih aktif untuk sepak bola, senam, dan kegiatan lingkungan; pemasangan pagar seng memicu keberatan karena dinilai minim dialog.
  • Pengguna dan skateboarder meminta Pemkot memprioritaskan perbaikan skatepark Pasupati serta Taman Pramuka yang rusak, tanpa menghapus fasilitas olahraga warga yang sudah ada.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung berencana membangun area bermain skateboard baru. Pembangunan ini bakal mengubah lahan sepakbola di Teuku Umar, Dipatikukur, yang selama ini dianggap kurang dipakai secara maksimal.

IDN Times coba mendatangi dua skatepark yang dibangun Pemkot Bandung, yakni Pasupati Skatepark dan Taman Pramuka Skatepark. Di Pasupati, tidak banyak yang menggunakannya pada pagi hari. Dari pantauan IDN Times hanya ada seorang yang sedang berlatih.

Razaki, pengguna skatepark Pasupati, menuturkan bahwa dia berlatih ke sini karena sedang libur sekolah jelang persiapan pertandingan Taekwondo. Baru menggunakan area ini beberapa bulan ke belakang, Razaki menilai bahwa fasilitas ini harus segera diperbaiki karena sudah banyak kerusakan.

"Lantainya bolong-bolong, jadi agak susah juga kita kalau pas main itu suka kesendat," ungkap Razaki, Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, ketimbang pemerintah membangun lapangan baru baiknya memperbaiki yang sudah ada sekarang. Karena arena skate sebenarnya sudah cukup banyak di Bandung hanya saja kondisinya masih kurang dibandingkan dengan yang harus berbayar.

"Kalau mau bagus ya ada yang bayar gitu. Tapi kalau memang ini bisa diperbaiki dan jadi bagus ya pemain juga pasti lebih pilih datang ke sini dari pada yang harus bayar," ungkap Razaki.

  1. 1. Jangan hilangkan yang ada untuk bangun yang baru

    WhatsApp Image 2026-10-30 at 11.11.47 AM.jpeg
    Lapangan skateboard di Taman Pramuka. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Sementara itu, Skateboarder profesional asal Kotab Bandung, Ega MP menilai bahwa menghilangkan yang ada untuk kemudian dipindahkan ke area baru kurang bagus. Apalagi area yang ada sekarang sudah dijadikan fasilitas bermain bola masyarakat.

    Menurutnya, Pemkot Bandung sebaiknya memperbaiki yang sudah ada sekarang di mana area bermain skate memang kurang layak dan tidak standar nasional.

    "Pasti senang lah kalau ada skatepark baru, tapi kalau kemudian yang baru itu menghilangkan yang sudah ada jangan lah. Lebih baik perbaiki saja yang ada dulu," kata dia.

    Jika memang ingin membangun tempat baru pun diharap tidak membangunnya di area yang selama ini sudah jadi fasilitas olahraga lainnya. Pemkot harus mencari lahan yang selama ini kosong untuk kemudian mengubah menjadi fasilitas olahraga.

    "Misal di Taman Maluku juga kan itu luas dan bisa dipakai untuk bangun arena skatepark karena di tengah kota," ungkap Ega.

  2. 2. Seng sudah mulai dipasang di Tengku Umar

    WhatsApp Image 2026-10-30 at 11.11.48 AM (2).jpeg
    Pemkot Bandung berencana mengubah lapangan Teuku Umar menjadi area skateboard. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Sebelumnya diberitakan, Salah seorang pemuda asal RW 10 Kelurahan Lebakgede, Arbot (28) baru mengetahui wacana alih fungsi lapang sepak bola itu pada Rabu, 21 Oktober 2026. Keesokkan harinya, terdapat pemasangan pagar seng di sisi lapangan. Hal itu membuat warga geram.

    Sejumlah warga turut menyampaikan keberatan melalui surat kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung. Mereka meminta agar pemasangan pagar seng yang telah dilakukan di sisi lapangan dihentikan.

    "Iya, jelas itu ga setuju lah. Karena ya ini masih aktif gitu. Kenapa tiba-tiba mau diubah jadi itu tanpa ada dialog sama yang pengguna fasilitas lah gitu," kata dia.

    Pemuda lainnya, Evan menyebut mempertahankan lapang Teuku Umar bukan hanya soal menjaga tempat bermain sepak bola. Mereka juga berupaya mempertahankan ruang bersama yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan tempat anak-anak bertumbuh.

