Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

92 Desa di Sumedang Gelar Pilkades Digital, Libatkan 270 Ribu Pemilih

Kab. Sumedang
3 min read
92 Desa di Sumedang Gelar Pilkades Digital, Libatkan 270 Ribu Pemilih
92 Desa di Sumedang Gelar Pilkades Digital, Libatkan 270 Ribu Pemilih. Dok Pemkab Sumedang
  • Sebanyak 92 desa di Sumedang menggelar Pilkades Serentak 2026 secara digital di 423 TPS, melibatkan sekitar 270 ribu pemilih pada 28 Oktober 2026.
  • Pemkab Sumedang menyiapkan sosialisasi, simulasi, pelatihan petugas, serta satu pranata komputer di tiap desa untuk mendukung kelancaran sistem elektronik.
  • Gubernur Dedi Mulyadi menilai sistem digital mempercepat penghitungan, menekan biaya dan kesalahan; Pemkab Sumedang melaporkan pelaksanaan berlangsung aman, lancar, serta mendapat antusiasme warga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sumedang, IDN Times – Sebanyak 92 desa di Kabupaten Sumedang menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 dengan menggunakan sistem elektronik, Rabu (28/10/2026). Penerapan teknologi digital ini dilakukan di 423 tempat pemungutan suara (TPS) dengan melibatkan sekitar 270 ribu pemilih.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memantau langsung pelaksanaan Pilkades digital di Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka. Menurutnya, penggunaan sistem elektronik di seluruh desa penyelenggara di Sumedang dapat menjadi percontohan bagi daerah lain di Jawa Barat.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, seluruh desa dan TPS yang menyelenggarakan Pilkades Serentak 2026 telah menggunakan sistem digital. Menurutnya, penerapan secara menyeluruh ini berbeda dari pelaksanaan di sejumlah daerah lain yang sebelumnya baru menggunakan teknologi tersebut di sebagian desa atau TPS.

“Di Sumedang, seluruh desa yang melaksanakan Pilkades dan seluruh TPS sudah menggunakan sistem digital. Ini menjadi pelaksanaan secara masif dengan cakupan yang luas,” ujar Dony.

  1. 1. Lakukan simulasi sebelum dilakukan

    WhatsApp Image 2026-10-28 at 1.05.33 PM.jpeg
    92 Desa di Sumedang Gelar Pilkades Digital, Libatkan 270 Ribu Pemilih. Dok Pemkab Sumedang

    Untuk mendukung kelancaran pemungutan suara, Pemkab Sumedang berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, pemerintah kecamatan, hingga tenaga pranata komputer.

    Setiap desa juga didukung satu pranata komputer untuk memastikan perangkat dan sistem elektronik berfungsi selama pemungutan suara berlangsung.

    Pemkab Sumedang turut mengadakan sosialisasi, simulasi, dan pelatihan bagi petugas. Seluruh panitia, termasuk kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), telah mendapatkan bimbingan teknis terkait mekanisme dan ketentuan pelaksanaan Pilkades digital.

  2. 2. Dedi Mulyadi sebut Pilkades digital lebih efisien

    WhatsApp Image 2026-10-28 at 1.05.34 PM.jpeg
    92 Desa di Sumedang Gelar Pilkades Digital, Libatkan 270 Ribu Pemilih. Dok Pemkab Sumedang

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, penerapan Pilkades digital di Sumedang merupakan kelanjutan dari pelaksanaan serupa di Indramayu, Karawang, dan Bekasi. Namun, menurutnya, pelaksanaan sebelumnya belum sepenuhnya menggunakan sistem digital.

    “Ini sebenarnya yang keempat. Sebelumnya di Indramayu, Karawang, dan Bekasi, tetapi belum semuanya digital. Sekitar dua minggu lalu, saya menelepon Pak Bupati Sumedang dan meminta agar seluruh desa yang melaksanakan Pilkades menggunakan sistem digital,” kata Dedi.

    Ia menilai, penggunaan teknologi elektronik dapat memangkas waktu pemungutan dan penghitungan suara. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu menunggu hasil penghitungan hingga larut malam seperti yang kerap terjadi dalam pemilihan konvensional.

    “Biasanya, proses yang paling lama dalam pemilihan adalah penghitungan suara. Dengan sistem digital, waktu pelaksanaan bisa dipersingkat. Hasilnya bahkan bisa diketahui sekitar pukul satu siang,” tuturnya.

    Selain mempercepat penghitungan, sistem digital dinilai dapat menekan biaya penyelenggaraan karena tidak membutuhkan pencetakan surat suara dalam jumlah besar.

    Dedi juga menyoroti potensi pengurangan kesalahan dalam proses pemungutan dan rekapitulasi suara. Melalui perangkat elektronik, pemilih cukup menyentuh layar untuk menentukan pilihan.

    Meski demikian, ia berharap penerapan sistem ini tidak hanya berhenti di Sumedang. Kabupaten Subang, Ciamis, dan Cianjur direncanakan menjadi daerah berikutnya yang menerapkan Pilkades digital.

  3. 3. Pemkab Sumedang klaim pelaksanaan berjalan lancar

    IMG_8100.JPG.jpeg
    PT Inti Dukung Penerapan Pilkades Pakai e-Voting Usai Sukses Digelar di NTB. Dok Istimewa

    Dony Ahmad Munir mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan, pelaksanaan Pilkades digital di Sumedang berlangsung aman dan lancar. Ia juga melihat antusiasme masyarakat dari antrean pemilih yang datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya.

    Menurut Dony, kesiapan petugas dan pemahaman masyarakat menjadi bagian penting dalam penerapan sistem elektronik. Hal ini diperlukan agar penggunaan teknologi tidak menghambat warga dalam menyalurkan hak pilihnya.

    “Dengan sistem digital, proses pemungutan dan penghitungan suara diharapkan lebih cepat, potensi kesalahan rekapitulasi dapat diminimalkan, serta belanja penyelenggaraan menjadi lebih efisien karena tidak lagi membutuhkan surat suara berbahan kertas. Penerapan ini juga merupakan bentuk penyesuaian terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

    Dony berharap tingginya antusiasme masyarakat dapat mendorong partisipasi pemilih dalam menentukan pemimpin di tingkat desa.

    “Antusiasme masyarakat terlihat dari antrean pemilih yang datang ke TPS. Ini menunjukkan keinginan masyarakat untuk berpartisipasi dan menentukan pemimpin terbaik bagi desanya,” pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More