Taruna Bakti University Bekali Lulusan Skill AI untuk Dunia Kerja
- Taruna Bakti University mewisuda 47 mahasiswa pada 2026 dan membekali mereka dengan keterampilan AI lintas program studi untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja.
- Kampus mengapresiasi prestasi akademik, sertifikasi MOS, dan kemampuan bahasa Inggris, sambil menekankan inovasi, jejaring, adaptivitas, komunikasi, serta pengembangan diri berkelanjutan.
- Lulusan Sekretari dan Seni Musik didorong menciptakan peluang melalui kreativitas dan profesionalisme, dengan perhatian pada penguatan ekosistem musik serta perlindungan hak cipta dan HKI.
Bandung, IDN Times – Kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi salah satu bekal penting bagi lulusan perguruan tinggi untuk menghadapi persaingan dunia kerja. Taruna Bakti University (TBU) menekankan pentingnya penguasaan keterampilan profesional, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan kebutuhan industri.
Pesan tersebut disampaikan dalam Wisuda ke-III Taruna Bakti University Tahun 2026 di GOR Taruna Bakti, Bandung, Sabtu (24/10/2026). Sebanyak 47 wisudawan dan wisudawati resmi menyelesaikan pendidikan tinggi, terdiri atas 42 lulusan Program Studi D3 Sekretari dan lima lulusan Program Studi S1 Seni Musik.
Rektor Taruna Bakti University, Frado Sibarani, Ph.D., M.T., M.B.A., S.Si., CEH, CHFI, mengatakan kampus memperkenalkan pemanfaatan AI kepada mahasiswa lintas program studi sebagai salah satu keterampilan yang relevan untuk menghadapi dunia profesional.
“Di Taruna Bakti University kami melengkapi mereka dengan skill yang sedang happening, sedang hype, yaitu Artificial Intelligence (AI). Jadi, bagaimana menggunakan AI untuk dapat bersaing di dunia kerja,” jelasnya.
Menurut Frado, wisuda bukan sekadar penanda berakhirnya masa studi, melainkan awal bagi para lulusan untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
1. Kompetensi profesional tak hanya ditentukan IPK
Dok.Istimewa Selain capaian akademik, penguasaan keterampilan profesional menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam wisuda tahun ini. TBU memberikan apresiasi kepada lulusan yang menunjukkan pencapaian dalam sertifikasi kompetensi dan kemampuan bahasa Inggris.
Bianda Athaya Rizqita, A.Md., meraih skor sempurna 1.000 dalam ujian Microsoft Office Specialist (MOS). Sementara itu, Kaisya Pradia Thalib, A.Md., memperoleh skor TOEIC 785. Keduanya menerima sertifikat penghargaan dari TBU serta cendera mata dari PT Paragon Technology and Innovation.
Pada bidang akademik, sebanyak 15 lulusan terbaik juga mendapatkan apresiasi. Rizkya Jan Fanina, A.Md., dari Program Studi D3 Sekretari meraih IPK tertinggi sebesar 3,93. Adapun Surya Gemilang, S.Sn., dari Program Studi S1 Seni Musik mencatatkan IPK tertinggi sebesar 3,76.
Pencapaian tersebut menunjukkan beragam aspek yang dapat dikembangkan mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi, mulai dari prestasi akademik hingga penguasaan keterampilan yang mendukung kebutuhan profesional.
Namun, tantangan lulusan tidak berhenti pada pencapaian selama kuliah. Kemampuan menggunakan teknologi secara tepat, berkomunikasi, dan menyesuaikan diri dengan perubahan juga menjadi bekal penting ketika memasuki lingkungan kerja.
Perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Lestari, S.H., M.M., mengingatkan para lulusan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas diri.
“Ucapan terima kasih kepada TBU dan mahasiswa TBU yang telah menyelesaikan studinya. Tetaplah rendah hati. Saya menitipkan pesan untuk terus berinovasi dalam segala hal agar menghasilkan alumni yang berkualitas dan berdaya saing tinggi,” ungkap Lestari.
Ia turut menyampaikan pesan Kepala LLDIKTI Wilayah IV agar lulusan menjadi pribadi yang “JAGO”, yakni memiliki Jejaring, Adaptif, Gesit, serta Orisinal dan Otentik.
