Irigasi 50 M Longsor Diterjang Hujan Badai di Sukabumi, 2 Rumah Terancam

Hujan deras, angin kencang, dan petir memicu longsor di Kampung Cicadas, Sukabumi, merusak saluran Irigasi Jaya Mekar sepanjang 50 meter dengan tinggi tebing 20 meter.
Material longsor memutus fungsi irigasi dan mengancam dua rumah milik Endang yang dihuni enam jiwa serta Isap dengan tiga penghuni.
Petugas gabungan telah melakukan asesmen dan pendataan, sementara warga diimbau waspada cuaca ekstrem; kebutuhan mendesak meliputi bronjong, karung, cangkul, dan terpal.
Sukabumi, IDN Times - Hujan deras yang disertai angin kencang dan sambaran petir memicu terjadinya bencana tanah longsor di Kampung Cicadas, Desa Tugubandung, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Peristiwa ini merusak infrastruktur irigasi dan mengancam keselamatan rumah warga sekitar.
Berdasarkan laporan Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, longsor tersebut menerjang saluran Irigasi Jaya Mekar dengan dimensi yang cukup besar.
1. Irigasi ambrol dan ancam dua rumah warga

Longsor di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah) Dampak dari cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan tebing di sekitar lokasi mengalami longsor dan merusak struktur saluran Irigasi Jaya Mekar sepanjang 50 meter dengan ketinggian mencapai 20 meter.
Tidak hanya memutus fungsi saluran air, material longsoran juga mengancam keselamatan dua unit rumah warga yang dihuni oleh beberapa kepala keluarga di sekitar titik kejadian, yakni kediaman milik Endang (45 tahun) yang beranggotakan enam jiwa, serta rumah milik Isap (52) yang dihuni tiga jiwa.
"Hujan deras mengakibatkan longsor saluran irigasi Jaya Mekar panjang 50 meter tinggi 20 meter, yang mengancam dua unit rumah warga milik Bapak Endang dan Bapak Isap," tulis laporan resmi Pusdalops PB BPBD Kabupaten Sukabumi, Kamis (29/10/2026).
2. Petugas lakukan assessment

Longsor di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah) Mendapati laporan tersebut, unsur gabungan yang terdiri dari petugas Kecamatan Kabandungan, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kabandungan, Babinsa, Babinkamtibmas, Satpol PP, hingga Tagana langsung bergerak cepat mendatangi lokasi untuk melakukan assessment dan pendataan dampak bencana.
Hingga saat ini, kondisi di lokasi dilaporkan masih belum mendapatkan penanganan fisik lanjutan. P2BK setempat juga telah memberikan imbauan kepada warga yang rumahnya terancam agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem susulan masih dapat terjadi.
3. Imbauan waspada longsor susulan

Longsor di Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah) Sementara itu, pihak desa bersama warga dan unsur kebencanaan mencatat sejumlah kebutuhan mendesak di lapangan guna mencegah longsor susulan yang lebih parah, di antaranya pengadaan bronjong, karung, cangkul, hingga terpal penutup tanah.
"Upaya yang telah dilaksanakan yaitu asesmen ke lokasi, serta P2BK memberikan imbauan agar selalu waspada. Kondisi saat ini belum ada penanganan," tuturnya.






















