Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Driver Ojol Diduga Ditembak OTK hingga Bersimbah Darah di Sukabumi

Kota Sukabumi
3 min read
Driver Ojol Diduga Ditembak OTK hingga Bersimbah Darah di Sukabumi
(Ilustrasi ditembak) IDN Times/Sukma Shakti
  • Pengemudi ojol mitra Maxim berinisial Z ditembak orang tak dikenal saat menunggu order di dekat Stasiun Sukabumi, Minggu dini hari, hingga mengalami luka serius di leher belakang.
  • Korban ditemukan terkapar bersimbah darah oleh rekannya setelah petugas kebersihan berteriak meminta bantuan. Ia dievakuasi ke rumah sakit dan menjalani tindakan operasi.
  • Polres Sukabumi Kota masih mengolah TKP serta menyelidiki dua terduga pelaku. Polisi menyatakan analisa awal mengarah pada aksi terencana, bukan dilakukan geng motor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sukabumi, IDN Times - Aksi kekerasan jalanan kembali menebar teror di Kota Sukabumi. Seorang pengemudi ojek online (ojol) mitra Maxim berinisial Z menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal saat sedang mengais rezeki di kawasan dekat Stasiun Sukabumi, Minggu (25/10/2026) dini hari.

Peristiwa mencekam yang terjadi sekitar pukul 00.57 WIB tersebut membuat korban terkapar bersimbah darah di lokasi kejadian. Korban menderita luka tembak serius di bagian leher belakang hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

  1. 1. Korban tertembak saat mencari penumpang

    Ilustrasi Ojol.
    Ilustrasi Ojol. (IDN Times/Anjani Asra)

    Insiden ini terjadi persis di perempatan arah stasiun dekat Toko Tiga Roda, kawasan bawah Dago. Area tersebut kerap dimanfaatkan para pengemudi ojol untuk ngalong atau menunggu orderan hingga larut malam.

    Sebelum kejadian, korban sempat nongkrong bersama rekannya sesama mitra ojol berinisial I untuk menantikan penumpang kereta terakhir dari arah Bogor. Namun, I pergi lebih dulu karena mendapatkan orderan, meninggalkan korban seorang diri di lokasi yang cukup minim penerangan tersebut.

    Ketua Umum Komunitas Maxim Sukabumi (Maximus), Hata Fahrizal (37 tahun), mengonfirmasi bahwa korban merupakan mitra resmi pengemudi ojol di wilayah Sukabumi.

    "Betul, beliau itu masih mitra atau driver Maxim. Posisinya beliau sedang nunggu orderan, lagi nongkrong di sekitaran Toko Tiga Roda, di bawah Dago, perempatan ke arah stasiun. Memang di situ kalau jam malam suka ngalong, dan lokasinya gelap," kata Hata saat dikonfirmasi, Minggu (25/10/2026).

  2. 2. Ditemukan terkapar berlumuran darah oleh sesama rekan ojol

    ilustrasi garis polisi (pexels.com/@siobhan-howerton-178250/)
    ilustrasi garis polisi (pexels.com/@siobhan-howerton-178250/)

    Petaka terkuak saat I kembali ke lokasi setelah selesai mengantarkan penumpangnya. Langkah I terhenti tatkala disambut teriakan histeris seorang petugas kebersihan di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).

    Ketika dihampiri, I mendapati rekannya sudah tergeletak tak berdaya dengan luka parah di bagian kepala belakang. Korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat berupa tindakan operasi.

    "Pas I balik lagi ke TKP, ternyata korban sudah terkapar berlumuran darah di leher belakang. Tukang sampah di situ teriak-teriak sambil manggil I yang baru datang. Informasinya iya (akibat) senjata api. Sekarang pasien baru mau ditindak operasi," ungkap Hata.

    Hingga saat ini, sosok pelaku penembakan masih misterius. Di kalangan pengemudi ojol Sukabumi, beredar spekulasi bahwa penembakan tersebut menduga aksi brutal geng motor yang salah sasaran. Para komunitas ojol pun kini bergerak membantu menyisir rekaman CCTV di sekitar lokasi.

    Menanggapi peristiwa berdarah ini, pihak komunitas mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini serta meningkatkan patroli dan fasilitas pencahayaan di titik-titik rawan Kota Sukabumi.

    "Informasi selentingan ada yang bilang masih geng motor, ada juga yang sebut salah sasaran. Kami berharap pelaku segera ditangkap. Perlu adanya patroli yang lebih giat lagi dari kepolisian, pastikan di tempat-tempat gelap seperti itu dipasang pencahayaan lampu," kata Hata.

  3. 3. Polisi buru pelaku

    Ilustrasi garis polisi (IDN Times/Aries Rahmat)
    Ilustrasi garis polisi (IDN Times/Aries Rahmat)

    Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Hartono membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, saat ini kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut.

    Tono menyebut, polisi sudah mengantongi dua orang terduga pelaku. Ia juga membantah bahwa aksi ini dilakukan oleh geng motor.

    "Korban ojol dan terduga dua orang masih dalam penyelidikan, yang jelas bukan geng motor, ini analisa awal udah direncanakan," kata Tono.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More