Nilai-nilai tersebut diharapkan membantu lulusan membangun relasi profesional, merespons perubahan dengan cepat, serta mempertahankan kreativitas dan karakter dalam berkarya.
2. Lulusan sekretari dan musik didorong menciptakan peluang
Dok. Istimewa Kesiapan menghadapi dunia kerja juga berkaitan dengan kemampuan lulusan membaca peluang dan mengembangkan potensi di bidang masing-masing.
Ketua Umum Pengurus Yayasan Taruna Bakti, Ibramsyah Amir, S.E., M.B.A.Tech., berpesan agar para wisudawan membawa semangat Campus of Champions sebagai bagian dari identitas Taruna Bakti.
“Kepada lulusan Sekretari, jadilah profesional yang kompeten, teliti, dan dapat dipercaya. Kepada lulusan Seni Musik, teruslah berkarya dan gunakan kreativitas Saudara untuk menginspirasi serta memperkaya kehidupan masyarakat,” pesannya.
Ibramsyah menilai kompetensi sekretari masih dibutuhkan, termasuk untuk mendukung operasional industri musik. Ia mendorong lulusan agar tidak hanya berorientasi menjadi pekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang kerja melalui inovasi dan kreativitas.
“Jurusan Sekretari masih sangat dibutuhkan, termasuk dalam mendukung industri musik. Industri musik membutuhkan banyak inovasi sehingga lulusan tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga dapat menjadi pemberi kerja yang menciptakan peluang dalam industri musik berbasis kreativitas,” ujarnya.
Peluang tersebut memperlihatkan bahwa keterampilan administrasi dan kreativitas dapat saling melengkapi dalam industri kreatif. Selain menghasilkan karya, industri ini membutuhkan tenaga profesional yang mampu mengelola kegiatan, mendukung operasional, dan mengembangkan model bisnis.
Ketua Pembina Yayasan Taruna Bakti, Prof. Dr.-Eng. Yudi Darma, M.Si., turut menyoroti pentingnya pengembangan ekosistem musik yang didukung ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Taruna Bakti University ini juga memiliki fondasi yang sangat kuat untuk musik. Kalau kita lihat sejarahnya, ada perjalanan lebih dari 20 tahun yang sudah kita lalui. Walaupun dari sisi universitasnya kita masih muda,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya perlindungan hak cipta dan penguatan ekosistem hak kekayaan intelektual (HKI) agar musisi memiliki kepastian dalam mengembangkan karya dan karier.
“Satu lagi mungkin tentang perlindungan yang perlu kita berikan. Hak ciptanya, kemudian ekosistem HKI-nya, sehingga nanti musisi-musisi itu juga merasa terjamin masa depannya,” tambahnya.
3. Lulusan harus terus belajar di tengah perubahan teknologi
Dok. Istimewa Penguasaan AI menjadi salah satu keterampilan yang diperkenalkan TBU kepada mahasiswa untuk mendukung kesiapan menghadapi dunia kerja. Namun, pemanfaatan teknologi tetap perlu diimbangi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kemauan untuk terus mengembangkan diri.
Frado mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan wali yang mendukung mahasiswa selama menjalani pendidikan.
“Hari ini untuk merayakan perjuangan. Terima kasih setinggi-tingginya kepada orang tua dan wali untuk menitipkan putra-putri terbaiknya di Taruna Bakti University. Jadilah alumni yang bermanfaat bagi masyarakat. Jadilah pribadi yang terus belajar dan membawa perubahan untuk bangsa,” ungkapnya.
Pesan tersebut sejalan dengan tantangan pendidikan tinggi yang terus berkembang. Gelar akademik menjadi modal awal, tetapi lulusan juga perlu memperbarui keterampilan, memperluas jejaring, dan memahami perkembangan teknologi yang memengaruhi kebutuhan industri.
Wisuda ke-III Taruna Bakti University 2026 menjadi momentum bagi 47 lulusan untuk melanjutkan perjalanan profesional dengan bekal pendidikan dan kompetensi yang telah diperoleh.
Melalui pengembangan keterampilan yang relevan dengan perubahan zaman, TBU bersama Yayasan Taruna Bakti berharap para lulusan dapat menjadi tenaga profesional yang adaptif, berdaya saing, dan mampu menciptakan kontribusi bagi masyarakat.

















