Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jelang Musda Golkar Cianjur, Pendukung Metty Persoalkan Pergantian PK

Kab. Cianjur
4 min read
Jelang Musda Golkar Cianjur, Pendukung Metty Persoalkan Pergantian PK
Dok. Istimewa
  • Menjelang Musda Golkar Cianjur 2026, kubu Metty Triantika menggelar doa bersama dan simulasi persidangan sebagai persiapan memilih ketua DPD periode 2026–2031.
  • Sebanyak 27 dari 32 pimpinan kecamatan Golkar Cianjur sebelumnya mendeklarasikan dukungan untuk Metty, meski hasil Musda tetap ditentukan lewat mekanisme internal partai.
  • Pendukung Metty mempersoalkan penunjukan Plt sejumlah pimpinan kecamatan setelah deklarasi dukungan; alasan resmi, jumlah yang diganti, dan keterkaitannya belum dikonfirmasi pengurus Golkar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cianjur, IDN Times – Persaingan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diwarnai persoalan pergantian sejumlah pimpinan pengurus kecamatan (PK). Kubu pendukung Metty Triantika mempersoalkan penunjukan pelaksana tugas (Plt) terhadap sejumlah pimpinan kecamatan yang disebut berada dalam barisan pendukung kandidat tersebut.

Persoalan itu mencuat di tengah persiapan pendukung Metty menghadapi Musda yang akan menentukan ketua DPD Golkar Cianjur periode 2026–2031. Selain memperkuat konsolidasi organisasi, mereka menggelar doa bersama dan simulasi persidangan untuk mempersiapkan diri menghadapi forum tersebut.

Tokoh pendukung Metty, Asep Hidayat, mengatakan doa bersama menjadi bagian dari ikhtiar yang dilakukan untuk mengiringi persiapan organisatoris kandidat yang mereka dukung.

“Tak ada yang bisa melampaui doa. Ikhtiar lahir tentu sudah dilakukan oleh Bu Metty secara organisatoris, tapi tetap menguatkannya melalui doa yang dipanjatkan,” kata Asep di Cianjur, Rabu (28/10/2026).

Di sisi lain, pendukung Metty menyoroti pergantian sejumlah pimpinan PK yang disebut terjadi setelah mereka menyatakan dukungan kepada Metty. Mereka menduga kebijakan tersebut berkaitan dengan perbedaan pilihan menjelang Musda.

Dugaan tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak yang berwenang di internal Golkar agar alasan pergantian pimpinan kecamatan dan prosedur penunjukan Plt dapat diketahui secara utuh.

  1. 1. Pendukung Metty Gelar Doa Bersama dan Simulasi Persidangan

    WhatsApp Image 2026-10-28 at 17.00.00 (1).jpeg
    Dok. Istimewa

    Sejumlah kader dan tokoh pendukung Metty menggelar doa bersama yang dipimpin kader Golkar, dengan melibatkan pendukung dari daerah pemilihan kandidat tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan mereka menjelang Musda Golkar Cianjur.

    Selain berdoa, mereka menggelar simulasi persidangan Musda sebagai persiapan menghadapi forum yang akan menentukan kepemimpinan partai di tingkat kabupaten.

    Ketua PK Golkar Pasirkuda, Sodikman, menyatakan keyakinannya terhadap peluang Metty memimpin Golkar Cianjur. Ia menilai pengalaman dan kapasitas kepemimpinan Metty menjadi modal dalam menghadapi Musda.

    “Kami yakin Ibu Metty Triantika merupakan figur terbaik untuk memimpin Golkar Cianjur. Pengalaman dan kapasitas kepemimpinannya menjadi dasar keyakinan kami bahwa beliau mampu memenangkan Musda yang akan digelar dalam waktu dekat,” kata Sodikman.

