Korban Wafat Bentrok di Pasar Caringin Bertambah Jadi Dua Orang

- Korban meninggal akibat penyerangan di Pasar Induk Caringin bertambah menjadi dua orang, setelah T (37) yang sempat kritis wafat usai menjalani perawatan.
- Polisi mengamankan satu orang yang masih diperiksa dan belum dipastikan sebagai pelaku, sementara para pelaku lain dalam pengejaran.
- Bentrokan Sabtu sore melibatkan sekitar 30 penyerang bersenjata tajam terhadap petugas parkir; Wali Kota Bandung meminta keamanan pasar diperkuat bersama kepolisian dan pengelola.
Bandung, IDN Times - Korban meninggal dunia dalam penyerangan di kawasan Pasar Induk Caringin, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, bertambah menjadi dua orang. Satu korban yang sebelumnya kritis kini meninggal dunia setelah mendapat perawatan di rumah sakit.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kapolsek Babakan Ciparay AKP Kardi. Dia mengatakan, saat ini satu orang korban lainnya yang tengah dirawat dalam kondisi meninggal dunia.
"Ya bertambah (yang meninggal)," kata Kardi saat dihubungi, Senin (26/10/2026).
1. Polisi amankan satu orang

Ilustrasi penusukan (Foto: IDN Times) Di tengah penyelidikan kasus tersebut, polisi telah mengamankan satu orang. Namun, polisi belum memastikan orang yang diamankan tersebut merupakan pelaku penyerangan.
"Memang sudah diamankan satu orang, tapi belum A1. Masih dalam pemeriksaan," ujar Kardi.
Sebelumnya, Kardi mengatakan, polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui keterlibatan orang tersebut dalam penyerangan di Pasar Caringin. Dia menyampaikan, polisi masih mengejar para pelaku penyerangan.
"Kejadian tersebut saat ini masih dalam penyelidikan. Untuk pelaku sedang dalam pengejaran," kata Kardi.
2. Ayah korban masih terpukul

Ilustrasi penusukan. (IDN Times/Reza Iqbal Ghafari) Sedangkan, Ayah korban FR, Nandang Juhari (46 tahun), masih terpukul atas kematian anak keduanya. Ia tak menyangka putranya meninggal dunia akibat peristiwa berdarah tersebut.
Nandang mengatakan FR sedang bekerja di Pasar Caringin saat kejadian. Ia mendapat kabar adanya keributan setelah pulang kerja dan langsung menuju lokasi. Namun, setibanya di lokasi, FR sudah tidak ditemukan. Nandang hanya melihat darah di tempat kejadian.
"Anak saya mengikuti bersama teman-temannya. Saya mendapat kabar sepulang kerja, lalu ke (pasar) Caringin karena ada pesan pak perang jadi. Saya ke TKP, dan di TKP itu sudah enggak ada anak saya, yang ada hanya darah," kata Nandang saat ditemui di rumah duka, Gang Porib V, Minggu (25/10/2026).
3. Wali Kota Bandung minta keamanan diperkuat

Ilustrasi penusukan. (IDN Times/Sukma Shakti) Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta sistem keamanan di Pasar Caringin diperkuat menyusul bentrokan yang menyebabkan korban jiwa. Pemkot Bandung akan berkoordinasi dengan kepolisian dan meminta keterangan dari pengelola pasar terkait sistem keamanan di kawasan tersebut.
"Kejadian yang sangat memprihatinkan. Bentrokan ini tidak seharusnya terjadi, tapi saat ini kami betul-betul menyerahkan kembali semua penanganan ini kepada kepolisian," ujar Farhan, Minggu (25/10/2026).
Sebelumnya, bentrok ini terjadi pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 17.50 WIB itu menyebabkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa ini terjadi di area Ruko Blok B-2, dekat Bank Mega Pasar Induk Caringin. Saat kejadian, para korban sedang bekerja sebagai petugas parkir.
Sekelompok orang yang diperkirakan berjumlah sekitar 30 orang kemudian mendatangi lokasi. Mereka menyerang para korban menggunakan senjata tajam sebelum melarikan diri.
Korban pertama yang meninggal dunia diketahui berinisial FR (22 tahun). Sementara itu, T (37) yang sebelumnya berada dalam kondisi kritis kini dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan. Adapun korban lainnya, AS (34), mengalami luka parah pada siku kiri dan kehilangan satu jari akibat penyerangan tersebut

















