Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Habitat Surili Jawa di Gunung Ciremai Ikut Terdampak Karhutla

Kota Bandung
2 min read
Habitat Surili Jawa di Gunung Ciremai Ikut Terdampak Karhutla
Surili Jawa terdampak Karhutla Gunung Ciremai. Dok. Istimewa
  • Karhutla di Taman Nasional Gunung Ciremai berdampak pada habitat Surili Jawa yang bergantung pada pepohonan, terutama akibat asap dan pohon terbakar.
  • Balai TNGC belum memiliki data pasti jumlah satwa terdampak kebakaran. Surili Jawa termasuk tiga spesies kunci bersama macan tutul Jawa dan elang Jawa.
  • Seekor Surili Jawa yang ditemukan warga saat pemadaman tidak terluka, ditemukan bersama induknya, dan telah dilepasliarkan kembali. Populasinya di Ciremai masih relatif banyak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) berdampak terhadap satwa liar yang hidup di dalam kawasan konservasi tersebut. Salah satu satwa yang jelas terdampak yaitu Surili Jawa.

Koordinator Urusan Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan Balai TNGC, Eska Nata Suryana mengatakan, Surili Jawa merupakan salah satu spesies kunci di Taman Nasional Gunung Ciremai. Selain surili Jawa, terdapat dua spesies kunci lainnya, yakni macan tutul Jawa dan elang Jawa.

"Jadi Ciremai ini ada tiga spesies kunci. Macan Tutul Jawa, Elang Jawa, sama Surili Jawa," ujar Eska saat dikonfirmasi, Sabtu (24/10/2026).

  1. 1. Habitat Surili Jawa terdampak Karhutla

    IMG-20261024-WA0045.jpg
    Surili Jawa terdampak Karhutla Gunung Ciremai. Dok. Istimewa

    Menurut Eska, Surili Jawa memiliki habitat yang sangat bergantung pada pepohonan. Karena itu, ketika kawasan hutan terbakar maupun dipenuhi asap, satwa tersebut berpotensi terdampak.

    "Karena kan pasti tempat itu adalah di pohon. Dari pohon ke pohon kan begitu. Jadi pasti ketika ada asap atau apalagi pohonnya terbakar, otomatis pasti akan terdampak," katanya.

    Meski demikian, Balai TNGC belum memiliki data pasti mengenai jumlah satwa yang terdampak langsung akibat karhutla terbaru. Eska menyebut hingga saat ini belum ada laporan resmi dari petugas mengenai pendataan satwa yang menjadi korban kebakaran itu.

    "Kalau Surili banyak. Kalau kalau macan macan tutul ya enggak banyak sih, ada mungkin populasinya belasan lah. Maksimal di belasan ekor. Kalau surili mah banyak, banyak kelompok-kelompoknya," tuturnya.

  2. 2. Surili yang diselamatkan telah ditemukan masyarakat

    IMG-20261024-WA0047.jpg
    Surili Jawa terdampak Karhutla Gunung Ciremai. Dok. Istimewa

    Lebih lanjut, Eska menyampaikan, berdasarkan informasi masyarakat yang menemukan Surili Jawa terdampak Karhutla, tidak mengalami luka dan ditemukan juga induknya sehingga langsung di lepas liarkan.

    "Kalau memang si satwa itu tidak ditemukan luka ataupun kondisi badannya masih bagus, memang idealnya segera dilepasliarkan kembali," katanya.

  3. 3. Populasi Surili masih banyak

    Kelompok surili paha-putih yang merupakan kerabat terdekat kekah natuna. (commons.wikimedia.org/Andrew Holle)
    Kelompok surili paha-putih yang merupakan kerabat terdekat kekah natuna. (commons.wikimedia.org/Andrew Holle)

    Balai TNGC menyebut populasi surili Jawa di kawasan Gunung Ciremai masih relatif banyak, sedangkan populasi macan tutul Jawa di kawasan TNGC diperkirakan tidak sebanyak Surili. Eska menyebut populasinya berada pada kisaran belasan ekor.

    Sebelumnya, seekor Surili Jawa ditemukan masyarakat ketika membantu proses pemadaman kebakaran. Namun, penemuan tersebut tidak langsung dilaporkan kepada petugas Balai TNGC.

    Informasi mengenai satwa tersebut diketahui luas setelah adanya unggahan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman. Namun, saat ini kondisinya sudah di lepas liarkan kembali.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More