KDM Targetkan Pemadaman Karhutla Gunung Ciremai Tuntas Hari Ini

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menargetkan pemadaman karhutla Gunung Ciremai tuntas hari ini melalui pengerahan warga, metode manual, dan water bombing helikopter.
Area terbakar berdasarkan pemantauan mencapai 30 hektare, dengan sekitar 20 persen titik api tersisa; medan sulit dan minim sumber air menghambat pemadaman manual.
Pemprov Jabar mengerahkan 500 orang membersihkan kanal alami serta mendapat dukungan helikopter dari sejumlah instansi; pemerintah juga berencana memiliki helikopter penanganan karhutla tahun depan.
Bandung, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ciremai, Kabupaten Ciamis, masih belum selesai. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM menargetkan proses pemadaman tuntas hari ini melalui pengerahan warga dengan peralatan manual.
Selain itu, pemadaman juga menggunakan penyiraman air dari helikopter (water bombing), serta dukungan doa agar hujan segera turun. KDM mengatakan, penanganan karhutla dilakukan melalui pendekatan manual dan teknokratik secara bersamaan.
"Penanganannya menggunakan tiga hal. Yang pertama adalah penanganan manual, menggerakkan rakyat membuat parit, memadamkan api secara langsung dengan menggunakan alat-alat tradisional," kata KDM dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026).
1. Helikopter water bombing dioptimalkan

Heli water bombing lakukan pemadaman karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal) Strategi kedua dilakukan dengan mengerahkan helikopter untuk menyiramkan air dari udara ke sejumlah titik kebakaran. Menurut KDM, metode water bombing berjalan efektif dan akan terus dioptimalkan untuk membantu menjinakkan api.
"Hari ini adalah hari menurut saya terakhir helikopter water bombing akan terus melakukan kinerjanya, menyiram air di berbagai titik api. Saya pastikan saya akan memonitor langsung agar pelaksanaannya bisa berjalan efektif," kata dia.
2. Berharap hujan segera turun

Ilustrasi Karhutla (Doc. BNPB) Strategi ketiga adalah memohon dukungan alam melalui doa agar hujan segera turun dan angin mereda. Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu proses pemadaman sekaligus mencegah api kembali meluas.
KDM juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran, mulai dari petugas lapangan, TNI, hingga unsur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pihak lainnya yang bahu-membahu memadamkan api di kawasan Gunung Ciremai.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, KDM menyebut Pemprov Jawa Barat berencana memiliki helikopter yang dapat digunakan untuk menangani kebakaran hutan mulai tahun depan.
"Tahun depan Pemprov Jabar ingin memiliki helikopter yang bisa menangani kebakaran hutan agar kita bisa siaga dalam setiap saat," katanya.
3. Luas area terbakar 30 hektare

ANTARA FOTO/Satgas Karhutla Sebelumnya, KDM mengatakan berdasarkan pemantauan menggunakan helikopter pada Jumat (23/10/2026), luas area yang terbakar mencapai 30 hektare, bukan 60 hektare seperti informasi sebelumnya. Setelah penanganan sehari sebelumnya, titik api yang tersisa diperkirakan tinggal 20 persen.
"Bukan 60 hektare, itu 30 hektare. Yang tersisa setelah kemarin ditangani tinggal 20 persen lagi. Itu pun pada titik-titik api yang tidak terlalu rawan," kata KDM.
Untuk mempercepat pemadaman, Pemprov Jawa Barat mendapat dukungan helikopter dari Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, TNI Angkatan Udara, dan BNPB.
Menurut KDM, pengerahan helikopter diperlukan karena kondisi medan Gunung Ciremai menyulitkan pemadaman secara manual. Selain akses menuju puncak yang sulit, keterbatasan sumber air juga menjadi kendala bagi petugas.
"Kalau manual, naik ke gunungnya bagaimana? Kemudian di puncaknya memadamkan api pakai apa? Sumber airnya kan tidak ada. Andai kata pun punya alat, berapa orang yang punya kemampuan naik ke puncak gunung?" katanya.
Selain water bombing, KDM mengerahkan 500 orang untuk membersihkan kanal-kanal alami di kawasan hutan. Kanal tersebut selama ini tertutup sampah, bambu, dan kayu kering sehingga perlu dibersihkan agar kembali berfungsi.