    Ia juga menilai pengalaman Metty sebagai Ketua DPRD Kabupaten Cianjur menjadi modal untuk membangun komunikasi kelembagaan, memahami persoalan daerah, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

    Namun, penilaian mengenai kapasitas kandidat tersebut merupakan pandangan dari kubu pendukung. Hasil Musda nantinya akan ditentukan melalui mekanisme dan ketentuan organisasi Partai Golkar yang berlaku.

  2. 2. Sebanyak 27 PK Disebut Dukung Metty

    WhatsApp Image 2026-10-28 at 17.00.01.jpeg
    Dok. Istimewa

    Dukungan terhadap Metty sebelumnya dinyatakan oleh 27 dari total 32 PK Golkar se-Kabupaten Cianjur dalam deklarasi di Hotel Grand Bydiel, Cianjur, pada 25 Agustus 2026.

    Dalam deklarasi tersebut, para pendukung mengusung Metty untuk memimpin DPD Golkar Cianjur masa bakti 2026–2031. Mereka mendasarkan dukungan pada pengalaman organisasi, kapasitas kepemimpinan, dan pemahaman Metty terhadap kebutuhan kader.

    Angka dukungan tersebut menjadi salah satu indikator kekuatan yang diklaim kubu Metty menjelang Musda. Meski demikian, dukungan yang dinyatakan sebelum pelaksanaan Musda tidak otomatis memastikan hasil pemilihan, karena prosesnya tetap mengikuti mekanisme internal partai.

    Para pendukung juga berharap Musda tidak hanya menghasilkan ketua baru, tetapi mampu memperkuat persaudaraan antarkader dan menyatukan kekuatan Golkar Cianjur untuk menghadapi Pemilu 2029.

    Juru Bicara PK pendukung Metty sekaligus Ketua PK Golkar Agrabinta, Jejen Santika, mengatakan doa bersama dan istigasah dimaksudkan untuk mendoakan kelancaran Musda serta mempererat hubungan antarkader.

    Ia berharap forum tersebut menghasilkan kepemimpinan yang mampu menyatukan seluruh kekuatan Golkar Cianjur.

  3. 3. Kubu Metty persoalkan penunjukan Plt pimpinan kecamatan

    WhatsApp Image 2026-10-28 at 17.00.00.jpeg
    Dok.Istimewa

    Di tengah konsolidasi menjelang Musda, kubu pendukung Metty mempersoalkan penunjukan Plt untuk menggantikan sejumlah pimpinan PK yang disebut berada dalam barisan mereka.

    Sodikman mengatakan pergantian tersebut terjadi setelah sejumlah PK menyatakan dukungan kepada Metty. Pihaknya menduga keputusan itu berkaitan dengan perbedaan pilihan menjelang Musda dan menyebut sejumlah PK telah menyampaikan laporan atas perlakuan yang mereka persoalkan.

    Namun, informasi yang tersedia belum menjelaskan secara terperinci jumlah pimpinan PK yang diganti, alasan resmi penunjukan Plt, maupun pihak yang mengambil keputusan tersebut. Belum ada pula keterangan dari pihak internal Golkar yang berwenang mengenai dugaan hubungan antara pergantian pimpinan dan dukungan terhadap kandidat.

    Karena itu, dugaan adanya kaitan antara pergantian pimpinan PK dan dinamika dukungan menjelang Musda perlu diuji melalui konfirmasi kepada pengurus Golkar yang berwenang serta pihak-pihak yang terdampak.

    Kejelasan tersebut penting agar persoalan ini tidak hanya dipahami sebagai perbedaan sikap antarkubu, tetapi juga dapat dinilai berdasarkan aturan organisasi, prosedur pergantian kepengurusan, dan hak kader dalam mengikuti proses politik internal partai.

    Menjelang Musda, dinamika tersebut menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat penjelasan. Selain menentukan kepemimpinan Golkar Cianjur untuk lima tahun ke depan, forum ini juga akan menguji kemampuan partai mengelola perbedaan pilihan di antara para kadernya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More