    "Ini suka dipakai sama warga buat berbagai kegiatan, kaya acara atau ibu-ibu senam," katanya.

    Di lapangan tersebut, orang-orang dapat berkumpul, berolahraga, atau menyelenggarakan kegiatan lingkungan tanpa harus mengeluarkan uang untuk menyewa tempat. Karena itu, jika tempat ini diubah, ia khawatir ruang aktivitas warga menjadi terbatas.

    "Ini kan lapangan, luas, bisa dipakai banyak kegiatan. Kalau dijadikan skateboard park, nanti jadi terbatas. Kan ga semua orang bisa main skateboard," ujar Nana.

  3. 3. Pembangunan skatepark capai Rp3 miliar

    WhatsApp Image 2026-10-30 at 11.11.49 AM.jpeg
    Pemkot Bandung berencana mengubah lapangan Teuku Umar menjadi area skateboard. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Sementara itu, Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi Kota DPKP Kota Bandung, Nana Kurniawan mengatakan, revitalisasi dilakukan karena lapangan tersebut dinilai kumuh. Karena itu, akan ada beberapa perbaikan fasilitas.

    "Alhamdulillah desain segala macam sudah selesai. Jadi nanti itu lapang akan menjadi multifungsi," kata dia saat ditemui, Senin, 26 Oktober 2026.

    Selain perbaikan, nantinya akan ada penambahan fasilitas yang dibangun di lapang sepak bola berukuran sekitar 45x90 meter persegi. Fasilitas tambahan itu diantaranya arena skateboard, jogging track, hingga taman.

    "Multifungsi tuh ada berbagai di situ, mau main bola ada mini soccer-nya. Ada bukan skate park, ada satu bagian ada buat memfasilitasi teman-teman yang hobinya skateboarding," ujarnya.

    Nana bilang, arena skateboard dibuat untuk memfasilitasi masyarakat yang gemar bermain papan seluncur. Dari informasi yang ia dapat, Kota Bandung memiliki banyak atlet skateboard berbakat.

    "Kebetulan Kota Bandung tuh punya juara-juara skateboarding di dunia. Ternyata orang Bandung itu saya baru hafal tuh. Ternyata banyak juara dunia di orang Bandung," ucapnya.

    Dia menyebut lapangan yang telah direvitalisasi nantinya terbuka untuk umum. Masyarakat boleh menggelar kegiatan di sana dengan catatan menjaga ketertiban umum. Pihaknya juga akan menyediakan tempat khusus bagi para pedagang berjualan.

    "Nah, itu saya difasilitasi jadi disediain lahan-lahan tempatnya, jadi dia datang bersih, pulang bersih," katanya.

    Dalam proyek ini, Pemkot Bandung menggelontorkan anggaran sekitar Rp3 miliar. Adapun revitalisasi ditargetkan rampung akhir tahun ini dan pengerjaan sudah dimulai.

    "Sekitar Rp3 miliar. Insyaallah (Januari 2026) bisa (dipakai). Sudah mulai, sudah mulai. Masalahnya kan targetnya dari Pak Wali Kota harus beres tahun ini." ucapnya.

    Nana mengaku telah mendengar kabar adanya warga yang menolak revitalisasi lapangan Teuku Umar. Menurutnya, perbedaan pendapat antar warga merupakan hal yang wajar.

    "Kalau kalau kita mah kan pemerintah kota mah tidak melihat ke sana. Melihatnya kan kepentingan masyarakat, masyarakat butuh ruang publik yang representatif. Nah, pada saat masyarakat butuh ruang publik yang representatif, ya kita akomodir," ucapnya.

    Ia mengklaim pemerintah telah menyosialisasikannya kepada warga yang berada di sekitaran lapangan terkait revitalisasi. Karena itu, ia menegaskan pengerjaan proyek tersebut akan berlanjut.

    "Tapi kita sosialisasi ya, kita udah ajak bicara mulai dari kewilayahan, kelurahan, seperti rata-rata mah ya gitu, ada miss aja sih. Miss komunikasi lah istilahnya kan."

    "Selama ini kan banyak mabok. Karena dibangun, (khawatir) yang maboknya jadi lebih parah. Mudah-mudahan enggak jalan seperti itu gitu, mudah-mudahan dibangun lebih tertata gitu kan," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More