Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Meminimalisir Konflik, KDM Dorong Pilkades Digital di Seluruh Jabar

Kota Bandung
3 min read
Meminimalisir Konflik, KDM Dorong Pilkades Digital di Seluruh Jabar
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong pilkades e-voting di seluruh desa untuk mempercepat penghitungan suara, menekan biaya, dan meningkatkan efisiensi tata kelola keuangan.

  • Saat meninjau Pilkades ElDigi di Cibeureum Wetan, Sumedang, Dedi menyebut sistem tanpa kertas memungkinkan pemenang diketahui segera setelah bilik suara ditutup.

  • Pada 2026, pilkades digital dijadwalkan berlangsung di 565 desa pada enam kabupaten Jawa Barat, termasuk 93 desa di Sumedang dan 165 desa di Subang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong penerapan pemilihan kepala desa (pilkades) berbasis elektronik di seluruh desa di Jabar. Sistem ini dinilai bisa memangkas waktu penghitungan suara sekaligus menekan biaya penyelenggaraan pemilihan.

Dorongan tersebut disampaikan KDM saat meninjau pelaksanaan Pilkades Elektronik Digital (ElDigi) di TPS 01, Kantor Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Rabu (28/10/2026).

Menurut KDM, penggunaan sistem elektronik memungkinkan hasil pemilihan diketahui lebih cepat setelah proses pemungutan suara selesai. Dengan begitu, penghitungan suara tidak lagi membutuhkan waktu lama seperti dalam metode konvensional.

"Hari ini Pemprov Jabar mewujudkan demokrasi yang cepat, demokrasi yang murah, demokrasi yang melahirkan efisiensi dalam tata kelola keuangan daerah dengan menyelenggarakan pemilihan kepala desa melalui e-voting," kata KDM.

  1. 1. Hasil penghitungan suara bisa diketahui lebih cepat

    WhatsApp Image 2026-10-23 at 4.19.27 PM.jpeg
    Gubernur Jabar Dedi Mulyadi usai melantik Asep Surya jadi Bupati Bekasi. Dok Istimewa

    KDM mengatakan, salah satu keunggulan pilkades digital adalah proses penghitungan suara yang lebih singkat. Sistem tersebut tidak lagi menggunakan surat suara berbahan kertas seperti pemilihan konvensional.

    "Pilkadesnya e-voting tanpa kertas suara, tanpa perlu lama-lama menunggu penghitungan suara. Begitu bilik suaranya ditutup, hasilnya sudah bisa terlihat siapa yang menjadi pemenang, menjadi kepala desa," kata dia.

  2. 2. KDM ingin pilkades digital diterapkan di seluruh desa

    IMG-20261005-WA0014.jpg
    Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

    KDM berharap penggunaan sistem e-voting tidak berhenti di desa-desa yang melaksanakan pilkades digital pada 2026. Ia ingin metode tersebut diterapkan secara lebih luas di seluruh wilayah Jawa Barat.

    "Semua desa yang ada di Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan pilkadesnya dengan metodologi e-voting," katanya.

    Ia juga menyebut digitalisasi sebagai bagian dari upaya mendorong desa menjadi basis pembangunan yang lebih maju.

    "Desa tumbuh menjadi basis pembangunan yang berkemajuan," tuturnya.

  3. 3. Sebanyak 565 desa gelar pilkades digital pada 2026

    IMG_20260715_151843.jpg
    Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

    Untuk diketahui, pilkades digital tahun 2026 ini dijadwalkan berlangsung di 565 desa yang tersebar di enam kabupaten di Jawa Barat. Keenam daerah tersebut yakni Kabupaten Bekasi, Cianjur, Sumedang, Karawang, Subang, dan Ciamis.

    Adapun Kabupaten Sumedang akan menggelar pencoblosan pada 28 Oktober 2026. Sebanyak 93 desa dijadwalkan mengikuti Pilkades serentak. Masa jabatan kepala desa terpilih akan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Untuk Kabupaten Karawang, pelaksanaan pencoblosan dijadwalkan pada 22 November 2026, sedangkan pelantikan kepala desa terpilih direncanakan pada 14 Desember 2026. Pilkades akan mencakup 67 desa di 25 kecamatan dengan persiapan sebanyak 438 tempat pemungutan suara (TPS) digital yang dilengkapi sistem keamanan terenkripsi.

    Kabupaten Subang dijadwalkan menggelar Pilkades pada 6 Desember 2026. Sebanyak 165 desa akan mengikuti pesta demokrasi tersebut. Selain mempersiapkan penerapan metode digital di sejumlah titik percontohan, pemerintah daerah juga memberikan perhatian khusus terhadap netralitas aparatur desa.

    Adapun Kabupaten Ciamis menjadwalkan pelaksanaan Pilkades pada 13 Desember 2026. Sebanyak 40 desa akan mengikuti pemilihan. Saat ini, tahapan persiapan dan sosialisasi sistem digital terus dioptimalkan agar masyarakat memahami mekanisme pemilihan yang akan diterapkan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More