Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Saat Asuransi Kendaraan Memberikan Rasa Aman di Setiap Perjalanan

Kota Bandung
8 min read
Saat Asuransi Kendaraan Memberikan Rasa Aman di Setiap Perjalanan
Asuransi kendaraan Garda Oto Memberikan Rasa Aman di Setiap Perjalanan. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Yusuf mendapat bantuan derek Garda Siaga setelah mobilnya bermasalah di Tol Cipularang, sedangkan Veber memanfaatkan asuransi untuk perbaikan mobil usai ditabrak di Bandung.
  • Asuransi kendaraan dinilai membantu mengurangi kerugian akibat risiko tak terduga, seperti kecelakaan, kerusakan, banjir, dan pohon tumbang, yang tetap mungkin terjadi meski pengendara berhati-hati.
  • Asuransi Astra menyediakan layanan 24 jam, jaringan bengkel, dan Garda Siaga; perlindungan mencakup mobil hingga usia sembilan tahun serta kendaraan listrik dengan dukungan suku cadang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Yusuf masih ingat betul kejadian tak terduga yang menimpa dia dan keluarga awal Oktober silam. Saat itu, mereka hendak berlibur dari Bekasi menuju Bandung. Berangkat sedari pagi, Yusuf dan keluarga telah membuat rencana tempat apa saja yang hendak datangi nanti di Kota Kembang.

Menggunakan kendaraan pribadi, Yusuf tancap gas melalui jalan tol. Perjalanan terasa normal hingga ketika melintasi kawasan Tol Cipularang mobilnya mulai terasa tidak enak dipakai. Berbeda dari jalan layang MBZ yang lurus dan panjang, Tol Cipularang lebih berkelok dan naik turun, membuat mesin mobilnya harus bekerja lebih ekstra.

Sebelum bepergian, Yusuf sudah sempat membawa kendaraannya ke bengkel langganan karena ada masalah pada transmisi. Setelah memastikan kondisinya aman untuk dibawa bepergian cukup jauh, dia memberanikan diri membawa keluarga menuju Bandung sesuai rencana awal.

"Memang dari awal di bagian transmisi itu ada masalah. Tapi sudah sempat diperbaiki juga sebelumnya waktu di Bekasi," ujar Yusuf saat berbincang dengan IDN Times, Minggu (25/10/2026).

Rasa tidak nyaman pada mobilnya membuat Yusuf memilih untuk memarkirkan kendaraan di pintu keluar Tol Pasteur. Di tengah kalut melihat mobilnya di pinggir jalan, dia coba menghubungi Garda Siaga melalui aplikasi Garda Oto yang ada di ponselnya. Tak berselang lama, ponsel Yusuf berdering. Di seberang sana ada Dafi, seorang petugas Garda Oto yang siap memberikan pertolongan.

Dafi lantas menanyakan kondisi kendaraannya dan lokasi di mana Yusuf bisa dijemput. Karena jarak kendaraan Yusuf dan tempat mobil derek tidak begitu jauh, Dafi pun bisa sampai hanya dalam 25 menit saja. Setelah makan siang, kendaraan itu langsung dibawa mobil derek hingga menuju rumahnya di Bekasi.

Pengalaman mogok di perjalanan itu kemudian membuat Yusuf semakin memahami pentingnya memiliki perlindungan kendaraan, terutama ketika mobil digunakan untuk bepergian bersama keluarga. Menurutnya, risiko di jalan tidak selalu bisa diprediksi. Kendaraan bisa saja mengalami kerusakan, tersenggol kendaraan lain, hingga terlibat kecelakaan.

"Kalau menurut saya asuransi kendaraan itu penting. Kita, terutama yang di kota Jakarta, enggak tahu risiko yang terjadi di jalan itu apa," ujar Yusuf.

  1. Masalah datang tanpa permisi

    WhatsApp Image 2026-10-26 at 4.59.06 PM.jpeg
    Veber memperlihatkan aplikasi Garda Oto yang dia gunakan ketika ada yang terjadi di perjalanan. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Yusuf tidak sendirian mendapat manfaat menjadi peserta asuransi kendaraan. Hal ini diceritakan Febe Debora Sinlaeloe ketika mobil yang dikendarainya harus tertabrak salah satu mobil iring-iringan seorang pejabat di Kota Bandung. Veber, sapaan akrabnya, masih ingat betul kecelakaan yang menimpanya itu beberapa tahun lalu ketika dia berkendara di sekitar Gedung Sate.

    Ada rasa kesal karena kejadian tersebut karena mobil yang dikendarainya rusak. Alih-alih memendam kekesalan tersebut, dia berpikir tenang dan mencari tahu berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki kendaraannya usai ditabrak dari arah belakang. Setelah salah satu bengkel mengeluarkan angka Rp4 juta untuk perbaikan mobilnya.

    Untuk dia ingat ketika itu mobilnya sudah memiliki asuransi kendaraan dari awal membeli. Tak berpikir lama, Veber langsung menghubungi pusat panggilan Garda Oto untuk menanyakan perihal tabrakan tersebut. Gayung bersambut, pihak Asuransi Astra pun memastikan bahwa kendaraan tersebut akan diperbaiki menggunakan suku cadang yang asli.

    “Jadi ini karena dia walaupun misalnya dia enggak tanggung jawab ya rasanya ya sudahlah gitu loh. Toh kita punya asuransi,” kata Veber ditemui saat mendapatkan hadiah undian di kantor Asuransi Astra Bandung pada program Gaspol pertengahan Oktober 2026.

    Sejak saat itu, perempuan asal Malang yang sudah lama bekerja di Kementerian Keuangan ini sudah lebih dari sembilan tahun menjadi peserta asuransi kendaraan dari Astra. Musababnya, selama ini dia dan suami sering bepergian menggunakan mobil ke luar Bandung.

    Perjalanan dengan mobil pun bukan sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Ada ketenangan yang ingin dia bawa setiap kali menempuh perjalanan, terutama ketika harus berkendara keluar kota hingga menyeberang pulau.

    "Sekarang anak saya ada yang di Sumatera, saya dan suami juga mobilan ke sana. Jadi kalau jarak jauh ini lebih aman aja karena tahu Garda Oto ini ada di banyak daerah," ungkap Veber.

    Kebermanfaatan ini pula yang coba dia tularkan kepada anak-anaknya ketika memiliki kendaraan. Sebab, asuransi bukan sesuatu yang diharapkan terpakai setiap saat. Justru karena ia sering bepergian, perlindungan itu terasa penting ketika sesuatu terjadi di luar perkiraan.

    “Kalau ada apa-apa tenang. Jadi rasanya tenang saja gitu ya,” paparnya.

  2. Risiko di perjalanan harus dimitigasi

    ilustrasi kecelakaan mobil (pixabay.com/NettoFigueiredo)
    ilustrasi kecelakaan mobil (pixabay.com/NettoFigueiredo)

    Permasalahan yang dialami Yusuf dan Veber menjadi dua di antara banyaknya persoalan pengendara di perjalanan. Beruntung, mereka berdua mampu melewati hal tersebut dengan lebih tenang karena telah memiliki asuransi kendaraan.

    Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat berjudul Statistik Transportasi Provinsi Jawa Barat 2024 yang dirilis pada 31 Desember 2025, jumlah kecelakaan lalu lintas di provinsi ini mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Dari rentang 2020 hingga 2025, angka tertinggi kecelakaan di jalan terjadi pada 2022.

    Tren_Kecelakaan_Jawa_Barat_2020–2024.png
    Angka kecelakaan lalu lintas di Jawa Barat dari 2020 hingga 2025. Dok BPS Jawa Barat

    Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan di jalan bukan sesuatu yang sepenuhnya bisa dihindari hanya dengan memastikan kendaraan dalam kondisi baik atau berkendara secara hati-hati.

    Senior Branch Manager Asuransi Astra Bandung, Iyus Suryaman, mengatakan bahwa berkendara dengan hati-hati tidak selalu membuat seseorang terbebas dari risiko di jalan. Pengendara tidak bisa memastikan pengguna jalan lain memiliki kehati-hatian yang sama sehingga tidak menimbulkan kecelakaan. Di sisi lain, ada juga risiko seperti banjir, pohon tumbang hingga berbagai kondisi yang dapat menyebabkan kendaraan mengalami kerusakan.

    "Kadang kala kita sudah berkendara dengan baik, tapi kita enggak pernah tahu orang lain berkendara sesuai dengan seperti kita juga atau tidak. Jadi memang ketika kendaraan kita itu tidak dilindungi, risikonya cukup tinggi," kata Iyus.

    Menurutnya, konsep utama asuransi kendaraan bukanlah menghilangkan risiko, melainkan membantu mengurangi kerugian ketika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Terlebih, kondisi jalan dan cuaca juga dapat mendatangkan risiko di luar kendali pengendara. Di Bandung Raya misalnya, risiko pohon tumbang atau banjir menjadi hal yang perlu diperhitungkan karena memang sering terjadi

    "Risiko-risiko itu kan tidak bisa kita prediksi sebenarnya. Dengan keikutsertaan asuransi bisa membuat kita sedikit lebih tenang dalam berkendara ataupun memarkirkan kendaraan karena kita enggak pernah tahu risiko itu munculnya kapan," ujarnya.

    Saat ini, jumlah masyarakat yang makin sadar pentingnya asuransi kendaraan naik. Ini bisa dilihat dari antusias pemilik kendaraan baru yang mencari informasi dan bertanya kepada perusahaan asuransi mengenai perlindungan kendaraan.

    "Kesadaran asuransi di Indonesia cukup meningkat. Khususnya untuk mobil-mobil yang bisa dibilang baru itu cukup tinggi, karena mereka sudah mulai aware masalah asuransi," katanya.

    Asuransi kendaraan juga tidak hanya berlaku untuk mobil baru. Asuransi Astra, kata Iyus, dapat memberikan perlindungan komprehensif untuk kendaraan hingga usia sembilan tahun. Batasan usia tersebut berkaitan dengan ketersediaan suku cadang. Asuransi Astra memastikan perbaikan kendaraan menggunakan suku cadang yang asli dan baru.

    "Karena konsep kita tadi sparepart-nya asli dan baru," katanya.

    Selain perlindungan kendaraan, Iyus mengatakan Asuransi Astra memiliki sejumlah layanan pendukung bagi nasabah, mulai dari layanan pusat 24 jam, jaringan bengkel Auto Care di berbagai wilayah Indonesia hingga Garda Siaga yang beroperasi selama 24 jam. Layanan tersebut juga menjadi salah satu hal yang dirasakan Yusuf ketika kendaraannya tidak mampu melanjutkan perjalanan di Tol Cipularang.

    Seiring perkembangan jaman, Asuransi Astra juga mulai memberikan perlindungan terhadap kendaraan listrik. Namun, tidak seluruh kendaraan listrik dapat langsung diasuransikan. Perusahaan terlebih dahulu melihat ketersediaan layanan purnajual dan suku cadang kendaraan tersebut.

    "Karena kadang-kadang ada merek-merek yang enggak tahu nih sparepartnya seperti apa. Makanya untuk mobil listrik yang brand-brandnya cukup besar itu udah-udah pasti kita bisa cover.

    Untuk kendaraan listrik dari merek yang telah memiliki agen pemegang merek (APM) di Indonesia dan didukung ketersediaan suku cadang, perlindungan asuransi dinilai lebih memungkinkan diberikan. Sementara untuk sepeda motor, Asuransi Astra saat ini memberikan perlindungan melalui kerja sama dengan FIF.

  3. Pilih asuransi yang siaga setiap waktu

    WhatsApp Image 2026-10-26 at 4.58.14 PM.jpeg
    Pengemudi Garda Siaga, Muhammad Dhafiansyah, sedang memeriksa kendaraan derek yang akan dipergunakan. IDN Times/Debbie Sutrisno

    Bersiap 24 jam sehari selama sepakan untuk memberikan pertolongan kepada pengendara menjadi pilihan bagi Muhammad Dhafiansyah. Sebagai pengemudi Garda Siaga, Dafi, sapaannya, tahu akan berhadapan dengan pelanggan yang membutuhkan bantuan karena berbagai persoalan kendaraan di perjalanan.

    Telah bekerja selama tiga tahun sebagai bagian Garda Oto, Dafi sudah sering masuk saat akhir pekan bahkan pada dini hari ketika ada panggilan bantuan masuk ke ponselnya. Salah satu kejadian yang paling diingatnya berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB, saat seorang pelanggan mengalami ban bocor di sekitar Cibaduyut, Kota Bandung.

    Dia tahu bahwa pengemudi tersebut pasti kesulitan mencari tempat tambal ban pada dini hari. Pemilik kendaraan akhirnya menghubungi pusat layanan untuk meminta bantuan.

    “Kalau yang jam 2 lama waktu itu ban bocor kalau enggak salah. Ban bocor di daerah Cibaduyut atau sekitaran situ. Karena Garda Siaga 24 jam, customer langsung telepon ke call center untuk datang ke lokasi dan bantuin,” tutur Dafi.

    Menurutnya, pekerjaan seperti ini membuatnya tidak sekedar berurusan dengan kendaraan yang bermasalah. Ada juga situasi yang membuatnya harus berhadapan dengan pemilik kendaraan yang dipusingkan dengan kondisi tersebut terlebih ketika harus menunggu bala bantuan cukup lama.

    "Malam ma saya juga udah di rumah, jadi butuh waktu buat datang ke kantor ambil mobil derek baru ke lokasi pelanggan itu mobilnya berhenti di mana," ungkap Dafi.

    Di tengah beragam kondisi itu, dia coba menjaga cara berkomunikasi dengan pelanggan. Permintaan maaf menjadi hal yang biasa disampaikan ketika bantuan membutuhkan waktu untuk tiba.

    Tugas Garda Siaga juga tidak selalu selesai di satu wilayah. Salah satunya ketika dia memberikan pertolongan kepada Yusuf yang mobilnya harus diderek ke Bekasi Timur. Karena melewati wilayah layanan berbeda, bantuan dilakukan secara estafet. Kendaraan dari Bandung dibawa hingga exit Tol Jatiluhur. Di sana, kendaraan diserahkan kepada petugas Garda Siaga Karawang untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju Bekasi Timur.

    “Pemindahannya mah estafet sama Garda Siaga Karawang. Pertengahannya di exit tol Jatiluhur. Jadi kita bawa ke Jatiluhur, terus pindah mobil dari mobil Bandung ke mobil Karawang. Dari Karawang baru lanjut ke Bekasi Timur,” ungkapnya.

    Cerita seperti ini sudah menjadi hal lumrah untuk Dafi yang harus siap dihubungi setiap waktu. Meski harus siap 24 jam setiap hari, tapi dia tetap bisa mendapatkan bala bantuan dari perusahaan derek lain jika memang berhalangan secara langsung. Sehingga setiap pelanggan Garda Oto yang mengalami masalah kapan pun di sekitar Bandung Raya tetap bisa terlayani meski ketika dirinya berhalangan membantu.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More